- Genre: dokumenter
- Pemain: Karim Aïnouz
- Sutradara: Karim Aïnouz
6 Film Modern yang Membahas Sisa Peninggalan Kolonial

- Enam film berlatar modern mengangkat jejak kolonialisme yang masih memengaruhi identitas, relasi sosial, ketimpangan, dan cara pandang masyarakat di berbagai negara.
- Mariner of the Mountains, I Only Rest in the Storm, Cache, dan Sirat menyorot luka sejarah, neokolonialisme, privilese Eropa, serta relasi kuasa antara pendatang dan warga lokal.
- Bamako dan The Rider menggambarkan dampak struktural kolonial melalui krisis Mali serta keterpinggiran warga pribumi Amerika, termasuk keterbatasan ekonomi dan akses hidup.
Kalau kamu menganggap kolonial tidak meninggalkan bekas, itu adalah kesalahan besar. Nyatanya, struktur yang membentuk kondisi kita saat ini adalah legasi alias peninggalan kolonial. Mewajarkan upah rendah, memuja kulit cerah, ketimpangan negara berlabel maju dan berkembang, hingga kultur Barat-sentris adalah beberapa contohnya.
Gak percaya kalau semua itu ada hubungannya dengan kolonialisme? Coba tonton keenam film berikut. Berlatarkan era modern, konflik yang menjadi nyawa utama dalam filmnya pun memiliki kaitan erat dengan penjajahan berabad-abad lalu.
1. Mariner of the Mountains (2021)

Mariner of the Mountains (dok. The Match Factory/Mariner of the Mountains) Mariner of the Mountains adalah esai visual Karim Aïnouz, seorang sutradara asal Brasil yang berketurunan Aljazair dari ayahnya. Sejak kecil, Ainouz hanya mengenal sang ibu yang membesarkannya seorang diri di Fortaleza, Brasil.
Ketika putranya masih di kandungan, ayah Ainouz memutuskan untuk kembali ke negara kelahirannya saat Perang Kemerdekaan Aljazair pada 1960-an. Sejak itu, sang ayah tak pernah kembali dan untuk pertama kalinya, sepeninggal ibunya, Ainouz memberanikan diri untuk berlayar ke negara leluhurnya.
Di sana, Ainouz menemukan hal-hal menarik dan tampak jelas bahwa luka kolonial belum benar-benar sembuh. Salah satu momen paling bikin terenyuh adalah ketika Ainouz bertemu segerombol anak muda yang pesimistis terhadap masa depan negara mereka dan berharap bisa pindah ke Prancis yang notabene eks-penjajah mereka.
2. I Only Rest in the Storm (2025)

I Only Rest in the Storm (dok. Paradise City Sales/I Only Rest in the Storm) Film modern tentang legasi kolonial lain yang bisa kamu tonton adalah I Only Rest in the Storm. Lakonnya Sergio, pria Portugis yang mendarat di Guinea-Bissau untuk sebuah proyek yang berkaitan dengan pekerjaannya sebagai pegawai organisasi non-profit di bidang lingkungan. Ia ditugaskan untuk meninjau proyek pembangunan sebuah jalan lintas yang, seperti biasa, menjanjikan pertumbuhan ekonomi, tetapi memiliki dampak lingkungan dan sosial yang luar biasa.
Menariknya, Pedro Pinho tidak fokus pada proyek itu. Ia justru mendiskusikan neokolonialisme lewat interaksi Sergio dengan warlok yang tak sengaja ia temui selama di sana. Ada privilese yang diam-diam dinikmati Sergio dan relasi kuasa terselubung di sana.
- Genre: drama, satir
- Pemain: Sérgio Coragem, Jonathan Guilherme
- Sutradara: Pedro Pinho
3. Cache (2005)

