8 Film Terakhir Artis Indonesia sebelum Meninggal Dunia

Kepergian sejumlah artis Indonesia selalu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan, dan para penggemarnya. Tak sedikit dari mereka yang masih sempat menyelesaikan sebuah film sebelum berpulang. Film tersebut pun menjadi karya terakhir mereka.
Salah satunya, karya dari Gary Iskak yang berjudul Lastri: Arwah Kembang Desa yang masih bisa disaksikan di layar lebar saat artikel ini ditulis. Berikut beberapa film terakhir artis Indonesia sebelum meninggal dunia yang masih dikenang hingga kini.
1. Gary Iskak dalam film Lastri: Arwah Kembang Desa

Aktor kawakan Gary Iskak telah merampungkan seluruh adegan dan proses pengisian suara untuk film Lastri: Arwah Kembang Desa, meski belum sempat melakukan pemotretan poster. Karakternya di film ini salah satu peran utama bernama Turenggo.
Ini menjadi penampilan terakhirnya sebelum Gary mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 29 November 2025, akibat kecelakaan tunggal. Film ini pun menjadi sangat emosional, karena Gary beradu akting dengan Nando, putra kandungnya sendiri, untuk terakhir kalinya.
2. Suzzana dalam Hantu Ambulance

Setelah sempat vakum cukup lama dari layar lebar, ratu horor Indonesia, Suzzanna, sempat kembali menyapa penggemar lewat film Hantu Ambulance pada tahun 2008. Tak disangka, film tersebut menjadi karya penutup dari perjalanan panjang kariernya di dunia sinema.
Suzzanna meninggal dunia di tahun yang sama, tak lama setelah film tersebut dirilis. Ia meninggalkan citra ikonik yang hingga kini belum tergantikan oleh siapa pun. Saking legendarisnya, karya-karya Suzzanna sampai dihidupkan kembali lewat aktor-aktor terkenal saat ini, seperti Luna Maya.
3. Didi Kempot di Sobat Ambyar

Mendiang "The Godfather of Broken Heart", Didi Kempot, juga sempat terlibat dalam produksi film Sobat Ambyar yang mengangkat fenomena komunitas penggemarnya. Bukan hanya mengisi soundtrack, Didi tampil secara langsung memperlihatkan karismanya di atas panggung dalam film tersebut. Kepergiannya yang mendadak pada Mei 2020 membuat film ini dirilis sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya di industri musik Indonesia.
4. Epy Kusnandar dalam Janur Ireng

Dikenal luas lewat karakter ikonik Kang Mus di televisi, Epy Kusnandar juga menampilkan aktingnya lewat sejumlah film layar lebar. Salah satunya horor Janur Ireng. Film tersebut merupakan bagian dari semesta Sewu Dino yang memiliki basis penggemar besar. Namun, sayangnya Epy Kusnandar berpulang terlebih dahulu pada 3 Desember 2025, hanya dua minggu sebelum film tersebut resmi tayang pada 24 Desember 2025.
5. Pretty Asmara di Start Up Never Give Up

Kisah perjuangan membangun bisnis dalam film Start Up Never Give Up menjadi panggung terakhir bagi aktris komedi Pretty Asmara. Meski proses produksinya mengalami berbagai kendala hingga baru bisa dirilis ke publik beberapa tahun setelah kepergiannya, kehadiran Pretty di layar lebar memberikan warna tersendiri. Pretty Asmara meninggal dunia akibat komplikasi penyakit pada 2018 silam.
6. Yayu Unru dalam Lampir dan Perjalanan Pembuktian Cinta

Aktor senior sekaligus pelatih akting Yayu Unru meninggalkan sejumlah karya terakhir sebelum wafat akibat serangan jantung pada 8 Desember 2023 di usia 61 tahun. Penampilan terakhirnya dapat disaksikan dalam film horor Lampir sebagai Slamet dan film drama religi Perjalanan Pembuktian Cinta sebagai Syukron yang dirilis pada 2024. Sebelumnya, Yayu juga sempat mencuri perhatian lewat perannya dalam serial Hollywood The Last of Us produksi HBO yang tayang pada 2023.
7. Vidi Aldiano di Tunggu Aku Sukses Nanti

Penyanyi Vidi Aldiano memberikan kejutan besar bagi penggemarnya lewat keterlibatannya dalam film bertajuk Tunggu Aku Sukses Nanti. Di tengah perjuangan panjangnya melawan penyakit kanker yang diderita, Vidi ikut tampil sebagai cameo bersama sahabat-sahabatnya. Vidi meninggal dunia pada 7 Maret 2026, seminggu sebelum film tersebut dirilis.
8. Harusnya Horror

Lula Lahfah meninggalkan karya terakhirnya lewat film Harusnya Horor, yang digarap bersama sang kekasih, Reza Arap. Film tersebut menjadi penampilan terakhir sang kreator konten sebelum ia meninggal dunia pada 23 Januari 2026 di sebuah apartemen di Jakarta Selatan. Kepergiannya sempat menggemparkan publik. Setelah penyelidikan, polisi memastikan tidak menemukan unsur tindak pidana dalam kasus kematiannya. Adapun film Harusnya Horor dijadwalkan tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2026.
Deretan film di atas kini bisa kamu saksikan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya luar biasa para bintang Tanah Air. Beberapa di antaranya masih bisa kamu tonton melalui layanan streaming seperti Vidio dan Netflix, sementara film terbaru seperti Lastri: Arwah Kembang Desa masih tayang di bioskop seluruh Indonesia.





















