press conference pertunjukan Home Sweet Loan The Musical, Senin (14/9/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Di balik 18 lagu yang telah dipersiapkan, proses penggarapan musik Home Sweet Loan The Musical juga memiliki tantangan tersendiri. Setiap lagu tidak hanya dibuat untuk melengkapi adegan, tetapi juga harus mampu membawa cerita dan emosi Kaluna dari satu bagian ke bagian berikutnya.
Ivan Tangkulung pun menjelaskan bahwa sejak awal musik untuk Home Sweet Loan The Musical disusun sebagai satu perjalanan, bukan sekadar kumpulan lagu yang berdiri sendiri. Setiap lagu memiliki fungsi untuk membawa cerita dan emosi Kaluna ke tahap berikutnya, sehingga keseluruhan musik terasa menyatu dengan alur cerita. Menurutnya, tantangan tersebut kian terasa saat menyusun lagu penutup karena ia dan timnya ingin menghadirkan kembali berbagai emosi yang telah dilalui Kaluna, mulai dari tekanan, amarah, lelah, hingga harapan dan keberanian untuk memilih dirinya sendiri.
Ivan juga menceritakan proses kreatif di balik kolaborasinya bersama Idgitaf. Menurutnya, mereka menjalani sekitar dua hingga tiga songwriting session untuk menciptakan lagu-lagu yang dibutuhkan dalam Home Sweet Loan The Musical.
“Aku harus bilang, Idgitaf itu seorang magician dalam membuat lagu. Sangat gampang dan benar-benar penuh magis. Jadi, kalau kita sedang session di studio, aku di keyboard, dia di laptop untuk menulis lirik,” kata Ivan Tangkulung.
Menurut Ivan, proses kreatif dalam songwriting session bersama Idgitaf membuat proses penciptaan lagu berjalan dengan cepat. Hanya dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam, mereka bisa menghasilkan dua hingga tiga lagu dalam satu sesi. Pada akhirnya, pengalaman tersebut pun menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi Ivan selama berkolaborasi dengan Idgitaf.