- Anggaran Produksi: 33 juta dolar atau sekitar Rp590,125 miliar
- Pendapatan Global: 54 juta dolar atau sekitar Rp965,660 miliar
10 Film Marvel yang Gagal di Box Office, Rugi Besar!

Ada 10 film Marvel yang dinilai gagal di box office, dari Howard the Duck hingga The Marvels, meski Marvel dikenal dominan lewat deretan film superhero.
Sejumlah proyek berbiaya besar seperti The Marvels, Dark Phoenix, Fantastic Four, dan Black Widow disebut berpendapatan tidak sebanding dengan modal produksi serta pengeluaran lain.
Kritik terhadap naskah, alur, eksekusi produksi, tone visual, dan reboot yang terburu-buru disebut turut memengaruhi minat penonton pada beberapa film tersebut.
Marvel Cinematic Universe (MCU) selama ini dikenal mendominasi industri perfilman lewat deretan kisah superhero andalannya. Maka, tak heran kalau ekspektasi penggemar selalu tinggi setiap kali menyambut perilisan film Marvel terbaru.
Namun, siapa sangka kalau franchise raksasa ini juga pernah gagal merajai box office. Alih-alih untung, pendapatan yang diraih malah jauh di bawah biaya produksi yang telah digelontorkan.
Kira-kira, film Marvel apa saja yang performanya gagal di pasaran? Dilansir Movieweb, berikut deretan film Marvel yang gagal di box office.Yuk, mari simak!
Table of Content
1. The Punisher (2004)

Frank Castle alias Punisher (dok. Netflix/Marvel's The Punisher) The Punisher merupakan film buatan Marvel yang dibintangi oleh Thomas Jane dan John Travolta. Meski digadang akan sukses besar, tetapi film ini tetap saja gagal di box office.
Alur The Punisher berpusat pada aksi balas dendam seorang agen rahasia yang memburu kelompok kriminal terorganisir setelah seluruh nyawa keluarganya dihabisi dengan kejam. Meski menyuguhkan atmosfer yang dark dengan suguhan action yang intens, sayangnya alur cerita di awal terasa terlalu berbelit-belit. Film ini dinilai terlalu membosankan, alih-alih memberikan penceritaan yang lebih fresh dan kreatif.
Pendapatan kotor film ini memang menyentuh angka 54 juta dolar (sekitar Rp965,6 miliar) dan sukses melampaui biaya produksinya yang memakan 33 juta dolar (sekitar Rp590,1 miliar). Sayangnya, nominal tersebut rupanya masih belum cukup untuk menutupi besarnya pengeluaran di tahap promosi dan pra-produksi.
2. Punisher: War Zone (2008)

The Punisher (dok. Marvel Comics | dok. Netflix/The Punisher) - Anggaran Produksi: 35 juta dolar atau sekitar Rp553 miliar
- Pendapatan Global: 10 juta dolar atau sekitar Rp158 miliar
Seakan belum kapok dengan gagal prekuelnya di box office, Marvel kembali merilis Punisher: War Zone (2008) yang menjadi kelanjutan dari The Punisher (2004). Kali ini, aktor Ray Stevenson didapuk untuk memerankan sang anti-hero, Frank Castle. Dalam versinya, Castle diceritakan nekat memicu perang berdarah seorang diri demi menumbangkan bos mafia berwajah cacat, Billy "Jigsaw" Russoti.
Sialnya, keputusan studio yang terlalu terburu-buru menggarap ulang karakter ini malah jadi blunder besar. Antusiasme penonton rupanya sudah telanjur nyungsep gara-gara rasa kecewa yang ditinggalkan oleh film pendahulunya.
Alhasil, Punisher: War Zone cuma berhasil meraup pendapatan global sebesar 10 juta dolar (sekitar Rp158 miliar). Angka ini jelas jauh banget di bawah biaya produksinya yang menelan hingga 35 juta dolar (sekitar Rp553 miliar).
3. The Marvels (2023)

