Pernahkah kamu kesal melihat publik figur pria yang lolos dari cancel culture? Impunitas macam itu ini bisa dijelaskan lewat kerangka pikir male entitlement yang dipopulerkan oleh penulis sekaligus akademisi bernama Kate Manne. Dalam buku berjudul Entitled: How Male Privilege Hurts Women, ia menjelaskan berbagai ketidakberuntungan yang menimpa perempuan dan mengaitkannya dengan hak-hak istimewa yang dimiliki pria secara sadar maupun tidak.
Dalam buku itu, ia berargumen bahwa selama ini pria, terutama pria heteroseksual, sering membuat tuntutan terhadap perempuan tanpa memberi timbal balik yang setimpal. Kerugian yang harus diterima perempuan antara lain victim blaming dalam berbagai konteks kekerasan berbasis gender, pelimpahan beban ganda di sektor domestik maupun publik, sampai hambatan bagi perempuan untuk mengisi posisi-posisi yang secara tradisional dikuasai pria. Meski sering ada meme yang menggunakan slogan “perempuan gak pernah salah”, realitas di lapangan menyatakan sebaliknya. Lewat kerangka pikir male entitlement ini, prialah yang tak pernah salah. Masih susah membayangkannya? Tonton lima film tentang male entitlement berikut biar melek.
