Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Film Paling Berkesan yang Berlatar Kota Manchester, Wajib Nonton!
film 24 Hour Party People (dok. MGM/24 Hour Party People)
  • Lima film berlatar Manchester menampilkan sisi kota yang keras namun autentik, dari drama kelas pekerja hingga kisah musik dan sejarah politik yang menggugah.
  • A Kind of Loving, 24 Hour Party People, Peterloo, Control, dan A Taste of Honey menggambarkan realitas sosial serta budaya Manchester dengan gaya sinematik khas masing-masing era.
  • Melalui film-film ini, Manchester tampil bukan sekadar latar tempat, tapi juga karakter penting yang membentuk cerita, emosi, dan identitas budaya Inggris.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Manchester bukan cuma kota industri dengan langit kelabu dan sejarah panjang, tapi juga ruang lahirnya cerita-cerita kuat yang membekas di dunia perfilman. Dari drama kelas pekerja hingga gejolak musik post-punk, kota ini punya karakter yang begitu khas dan sulit ditiru. Tak heran kalau banyak sineas menjadikan Manchester sebagai latar untuk menggambarkan realitas sosial.

Lewat deretan film berikut, Manchester terasa hidup walau kadang keras, kadang puitis, tapi selalu autentik. Kalau kamu penasaran bagaimana kota ini membentuk cerita dan karakter yang tak terlupakan, lima film berlatar kota Manchester ini wajib masuk daftar tontonan.

1. A Kind of Loving (1962)

film A Kind of Loving (dok. Universal Pictures/A Kind of Loving)

Disutradarai John Schlesinger, film ini menjadi bagian penting dari gerakan kitchen sink di Inggris yang menyoroti kehidupan kelas pekerja secara realistis. Berlatar pabrik di Manchester, kisahnya mengikuti Vic (Alan Bates) dan Ingrid (June Ritchie) yang terjebak dalam hubungan setelah kehamilan tak terduga. Apa yang awalnya sekadar romansa biasa berubah menjadi drama tentang komitmen dan tekanan sosial.

Film ini menampilkan potret kehidupan sehari-hari yang terasa jujur dan apa adanya. Konflik antara pasangan muda dengan orang tua Vic memperlihatkan benturan generasi yang relevan hingga sekarang. Manchester dalam film ini terasa dingin dan keras, mencerminkan situasi emosional para karakternya. Sebuah drama sederhana, tapi menyentuh dan penuh makna.

2. 24 Hour Party People (2002)

film 24 Hour Party People (dok. MGM/24 Hour Party People)

Kalau bicara Manchester tanpa menyebut musiknya, rasanya ada yang kurang. Film garapan Michael Winterbottom ini membawa kita ke era kejayaan Factory Records dan ledakan skena musik dari 1970-an hingga 1990-an. Steve Coogan tampil memikat sebagai Tony Wilson, sosok di balik lahirnya band-band legendaris seperti Joy Division dan Happy Mondays.

Film ini terasa liar, energik, dan penuh humor satir. Atmosfer “Madchester” yang penuh kekacauan dan ambisi ditampilkan dengan gaya unik. Bukan cuma film biografi, tapi juga surat cinta untuk era paling ikonik dalam sejarah musik Manchester. Penonton seolah diajak menyaksikan langsung bagaimana sebuah kota bisa mengubah wajah budaya pop Inggris.

3. Peterloo (2018)

film Peterloo (dok. Prime Video/Peterloo)

Lewat tangan dingin Mike Leigh, tragedi sejarah diangkat menjadi tontonan yang menggugah. Film ini mengisahkan Peristiwa Peterloo tahun 1819, ketika demonstrasi damai untuk reformasi parlemen berakhir dengan pembantaian di St Peter’s Field, Manchester. Dibintangi Rory Kinnear dan Maxine Peake, film ini menyoroti ketidakadilan yang dialami rakyat kecil.

Meski berlatar abad ke-19, isu yang diangkat terasa relevan dengan kondisi politik modern. Leigh menghadirkan detail kuat, dari pidato-pidato panjang hingga momen kekerasan yang menggetarkan. Manchester di sini bukan sekadar lokasi, tapi saksi sejarah perjuangan demokrasi. Film ini seperti pengingat bahwa hak suara dan kebebasan tak pernah datang tanpa pengorbanan.

4. Control (2007)

film Control (dok. Becker Films/Control)

Film hitam putih ini mengisahkan kehidupan tragis Ian Curtis, vokalis Joy Division. Disutradarai oleh Anton Corbijn, Control menggambarkan sisi rapuh Curtis, dari perjuangannya melawan epilepsi hingga tekanan mental yang berujung pada akhir hidupnya di usia muda. Latar Manchester dan Salford memperkuat nuansa kelam yang menyelimuti kisah ini.

Visual monokromnya membuat film ini terasa intim sekaligus artistik. Alih-alih hanya menjadi film biopik musik biasa, Control menyelami konflik batin seorang seniman yang terjebak antara ketenaran dan keputusasaan. Kota Manchester digambarkan sebagai ruang sunyi yang melahirkan suara post-punk paling berpengaruh dalam sejarah musik Inggris.

5. A Taste of Honey (1961)

film A Taste of Honey (dok. Woodfall Films/A Taste of Honey)

Disutradarai oleh Tony Richardson dan diadaptasi dari naskah karya Shelagh Delaney, film ini menjadi salah satu karya terbaik era British New Wave. Berlatar Salford yang termasuk wilayah Greater Manchester, cerita berfokus pada Jo (Rita Tushingham), remaja yang tumbuh dalam keluarga disfungsional dan harus menghadapi kehamilan di usia muda.

Dengan sinematografi hitam putih yang puitis, film ini berani mengangkat isu sensitif seperti hubungan antar-ras dan homoseksualitas pada zamannya. Manchester dan sekitarnya ditampilkan apa adanya yakni keras, suram, tapi penuh kehidupan. Dialognya bahkan menginspirasi band seperti The Smiths, menunjukkan betapa besarnya pengaruh film ini terhadap budaya Inggris.

Manchester memang punya daya tarik sinematik yang unik. Lewat film-film ini, kita bisa melihat bagaimana kota tersebut membentuk karakter, konflik, dan momen penting dalam sejarah budaya Inggris.  Dari lima film berlatar Manchester ini, mana yang paling membuatmu penasaran untuk segera ditonton?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team