Davika Hoorne sebelum pemutaran film "Inherit" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (7/11/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Hubungan profesional Davika dan Banjong ternyata memiliki arti tersendiri bagi sang aktris. Ia bahkan mengaku langsung menerima tawaran untuk bergabung dalam Inherit tanpa membaca naskahnya terlebih dahulu.
"Sebenarnya, Pi Tong (Banjong) bilang dia akan menggarap proyek ini dan dia mengajak saya, dia bertanya, 'Mau ikut bergabung tidak?' Saya langsung menjawab 'Iya,' bahkan tanpa membaca naskah, daftar pemain, atau detail apa pun," jelasnya.
Keputusan tersebut tidak lepas dari pengaruh Pee Mak terhadap perjalanan karier Davika. Film yang dibintanginya bersama Mario Maurer itu membuka banyak kesempatan baginya, sekaligus membuat namanya semakin dikenal, termasuk oleh penonton Indonesia.
"Menurut saya, dia adalah sosok yang telah mengubah hidup saya. Proyek ini menjadi kesempatan kedua untuk bekerja sama dengannya, dan saya berharap penonton akan menyukainya. Secara pribadi, saya sendiri sudah sangat puas dengan hasil akhir film ini," tutur Davika.
Bahkan, aktris berusia 34 tahun tersebut sudah menonton Inherit sebanyak tiga kali, yakni di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) dan Festival Film Internasional Busan (BIFF). Pengalaman menontonnya berulang kali justru membuat Davika menyadari bahwa film tersebut mampu menghadirkan ketakutan dari bagian yang berbeda.
"Saya sudah menontonnya tiga kali. Ya, saya menontonnya dua kali di Kanada dan sekali di Busan. Jadi, saya harap kalian punya kesempatan untuk menontonnya, karena setiap kali menonton, kalian akan merasa takut di bagian yang berbeda-beda. Saya sampai berteriak kencang sekali (saat nonton Inherit)," pungkasnya.