Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Film Laut Bercerita Terpilih Ikut Kompetisi Utama BIFF 2026
Still cut film Laut Bercerita (dok. Pal8 Pictures/Laut Bercerita)
  • Film Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen menjadi film Indonesia pertama yang berkompetisi di Main Competition BIFF 2026, sekaligus menjalani world premiere sebelum tayang nasional pada 29 Oktober 2026.

  • Film dengan judul internasional The Sea Speaks His Name itu akan bersaing memperebutkan Best Film dalam festival yang digelar pada 6–15 Oktober 2026 di Busan, Korea Selatan, bersama karya-karya internasional.

  • BIFF diakui setara festival besar dunia untuk jalur Academy Awards; pemenang Best Film dapat diajukan ke kategori Best International Feature Film.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film Laut Bercerita garapan sutradara Yosep Anggi Noen secara resmi terpilih untuk berkompetisi dalam program utama di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Menariknya, catatan ini juga menjadi sejarah, karena Laut Bercerita merupakan film Indonesia pertama yang berkompetisi di Main Competition BIFF.

Tak hanya berlaga, pemutaran film produksi Pal8 Pictures itu di BIFF nanti juga sekaligus menjadi momen penayangan perdana (world premiere), sebelum filmnya ditayangkan serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada 29 Oktober 2026 mendatang.

1. Laut Bercerita akan ikut kompetisi utama BIFF pada Oktober 2026

Potret cast dan crew saat dijumpai dalam media luncheon film Laut Bercerita di Jakarta, Jumat (21/8/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Film yang memiliki judul internasional The Sea Speaks His Name ini tercatat akan berkompetisi melawan berbagai film internasional lainnya untuk meraih penghargaan Film Terbaik (Best Film) di festival yang berlangsung pada tanggal 6-15 Oktober 2026 di Busan Korea Selatan.

Gita Fara selaku produser pun berharap penayangan Laut Bercerita di panggung BIFF dapat disaksikan oleh penonton dari Asia sampai internasional dan memancing adanya diskusi lebih luas tentang cerita yang diangkat.

"Busan International Film Festival adalah platform yang tepat untuk penonton pertama yang menyaksikan film ini. Sebuah film membawa cerita tentang Indonesia, disaksikan oleh penonton sinema Asia dan internasional. Kami berharap penayangan di Busan juga bisa memantik percakapan yang lebih meluas di kawasan Asia mengapa cerita ini penting untuk digarap," kata Gita, dikutip dari siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (1/9/2026).

2. Yosep Anggi Noen akui senang bisa bawa Laut bercerita tembus ke Busan

Potret Yosep Anggi Noen saat dijumpai dalam media luncheon film Laut Bercerita di Jakarta, Jumat (21/8/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Sineas Yosep Anggi Noen selaku sutradara menyebut bahwa BIFF merupakan festival film yang besar dan penting bagi perfilman di Asia dan dunia. Ia pun mengaku sangat senang bisa membawa Laut Bercerita ke Busan. Terlebih lagi, ia dulu sempat mengikuti workshop di sana ketika awal kariernya di dunia film.

"Berada dalam kompetisi utama, Laut Bercerita mengusung kisah yang penting disuarakan ke dunia. 19 tahun lalu, di awal karier film, saya ikut workshop film pemula di Busan dan sekarang saya sangat senang kembali ke Busan membawa film ini," ucap pria yang akrab disapa Anggi itu.

Bagi Anggi, tembusnya film Indonesia ke kancah internasional menjadi bukti bahwa kisah dari dalam negeri juga terbilang relevan secara global. Ia tak memungkiri film-film dari Tanah Air sekarang sudah memiliki kualitas yang baik dan mampu disandingkan dengan karya luar negeri.

"Film-film Indonesia saat ini tersebar di seluruh dunia, bukti bahwa kisah-kisah dari Indonesia relevan secara global. Di sisi lain, kualitasnya semakin baik karena mampu disandingkan dengan film-film kelas dunia," imbuhnya.

3. BIFF jadi satu-satunya festival film di Asia yang diakui sejajar dengan Cannes

Film Laut Bercerita ikut kompetisi utama di BIFF 2026 (instagram.com/filmlautbercerita)

Sekadar informasi, BIFF merupakan satu-satunya festival film di Asia yang diakui sejajar dengan Cannes, Venesia, Berlin, Sundance, dan Toronto untuk memenuhi persyaratan masuk ke ajang Academy Awards.

The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) telah mengumumkan perubahan peraturan untuk Academy Awards ke-99 dengan memperluas jalur kelayakan untuk kategori Best International Feature Film. Dengan begitu, pemenang Best Film di BIFF dapat diajukan untuk dipertimbangkan masuk ke kategori Best International Feature Film dan terpisah dari proses perwakilan resmi negara.

Sebelum tembus BIFF, film yang diadaptasi dari novel best seller karya Leila S. Chudori ini juga telah terpilih sebagai salah satu proyek yang dipresentasikan dalam program HAF Goes to Cannes di ajang Marché du Film 2026 di Cannes, Prancis, pada Mei lalu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article