Skena film Jepang memang gak ada habisnya untuk ditelusuri. Namun, kerap kali kamu dibikin tak nyaman dengan adegan-adegan yang rasanya terlalu eksploitatif, terutama soal tubuh dan otonomi perempuan. Sebagai alternatif dari narasi dominan dalam semesta sinematik Jepang, bolehlah melipir ke film-film Jepang karya sutradara perempuan.
Salah satunya Kinuyo Tanaka, nih. Aktif pada dekade 1950—1960-an, Tanaka sering diklaim sebagai sutradara film perempuan pertama Jepang. Tanaka, yang dulunya seorang aktris, mengalami keresahan saat mulai menua. Untuk mempertahankan relevansinya, Tanaka kemudian bermanuver menjadi sutradara. Sebuah gebrakan kala itu mengingat industri sinema Jepang masih didominasi pria.
Film-film Tanaka memang klasik, tetapi relevansinya masih terasa hingga sekarang. Lewat lensa kameranya, ia berhasil menangkap dunia dari perspektif perempuan yang kerap terabaikan oleh perhatian sutradara pria. Seperti apa? Ini empat film terbaik Kinuyo Tanaka untukmu.
