Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Rekomendasi Film Etnofiksi Afrika, Bukan Dokumenter Biasa

5 Rekomendasi Film Etnofiksi Afrika, Bukan Dokumenter Biasa
Xala (dok. Criterion/Xala)
  • Etnofiksi memadukan fiksi dan dokumenter etnografi untuk menampilkan budaya serta dinamika sosial-politik secara imersif, subjektif, dan kolaboratif dengan pihak berpengalaman langsung.
  • Rekomendasi mencakup Mortu Nega, I, a Negro, dan Jaguar, yang mengangkat perang kemerdekaan Guinea-Bissau, pekerja migran Nigeria di Abidjan, serta mobilitas sosial pemuda Niger.
  • Xala dan Yam Daabo menyoroti kritik korupsi serta arogansi pria di Senegal, juga perjuangan keluarga Burkina Faso mencari lahan subur setelah mengalami kelaparan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Biasanya film etnografi dibuat dengan format dokumenter. Tujuannya supaya penonton bisa melihat sebuah kultur apa adanya tanpa bumbu dan penghakiman. Namun, dalam perkembangannya, gak sedikit sutradara yang mencoba memadukan fiksi dengan dokumenter etnografi. Istilahnya etnofiksi dan biasanya lebih imersif.

Penasaran seberapa kerennya film-film etnofiksi? Berikut beberapa sampel dari Afrika yang bisa kamu tonton sebagai perkenalan. Awas jatuh cinta!

  1. 1. Mortu Nega (1988)

    Mortu Nega
    Mortu Nega (dok. Films at Lincoln Center/Mortu Nega)

    Mortu Nega atau dalam bahasa Inggris dikenal juga dengan judul Those Whom Death Refused adalah petualangan seorang perempuan asal Guinea-Bissau yang berusaha mencari suaminya di tengah gejolak perang kemerdekaan. Ia pada akhirnya berhasil menemukan sang suami, tetapi ternyata hidup mereka tak semulus bayangan. Ada jarak tak terlihat yang memisahkan mereka, masih diperparah pula dengan situasi pascakemerdekaan yang penuh ketidakpastian. Mortu Nega adalah film paling populer dari sutradara Guines-Bissau, Flora Gomes yang memang memakai etnofiksi sebagai signaturnya.

    • Genre: etnofiksi, drama politik
    • Pemain: Tunu Eugenio Almada, Bia Gomes
    • Sutradara: Flora Gomes

  2. 2. I, a Negro (1958)

    I, a Negro
    I, a Negro (dok. Les Films de la Pléiade/I, a Negro)

    Selain Flora Gomes, etnofiksi juga ciri khas sutradara Prancis, Jean Rouch. Dalam I, a Negro misalnya, Rouch mengajak kita mengikuti keseharian sekelompok anak muda asal Nigeria yang jadi pekerja migran serabutan di jalanan Abidjan, Pantai Gading. Mereka tokoh fiksi yang bahkan pakai nama samaran, tetapi keseharian mereka diliput layaknya dokumenter dengan narasi ala monolog yang imersif.

    • Genre: etnofiksi
    • Pemain: Oumaru Ganda, Petit Toure
    • Sutradara: Jean Rouch

  3. 3. Jaguar (1968)

    Jaguar Jean Rouch
    Jaguar (dok. DAFilms/Jaguar)

    Masih dari Jean Rouch, Jaguar adalah perjalanan mengadu nasib tiga pemuda asal Niger. Mereka berangkat bersama dengan jalan kaki menuju Accra, ibu kota negara yang kini bernama Ghana dengan mengikuti jalur budak era penjajahan. Di sana, nasib mereka berubah sesuai kemampuan dan keterampilan mereka mencari peluang. Satu masih jadi buruh kasar karena buta huruf, satu lagi berhasil menaiki tangga sosial-ekonomi lewat bisnis lukratifnya. Lewat pengalaman mereka, kita bisa melihat sekilas isu khas negara bekas jajahan yang timpangnya gak ada obat.

    • Genre: etnofiksi
    • Pemain: Damouré Zika, Lam Ibrahim Dia
    • Sutradara: Jean Rouch

  4. 4. Xala (1975)

    Xala Ousmane Sembene
    Xala (dok. Criterion/Xala)

    Xala adalah kisah El Hadji Abdoukader Beye, seorang pejabat pemerintah sekaligus pebisnis asal Senegal yang menemukan dirinya mengalami impotensi jelang pernikahannya dengan istri ketiga. El Hadji curiga salah satu istri tertuanya mengirimnya guna-guna. Di sisi lain, ia harus menghadapi masalah lain yang tak kalah mendesak, yakni tersingkapnya kasus penggelapan dana yang ia lakukan beberapa tahun lalu. Kocak, getir, dan menampar banget kritik sosialnya. Ini bukan hanya soal korupsi di kalangan penguasa, tetapi juga arogansi pria (male entitlement).

    • Genre: etnofiksi, satire
    • Pemain: Thierno Leye, Seune Samb
    • Sutradara: Ousmane Sembène

  5. 5. Yam Daabo (1987)

    The Choice Yam Daabo 1987
    Yam Daabo (dok. Criterion/Yam Daabo)

    Satu keluarga asal sebuah desa terpencil di Burkina Fasso memutuskan untuk bermigrasi ke lahan yang lebih subur setelah menderita kelaparan selama beberapa waktu. Mereka bisa saja menunggu bantuan luar negeri datang, tetapi entah kapan itu akan terjadi. Perjalanan pun dimulai dengan bekal pas-pasan dan tekat baja. Namun, lahan yang mereka jadikan harapan itu ternyata tak serta merta menyambut mereka dengan hangat. Yam Daabo adalah film neorealis yang tragis dan getir, beberapa inti konfliknya hanya ditunjukkan lewat suara dan dialog, tetapi berhasil bikin penontonnya terganggu seketika.

    • Genre: etnofiksi, neorealisme
    • Pemain: Aoua Guiraud, Moussa Bologo
    • Sutradara: Idrissa Ouédraogo

    Etnofiksi memang sebuah inovasi yang perlu diapresiasi. Ia berhasil menampilkan sebuah dinamika sosial-politik dengan cara imersif dan subjektif. Ini bikin etnofiksi diklaim lebih etis karena melalui proses kolaborasi dengan aktor atau pihak yang punya pengalaman langsung tentang satu fenomena ketimbang hanya mengikuti keseharian seseorang secara mentah-mentah. Tertarik nonton?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More