Captain Marvel (dok. Marvel Studios/The Marvels) - Anggaran Produksi: 220 juta dolar atau sekitar Rp4,26 triliun
- Pendapatan Global: 206 juta dolar atau sekitar Rp3,25 triliun
Sangat berbeda dengan prekuelnya, The Marvels (2023) terbukti gagal memikat hati penonton. Padahal, film ini bawa premis yang sebenarnya menarik dengan mempertemukan Carol Danvers, Kamala Khan, dan Monica Rambeau buat menyelamatkan semesta lewat kekuatan mereka.
Sayangnya, performa film ini di box office sama sekali tidak mengesankan, bahkan dipastikan tidak balik modal. Bisa dibilang, ini berpotensi jadi film flop atau gagal total pertama dalam sejarah MCU.
Film ini hanya berhasil mengantongi pendapatan global sebesar 206 juta dolar (sekitar Rp3,25 triliun). Angka ini nyatanya belum cukup untuk menutupi biaya produksi film yang telanjur membengkak fantastis hingga 270 juta dolar (sekitar Rp4,26 triliun).
4. Elektra (2005)

adegan dalam film Elektra. (dok. 20th Century Fox/Elektra) - Anggaran Produksi: 65 juta dolar atau sekitar Rp1,02 triliun
- Pendapatan Global: 56 juta dolar atau sekitar Rp884,8 miliar
Berkat akting memukau Jennifer Garner sebagai Elektra Natchios di Daredevil (2003), studi 20th Fox Century nekat menggarap proyek spin-off pada 2005 berjudul Elektra. Ceritanya sendiri berfokus pada petualangan Elektra yang harus melindungi seorang ayah dan anak perempuannya dari kejaran sindikat pembunuh bayaran mistis yang mematikan.
Sayangnya, niat studio buat memanfaatkan popularitas sang aktris gak dibarengi dengan naskah yang matang. Elektra malah panen kritikan pedas gara-gara alur ceritanya yang dinilai kurang dan eksekusi produksinya yang terkesan berantakan.
Ujung-ujungnya, film ini cuma meraup pendapatan box office sebesar 56 juta dolar. Padahal, modal produksi saja sampai menyentuh angka 65 juta dolar Amerika.
5. Dark Phoenix (2019)

Chaos Magic vs Phoenix Force (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame | dok. 20th Century Fox/X-Men: Dark Phoenix) - Anggaran Produksi: 200 juta dolar atau sekitar Rp3,16 triliun
- Pendapatan Global: 252 juta dolar atau sekitar Rp3,98 triliun
Berfokus pada transformasi Jean Grey (Sophie Turner) menjadi entitas kosmik berbahaya, nasib Dark Phoenix nyatanya tak sekuat sang karakter utama. Perombakan selama masa produksi dan penundaan jadwal rilis sukses bikin kualitas akhir film tidak mengesankan bagi fans.
Terbukti, pendapatan globalnya yang meraup 252 juta dolar Amerika gagal total dalam menutupi biaya produksi fantastis yang menelan 200 juta dolar. Momen perpisahan era X-Men di bawah naungan Fox pun harus ditutup dengan kerugian besar.
6. Fantasti Four (2015)

Fantastic Four (dok. 20th Century Studios/Fantastic Four) - Anggaran Produksi: 167 juta dolar atau sekitar Rp2,63 triliun
- Pendapatan Global: 120 juta dolar atau sekitar Rp1,89 triliun
Berbekal kesuksesan dua film pendahulunya, 20th Century Fox rupanya malah kepleset saat menggarap reboot Fantastic Four di tahun 2015. Niat hati ingin membawa vibes baru lewat pendekatan sci-fi yang lebih realistis, hasil akhirnya justru bikin penonton kecewa berat. Film ini panen kritikan karena tone visualnya yang terlalu suram, eksplorasi kekuatan karakternya yang nanggung.
Secara pendapatan, Fantastic Four memang berhasil meraup 167 juta dolar (sekitar Rp2,63 triliun) di pasar global. Namun, buat ukuran film blockbuster yang biaya produksinya saja sudah menelan angka 120 juta dolar (sekitar Rp1,89 triliun), perolehan tersebut jelas terhitung sangat buruk dan masuk kategori gagal total.
7. Hulk (2003)

Hulk (dok. Marvel Studios/The Incredible Hulk) - Anggaran Produksi: 137 juta dolar atau sekitar Rp2,16 triliun
- Pendapatan Global: 245 juta dolar atau sekitar Rp3,87 triliun
Jauh sebelum Mark Ruffalo dan Edward Norton memerankan Bruce Banner, Eric Bana lebih dulu menghidupkan karakter si raksasa hijau ini lewat film Hulk (2003). Sayangnya, kiprah Bana sebagai sang superhero harus berhenti di satu film saja.
Hulk bercerita tentang seorang ilmuwan bernama Bruce Banner yang mengalami kecelakaan radiasi. Karena tragedi tersebut ia dapat berubah wujud menjadi monster hijau buas saat tidak dapat mengontrol marah.
Digarap dengan modal fantastis mencapai 137 juta dolar (Rp2,16 triliun), Hulk sejatinya punya potensi besar. Sayangnya, eksekusi film ini justru bikin banyak penonton kecewa berat, yang akhirnya berimbas langsung pada jebloknya performa di box office dengan pendapatan global hanya 245 juta dolar (Rp3,87 triliun).
8. Black Widow (2021)

