Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Terbaik Ermanno Olmi, Setia Pakai Jasa Aktor Amatir
Il Posto (dok. Criterion/Il Posto)
  • Ermanno Olmi dikenang lewat gaya sinematik humanis dan minimalis, dengan karya-karya yang kerap mengangkat pengalaman kelas pekerja serta kelompok rentan.

  • Lima film pilihannya mencakup kisah petani tereksploitasi, pekerja muda dan buruh pabrik, gelandangan migran, hingga tentara Italia dalam Perang Dunia I.

  • Olmi konsisten memakai aktor amatir dan pendatang baru untuk memperkuat autentisitas film, meski Greenery Will Bloom Again juga melibatkan aktor profesional yang belum dikenal luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Butuh film yang gak pasaran untuk sesi nontonmu malam ini? Coba kenalan dengan sutradara Italia Ermanno Olmi, yuk! Sudah berpulang 8 tahun lalu, karya-karya Olmi meninggalkan legasi yang tak main-main. Dikenal dengan gaya humanis dan minimalisnya, film Ermanno Olmi sering disebut dalam daftar sinema favorit sutradara modern lainnya.

Penasaran sebrilian apa film-film sang sutradara yang ia buat sepanjang kariernya? Ini 5 film terbaik Ermanno Olmi yang bisa kamu masukkan ke watchlist atau tonton langsung sekarang juga.

1. The Tree of Wooden Clogs (1978)

The Tree of Wooden Clogs (dok. Criterion/The Tree of Wooden Clogs)

The Tree of Wooden Clogs adalah kisah 4 keluarga yang bekerja di sebuah ladang milik tuan tanah di sebuah desa di provinsi Bergamo, Italia. Latar tahunnya adalah akhir abad ke-19 ketika berbagai revolusi dan perubahan konstelasi politik terjadi di Italia.

Mirisnya, segala pergolakan itu tidak mengubah apa pun dalam hidup para petani tersebut. Mereka masih miskin, dieksploitasi, dan bisa didepak dari lahan itu kapan saja tergantung pada kebesaran hati si tuan tanah. Kalau kamu pernah nonton film Happy as Lazzaro (2019), film ini adalah potret realitas eksploitasi pekerja dan praktik semiperbudakan di Italia.

  • Genre: neorealisme

  • Pemain: Luigi Ornaghi, Francesca Moriggi

  • Sutradara: Ermanno Olmi

2. Il Posto (1961)

Il Posto (dok. Criterion/Il Posto)

Tak bisa berleha-leha setelah tahu keluarganya punya masalah keuangan, Domenico merantau ke Milan untuk bekerja, meninggalkan studinya yang belum selesai. Dengan pengalaman minim dan pendidikan seadanya, Domenico yang masih belia akhirnya diterima di sebuah perusahaan sebagai kurir surat.

Sebelum bekerja, Domenico harus melalui serangkaian tes dan ujian yang tak bisa dibilang sederhana untuk bisa mengisi posisi tersebut. Pada fase itu, ia sempat bertemu dan berbincang dengan rekan senasib bernama Antonietta. Sayangnya, mereka ditempatkan di divisi berbeda. Ditambah beban kerja yang gak sedikit, sulit bagi keduanya untuk bertemu, bahkan sekejap saja.

  • Genre: dramedi, romance

  • Pemain: Loredana Detto, Sandro Panseri

  • Sutradara: Ermanno Olmi

3. The Fiances (1963)

The Fiances (dok. Criterion/The Fiances)

The Fiances adalah cerita Giovanni, buruh pabrik yang mendapat tawaran naik pangkat dari perusahaan. Guna keperluan itu, ia harus bersedia dimutasi ke luar kota, yang berarti menjalani hubungan jarak jauh dengan tunangannya, Liliana. Giovanni juga harus meninggalkan ayahnya yang sering sakit untuk pekerjaan ini.

Awalnya berat dan kesepian, Giovanni perlahan membiasakan diri dengan kondisi barunya. Film Ermanno Olmi ini minimalis, tetapi beresonansi dengan banyak orang dari kelas pekerja.

  • Genre: drama, romance

  • Pemain: Anna Canzi, Carlo Cabrini

  • Sutradara: Ermanno Olmi

4. The Legend of Holy Drinker (1988)

The Legend of Holy Drinker (dok. Film at Lincoln Center/The Legend of Holy Drinker)

Diadaptasi dari novel Austria karya Joseph Roth, film ini berpusat pada Andreas, pekerja migran asal Polandia yang terjebak dalam adiksi alkohol dan kini jadi gelandangan di Paris. Satu hari, seorang pria tak dikenal meminjamkan sejumlah uang. Syaratnya, ia harus mengembalikan uang itu dalam bentuk donasi ke gereja. Andreas bisa saja tak memenuhi janji itu, tetapi batinnya terus terusik dan ia mengalami berbagai kejadian ikutan yang membuatnya teringat pada janji tersebut.

  • Genre: neorealisme

  • Pemain: Rutger Hauer, Anthony Quayle

  • Sutradara: Ermanno Olmi

5. Greenery Will Bloom Again (2014)

Greenery Will Bloom Again (dok. Film at Lincoln Center/Greenery Will Bloom Again)

Greenery Will Bloom Again adalah film fitur terakhir Ermanno Olmi sebelum ia wafat pada 2018. Film ini diadaptasi dari cerpen berjudul La Paura karya Federico De Roberto. Intinya tentang sekelompok tentara Italia yang terjebak di pegunungan bersalju pada musim dingin 1917.

Saat itu, Perang Dunia I masih berkecamuk dan Olmi memilih untuk tidak meromantisasi apa pun tentang konflik bersenjata itu. Lensa fokusnya tertuju pada kegetiran perang dan berbagai komando tak berguna yang hanya memperparah situasi para tentara tersebut. Olmi merekrut aktor profesional yang saat itu belum begitu dikenal, yakni Claudio Santamaria Ferraro sebelum ia dikenal luas karena perannya di film They Call Me Jeeg (2015) dan Alessandro Sperduti sebelum ia jadi bintang serial Medici (2016).

  • Genre: antiperang, drama

  • Pemain: Claudio Santamaria Ferraro, Alessandro Sperduti 

  • Sutradara: Ermanno Olmi

Selain gaya sinematiknya yang khas, ada satu elemen penting dalam film-film garapan Ermanno Olmi. Yakni, kesetiannya menggunakan jasa aktor amatir dan pendatang baru. Ini membuat filmnya terasa autentik dan membuktikan bahwa naskah buatannya memang kuat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article