Cache (dok. Films du Losange/Cache) Cache gak kalah unik ketika dimasukkan dalam kategori film tentang legasi kolonial. Ini karena ia awalnya tampak seperti film thriller biasa. Sepasang suami istri kelas menengah di Prancis sedang gusar karena kiriman video misterius. Makin seram karena video itu berisi kegiatan mereka sehari-hari, sehingga memberikan kesan kalau mereka diintai.
Seiring bergulirnya film, pelaku teror ini ternyata punya dendam masa lalu pada salah satu dari mereka. Menariknya, semua bisa ditarik dari sejarah perjuangan kemerdekaan Aljazair 1960-an. Bagaimana bisa?
- Genre: misteri, thriller
- Pemain: Daniel Auteuil, Juliette Binoche
- Sutradara: Michael Haneke
4. Bamako (2006)

Bamako (dok. Icarus Films/Bamako) Bamako adalah sebuah karya sinematik yang memadukan dokumenter dengan drama persidangan. Sekelompok warga menuntut dua institusi keuangan terbesar di dunia, IMF dan Bank Dunia, atas destruksi yang mereka ciptakan di Mali. Di sisi lain, orang-orang Mali sibuk bertahan hidup di tengah kebobrokan negara mereka.
Bamako menyorot banyak hal secara tersurat dan tersirat, termasuk bagaimana kolonial dan institusi ikutannya yang dibuat pada era modern mengobrak-abrik tatanan negara mereka dan membentuk situasi terkini yang kemudian disebut kegagalan itu.
- Genre: dokudrama, legal drama
- Pemain: Aïssa Maïga, Tiécoura Traoré
- Sutradara: Abderrahmane Sissako
5. Sirat (2025)

Sirat (dok. 4 A 4 Productions/Sirat) Sirat juga bisa masuk kategori film modern tentang legasi kolonialisme. Menariknya, ia ditulis dari sudut pandang warga Eropa sendiri yang kerap meremehkan peringatan penduduk lokal dan menganggap sebuah daratan tak berpenghuni sebagai “taman bermain” mereka.
Semua bermula dari seorang bapak bernama Luis yang berniat mencari keberadaan putrinya yang sudah berbulan-bulan tak berkabar dan terakhir berada di Maroko. Saat mencoba mencarinya di sebuah pesta musik yang mayoritas pesertanya warga Eropa, Luis bertemu dengan sekelompok anak muda. Merasa berpengalaman, gerombolan anak muda itu pun setuju mengantar Luis ke lokasi yang mereka yakini bisa jadi tempat di mana sang putri berada. Nahas, perjalanan itu tidak berjalan sesuai rencana.
- Genre: thriller, road trip
- Pemain: Sergi Lopez, Stefania Gadda
- Sutradara: Oliver Laxe
6. The Rider (2017)

The Rider (dok. Sony Classics Pictures/The Rider) Brady adalah pemuda pribumi yang tinggal di kawasan reservasi (pemukiman khusus warga pribumi Amerika Serikat) dan bekerja sebagai atlet rodeo. Satu hari, karena sifat pekerjaannya yang memang berisiko, Brady mengalami cedera otak yang membuat dokter menyarankannya untuk pensiun.
Masalahnya, bagi Brady, rodeo adalah hidupnya. Hanya itu pekerjaan yang ia tahu dan bisa lakoni. Lewat kisahnya, kita diajak Zhao menyelami kehidupan warga pribumi yang tereksklusi dari kelompok mayoritas di AS, terlepas dari segelintir hak istimewa yang mereka dapat.
- Genre: drama
- Pemain: Brady Jandreau, Lilly Jandreau
- Sutradara: Chloe Zhao
Meremehkan kolonialisme dan menganggapnya sebagai masa lalu yang tak relevan rasanya bukan hal bijak. Nyatanya, apa yang kita percaya dan lakukan sekarang sedikit banyak adalah legasi dari fenomena politik yang terjadi selama berabad-abad itu. Legasinya begitu membekas dan susah dihapus begitu saja. Bahkan sebagian justru meromantisasinya.





















