Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Band Rock yang Ternyata Dibenci Kurt Cobain, Ada Favoritmu?

5 Band Rock yang Ternyata Dibenci Kurt Cobain, Ada Favoritmu?
Kurt Cobain (instagram.com/kurtcobain)
  • Kurt Cobain menilai band bukan hanya dari musik, tetapi juga keaslian, sikap, dan nilai yang mereka bawa.

  • Ia mengkritik Pearl Jam karena dianggap kurang autentik, serta Led Zeppelin dan AC/DC karena lirik yang dinilainya seksis, kasar, atau vulgar.

  • Cobain menolak budaya hippie Grateful Dead dan berseteru dengan Guns N’ Roses, terutama karena perbedaan pandangan tentang isu sosial dan citra macho.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kurt Cobain dikenal bukan hanya sebagai vokalis dan gitaris Nirvana, tetapi juga sebagai musisi yang cukup vokal soal apa yang ia sukai dan tidak sukai. Bagi Cobain, musik bukan sekadar soal melodi atau seberapa besar sebuah band bisa menjual album. Sikap dan nilai yang dibawa seorang musisi juga menjadi bagian penting yang menentukan apakah ia bisa menghargai sebuah band.

Menariknya, beberapa nama yang pernah mendapat kritik dari Cobain, justru merupakan band rock yang sangat populer dan punya pengaruh besar. Bahkan, ada band yang musiknya sebenarnya ia akui cukup bagus, tetapi lirik atau sikap mereka membuatnya tetap tidak nyaman. Berikut lima band yang pernah menjadi sasaran kritik Kurt Cobain, dari Pearl Jam hingga Guns N’ Roses.

  1. 1. Pearl Jam

    Pearl Jam
    Pearl Jam (Facebook.com/Pearl Jam)

    Pearl Jam dan Nirvana sama-sama menjadi bagian penting dari ledakan grunge Seattle pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Namun, berada dalam genre dan kota yang sama, ternyata tidak membuat Kurt Cobain menyukai Pearl Jam. Ia merasa band tersebut kurang autentik dan menganggap beberapa musisi dari skena rock Amerika mencoba mengubah penampilan agar terlihat seperti bagian dari gerakan grunge.

    Bagi Cobain, keaslian adalah sesuatu yang sangat penting dalam musik. Kritiknya bahkan pernah disampaikan secara terbuka dalam wawancara pada 1992. Cobain mempertanyakan band-band yang sebelumnya tampil dengan gaya hard rock khas Los Angeles, tetapi kemudian mengadopsi flanel dan penampilan grunge ketika genre tersebut mulai populer.

  2. 2. Led Zeppelin

    Led Zeppelin
    Led Zeppelin (instagram.com/ledzeppelin)

    Led Zeppelin merupakan salah satu band rock terbesar sepanjang sejarah, tetapi popularitas mereka tidak otomatis membuat Cobain menjadi penggemarnya. Ia sebenarnya mengakui bahwa beberapa melodi Led Zeppelin sangat bagus dan menarik untuk didengarkan. Namun, semakin dewasa, Cobain mulai memperhatikan tema lirik mereka dan merasa tidak nyaman dengan cara perempuan yang sering digambarkan dalam sejumlah lagu.

    Baginya, persoalan tersebut tidak bisa begitu saja dipisahkan dari musik yang ia nikmati. Pandangan Cobain ini cukup berkaitan dengan nilai-nilai yang ia bawa dalam kehidupan dan karya Nirvana. Ia dikenal cukup vokal dalam melawan seksisme dan berbagai bentuk diskriminasi, sehingga lirik rock klasik yang menurutnya terlalu berfokus pada seks dan objektifikasi perempuan, terasa mengganggu.

  3. 3. AC/DC

    AC/DC
    AC/DC (instagram.com/acdc)

    Kalau soal musik, hubungan Kurt Cobain dengan AC/DC sebenarnya cukup rumit. Ia tidak sepenuhnya membenci musik mereka dan bahkan pernah menjadikan 'Back in Black' sebagai lagu pertama yang ia pelajari saat bermain gitar. Artinya, ada kekaguman tertentu terhadap kekuatan musik rock AC/DC yang sulit disangkal. Namun, masalahnya kembali muncul ketika berbicara tentang lirik dan citra yang dibawa band tersebut.

    Menurut Danny Goldberg, manajer Nirvana, Cobain sebenarnya menyukai musik Led Zeppelin dan AC/DC, tetapi merasa tidak nyaman dengan liriknya. Jadi, penolakannya bukan berarti ia menganggap AC/DC sebagai band yang tidak berbakat. Ia hanya tidak bisa menerima gaya penulisan lirik yang menurutnya terlalu kasar dan vulgar.

  4. 4. Grateful Dead

    Grateful Dead
    Grateful Dead (Facebook.com/Grateful Dead)

    Kurt Cobain juga punya pandangan yang sangat negatif terhadap Grateful Dead dan budaya hippie yang diasosiasikan dengan mereka. Bagi Cobain, semangat pasif dan kecenderungan untuk menjauh dari konflik tidak sesuai dengan filosofi punk yang ia pegang. Ia lebih menyukai sikap aktif dalam menyuarakan sesuatu, terutama ketika berhadapan dengan persoalan sosial.

    Karena itu, budaya hippie yang identik dengan kedamaian dan sikap santai justru sering menjadi sasaran sindirannya. Kebenciannya terhadap Grateful Dead bahkan pernah ditunjukkan lewat pilihan pakaian dan pernyataannya yang sengaja dibuat sangat provokatif. Dalam salah satu sesi pemotretan, ia mengenakan kaus dengan tulisan yang secara terang-terangan menyerang Grateful Dead.

  5. 5. Guns N’ Roses

    Guns N’ Roses
    Guns N’ Roses (instagram.com/gunsnroses)

    Perseteruan antara Nirvana dan Guns N’ Roses mungkin menjadi salah satu konflik musik paling terkenal pada era 1990-an. Kurt Cobain tidak menyukai band yang dipimpin Axl Rose tersebut, baik dari sisi musik maupun citra yang mereka bawa.

    Ia merasa Nirvana memiliki sesuatu yang lebih untuk disampaikan dibandingkan sekadar rock yang mengandalkan gaya hidup dan sikap macho. Kritik Cobain terhadap Guns N’ Roses juga semakin tajam karena perbedaan nilai yang mereka anut. Cobain pernah menyebut Axl Rose sebagai sosok yang menurutnya seksis, rasis, dan homofobik.

    Ia bahkan menyatakan bahwa seseorang tidak bisa berada di pihak Guns N’ Roses sekaligus mendukung nilai-nilai yang diperjuangkan Nirvana. Perseteruan keduanya kemudian semakin panas setelah muncul berbagai komentar kontroversial dari Rose mengenai Cobain dan keluarganya.

    Kurt Cobain memang terkenal punya pendirian kuat soal musik dan nilai yang ingin ia perjuangkan. Dari lima band rock tersebut, mana yang paling mengejutkan menurutmu pernah tidak disukai Kurt Cobain?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More