5 Film Mitologi Underrated yang Seru untuk Ditonton

- Lima film mitologi underrated menawarkan pendekatan beragam, dari petualangan animasi hingga drama tragis dan dunia futuristis, meski sebagian tidak mendapat perhatian luas.
- Sinbad gagal di box office meski menampilkan petualangan monster dan pengisi suara ternama, sedangkan Iphigenia meraih nominasi Oscar serta Palme d'Or lewat drama Perang Troya.
- The Great Adventure of Horus, O'Dessa, dan Arion memadukan mitologi dengan anime gelap, cyberpunk musikal, serta konflik dewa Olympus yang penuh pertarungan dan pengkhianatan.
Film bertema mitologi biasanya identik dengan kisah para dewa, pahlawan, monster, dan peperangan besar yang sudah dikenal selama berabad-abad. Namun, tidak semua film yang mengangkat cerita mitologi berhasil mendapat perhatian luas dari penonton. Beberapa bahkan sempat tenggelam di antara film-film blockbuster, padahal memiliki konsep, visual, dan cerita yang menarik untuk disimak.
Menariknya, film-film yang kurang populer bukan berarti sudah kehilangan daya tarik. Ada yang justru menawarkan pendekatan berbeda terhadap mitologi Yunani, kisah rakyat Jepang, hingga cerita klasik tentang cinta dan pengorbanan. Kalau sedang mencari tontonan bertema mitologi yang terasa lebih unik dan tidak terlalu mainstream, lima film berikut layak masuk daftar.
1. Sinbad: Legend of the Seven Seas (2003)

Sinbad: Legend of the Seven Seas (dok. DreamWorks/Sinbad: Legend of the Seven Seas) Sinbad: Legend of the Seven Seas merupakan salah satu film animasi DreamWorks yang mungkin tidak sepopuler Shrek atau Kung Fu Panda, tetapi punya daya tarik tersendiri. Film ini mengikuti petualangan Sinbad, seorang bajak laut yang harus menghadapi berbagai monster dan makhluk mitologi dalam perjalanan penuh bahaya.
Brad Pitt, Catherine Zeta-Jones, dan Michelle Pfeiffer turut mengisi suara karakter-karakternya, membuat film ini memiliki jajaran pengisi suara yang cukup menarik. Perpaduan animasi 2D dan 3D juga memberikan tampilan visual yang khas untuk film animasi awal 2000-an.
Walaupun film ini mendapat kritik karena mengubah banyak unsur budaya dari kisah Sinbad dan menjadikannya lebih dekat dengan nuansa mitologi Yunani-Romawi, petualangannya tetap terasa seru. Sayangnya, film ini mengalami kegagalan besar di box office dan menjadi salah satu alasan DreamWorks akhirnya beralih lebih serius ke animasi CGI.
2. Iphigenia (1977)

Iphigenia (dok. GFC/Iphigenia) Film Yunani karya Michael Cacoyannis ini mengadaptasi kisah Iphigenia, putri Agamemnon dan Clytemnestra yang harus menghadapi keputusan mengerikan menjelang Perang Troya. Dalam cerita tersebut, Agamemnon berada dalam posisi sulit ketika sang dewi Artemis menuntut pengorbanan Iphigenia. Konflik antara kewajiban sebagai pemimpin dan keyakinan terhadap para dewa menjadi inti dari kisahnya.
Kekuatan terbesar film ini terletak pada drama karakternya. Agamemnon tidak hanya digambarkan sebagai sosok pemimpin yang kejam, tetapi sebagai manusia yang perlahan dihancurkan oleh tanggung jawabnya sendiri. Tatiana Papamoschou, yang masih berusia sangat muda ketika memainkan Iphigenia, juga memberikan penampilan yang kuat dan emosional.
Tidak mengherankan jika film ini mendapatkan pengakuan besar, termasuk nominasi Oscar dan Palme d'Or, serta tetap menjadi salah satu adaptasi mitologi Yunani yang paling berkesan.
3. The Great Adventure of Horus, Prince of the Sun (1968)

The Great Adventure of Horus, Prince of the Sun (dok. TOIEI Animation/The Great Adventure of Horus, Prince of the Sun) Jauh sebelum Studio Ghibli berdiri, Isao Takahata dan Hayao Miyazaki sudah terlibat dalam produksi anime yang sangat berpengaruh. Salah satunya adalah The Great Adventure of Horus, Prince of the Sun, film yang menjadi debut penyutradaraan Takahata sekaligus salah satu kolaborasi awalnya dengan Miyazaki. Ceritanya mengikuti Horus, seorang pemuda yang mendapatkan pedang legendaris setelah menghadapi raksasa batu.
Ia kemudian melakukan perjalanan untuk menghadapi Grunwald, sosok jahat yang mengancam dunia. Film ini menarik karena meski ditujukan untuk penonton keluarga, ceritanya tidak takut menghadirkan sisi gelap. Adegan pembukanya bahkan langsung menampilkan pertarungan Horus melawan sekawanan serigala dengan animasi yang sangat dinamis untuk ukuran film dari akhir 1960-an.
4. O'Dessa (2025)

O'Dessa (dok. Searchlight Pictures/O'Dessa) O'Dessa menghadirkan pendekatan yang jauh lebih modern terhadap mitologi klasik. Film ini mengambil inspirasi dari kisah Orpheus dan Eurydice, lalu memindahkannya ke dunia futuristis bergaya cyberpunk yang penuh musik dan kekacauan. Sadie Sink berperan sebagai O'Dessa, seorang perempuan muda dari keluarga musisi yang pergi ke kota besar untuk mengejar impiannya.
Di sana, ia bertemu dengan Euri dan terjebak dalam konflik dengan Plutonovich, seorang penguasa media yang memanfaatkan hiburan sebagai alat untuk mengendalikan masyarakat. Yang membuat film ini menarik adalah keberaniannya mencampurkan berbagai elemen yang sekilas terasa tidak berhubungan.
5. Arion (1986)

Arion (dok. Hakuhodo/Arion) Arion mungkin bukan adaptasi langsung dari mitologi Yunani, tetapi film anime ini menggunakan dunia para dewa Olympus sebagai latar untuk kisah balas dendam yang gelap. Ceritanya berpusat pada Arion, pemuda yang sejak kecil diculik dan dibesarkan oleh Hades. Ia kemudian percaya bahwa Zeus bertanggung jawab atas kebutaan ibunya dan bertekad membunuh penguasa Olympus tersebut untuk menyembuhkannya.
Dari sinilah perjalanan penuh pertarungan, monster, pengkhianatan, dan campur tangan para dewa dimulai. Nuansa Arion sangat terasa seperti dark fantasy khas anime era 1980-an. Dunia yang dibangun penuh warna, tetapi juga dipenuhi kekerasan dan intrik para dewa yang sama sekali tidak digambarkan sebagai makhluk yang sempurna.
Film mitologi tidak selalu harus menjadi blockbuster untuk layak ditonton. Dari kelima film mitologi tersebut, mana yang paling ingin kamu masukkan ke daftar tontonan?






