Scarlett Johansson (dok. Marvel Studios/Black Widow) - Anggaran Produksi: 288 juta dolar atau sekitar Rp5,14 triliun
- Pendapatan Global: 379 juta dolar atau sekitar Rp6,76 triliun
Black Widow (2021) Natasha Romanoff (Scarlett Johansson) yang harus menghadapi sisi gelap masa lalunya dan konspirasi berbahaya yang terikat dengan Red Room. Film Black Widow menceritakan Natasha Romanoff yang menjadi buronan usai peristiwa Captain America: Civil War. Ia bersatu kembali dengan keluarga angkat masa kecilnya untuk menghancurkan program Red Room dan Dreykov.
Film ini dikritik karena terlalu fokus pada penerus Black Widow, Yelena Belova, ketimbang dengan karakter utamanya. Dengan budget fantastis sebesar 288 juta dolar (sekitar Rp5,14 triliun) , film ini meraup pendapatan global hanya sebesar 379 juta dolar (sekitar Rp6,76 triliun).
9. Ghost Rider: Spirit of Vengeance (2011)

Ghost Rider (dok. Sony Pictures/Ghost Rider) - Anggaran Produksi: 132 juta dolar atau sekitar Rp2,35 triliun
- Pendapatan Global: 57 juta dolar atau sekitar Rp1,01 triliun
Ghost Rider: Spirit of Vengeance dinilai gagal mengulangi kesuksesan prekuelnya. Penonton merasa alur cerita terasa kacau dan tidak terarah. Setidaknya popularitas Nicholas Cage saat itu menolong film ini dari kegagalan total.
Ghost Rider: Spirit of Vengeance menceritakan Johnny Blaze yang bersembunyi di Eropa Timur untuk menghindari kutukan. Ia diminta tolong oleh seorang pendeta bernama Moro untuk menyelamatkan anak laki-laki bernama Danny yang diincar oleh iblis Roarke agar bisa merasuki tubuh sang anak. Film ini berhasil meraup pendapatan global sebear 132 juta dolar dari biaya anggaran 57 juta dolar.
10. Howard the Duck (1986)

Lea Thompson di Howard the Duck (dok. Universal Pictures/Howard the Duck) - Anggaran Produksi: 37 juta dolar atau sekitar Rp584,6 miliar
- Pendapatan Global: 16 juta dolar atau sekitar Rp252,8 miliar
Mungkin banyak orang yang tidak tahu kalau Howard the Duck merupakan karakter Marvel yang cukup populer selama tahun 70-an dan 80-an. Howard the Duck (1986) merupakan adaptasi film dari karakter bebek pemarah yang hobi merokok ini sukses menggaet kreator Star Wars, George Lucas, sebagai produser eksekutif.
Alur ceritanya sendiri mengikuti petualangan satir Howard yang tiba-tiba terdampar di Bumi tanpa sengaja. Meski melibatkan nama-nama besar, sentuhan sarkastik di film ini nyatanya gagal dinikmati oleh penonton muda maupun dewasa. Howard the Duck terkesan murahan, dan leluconnya gak selucu versi komiknya. Walau beberapa orang merasa film ini lumayan untuk ditonton ulang di masa sekarang, namun film ini dinilai gagal total.
Dengan anggaran produksi sebesar 37 juta dolar (sekitar Rp584,6 miliar), film ini hanya meraup pendapatan kotor 16 juta dolar (sekitar Rp252,8 miliar) di seluruh dunia. Benar-benar rugi besar.
Itulah 10 film Marvel yang gagal di box office. Dari daftar film mana saja yang sudah kamu tonton?











![[QUIZ] Siapa Member Tim Love JKT48 yang Cocok Nemenin Kamu Nonton LaLaLa Festival 2026?](https://image.idntimes.com/post/20260819/img_8409_d6a26327-38ba-4b88-84e3-5a0b350df9c0.png)









