Jadi Nenek 85 Tahun di Inherit, Davika Hoorne: Rasanya Luar Biasa

- Davika Hoorne membintangi Inherit sebagai Woranart, nenek 85 tahun berwajah muda yang harus mewariskan roh kelabang kuno kepada cucunya.
- Film horor-thriller arahan Banjong Pisanthanakun ini mengadaptasi novel Tayat Asun, mengisahkan keluarga kaya yang hancur setelah garis keturunannya dirasuki entitas mengerikan.
- Davika langsung menerima tawaran tanpa membaca naskah karena pengalaman di Pee Mak, dan menyebut Inherit memberi ruang eksplorasi akting serta teror psikologis berbeda.
Jakarta, IDN Times - Aktris Thailand Davika Hoorne kembali bekerja sama dengan sutradara Banjong Pisanthanakun dalam film horor-thriller terbaru berjudul Inherit (2026). Kali ini, ia mendapat tantangan tak biasa dengan memerankan seorang nenek berusia 85 tahun tapi memiliki penampilan jauh lebih muda dari umurnya.
Inherit sendiri terpilih sebagai film penutup Jakarta World Cinema (JWC) 2026 dan diputar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada Sabtu malam (7/11/2026). Film ini sekaligus menandai kembalinya Banjong dengan karya layar lebar setelah The Medium (2021). Lalu, seperti apa pengalaman Davika menjalani peran unik tersebut?
1. Davika Hoorne perankan nenek berusia 85 tahun di film Inherit

Davika Hoorne sebelum pemutaran film "Inherit" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (7/11/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana) Kisah Inherit sebenarnya sudah sangat dikenal di Thailand. Film ini merupakan adaptasi layar lebar pertama dari novel horor populer Tayat Asun yang terbit pada 1991. Sebelumnya, cerita tersebut telah diangkat menjadi drama televisi sebanyak tiga kali.
Dalam versi film, Banjong Pisanthanakun menghadirkan kisah tentang sebuah keluarga kaya raya yang reputasi dan citranya hancur setelah roh kelabang kuno merasuki garis keturunan mereka. Dikisahkan kalau Woranart (karakter yang diperankan Davika Hoorne), memiliki tanggung jawab untuk mewariskan entitas mengerikan yang bersemayam dalam dirinya kepada generasi berikutnya.
"Karakter yang saya perankan sangat menarik karena saya menjadi seorang nenek berusia 85 tahun, namun penampilannya tampak seperti seseorang yang berusia 30 tahun. Ia harus mewariskan kelabang, semacam iblis yang ada di dalam dirinya, kepada cucunya," ucapnya.
Meski terdengar tidak biasa, Davika justru menikmati pengalaman tersebut. Ia merasa karakter yang dimainkan memberikan pengalaman baru yang menyenangkan selama berkarier sebagai aktris.
"Memerankan karakter ini sungguh membawa kebahagiaan besar dalam hidup saya, rasanya luar biasa sekali saat memainkannya," tutur Davika dengan wajah sumringah.
2. Beda genre, Davika Hoorne sebut Inherit beda dengan Pee Mak

Davika Hoorne sebelum pemutaran film "Inherit" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (7/11/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana) Bekerja sama kembali dengan Banjong membuat Davika teringat pada Pee Mak (2013), film horor-komedi yang menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Ia sendiri menegaskan bahwa Inherit menawarkan pengalaman dan cerita yang sangat berbeda. Jika Pee Mak memiliki unsur romansa yang kuat, film terbarunya lebih berfokus pada teror psikologis dan konflik keluarga.
"Ada perbedaan mencolok dibandingkan dengan film Pee Mak, karena dalam Pee Mak karakternya menanti orang terkasih dan ceritanya berfokus pada kisah cinta, sedangkan film ini bukan tentang kisah cinta, tetapi sangat seru," jelas Davika.
Meski berbeda dengan karakter Nak, Davika justru senang memerankan Woranart. Salah satu hal yang membuatnya semakin menyukai karakter tersebut adalah kebebasan untuk melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan oleh sosok nenek dalam kehidupan sehari-hari.
"Bayangkan saja, nenek dalam film ini mengenakan bikini dan melakukan berbagai hal yang mungkin tidak pernah terbayangkan bakal dilakukan oleh seorang nenek. Jadi, saya benar-benar menyukai film ini," imbuhnya.
Davika juga merasa Inherit memberikan ruang untuk mengeksplorasi sisi lain kemampuan aktingnya. Di tengah banyaknya proyek yang sedang dikerjakan, film ini menjadi pengalaman yang terasa istimewa.
"Saat ini saya terlibat dalam banyak proyek, tetapi proyek yang satu ini sangat unik dan mampu membangkitkan jiwa saya sebagai seorang aktris. Jadi, saya sangat senang Tong (panggilan akrab Banjong) mengajak saya untuk bergabung dalam proyek ini," akunya.
3. Davika langsung terima tawaran main Inherit tanpa baca naskah dulu

Davika Hoorne sebelum pemutaran film "Inherit" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (7/11/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana) Hubungan profesional Davika dan Banjong ternyata memiliki arti tersendiri bagi sang aktris. Ia bahkan mengaku langsung menerima tawaran untuk bergabung dalam Inherit tanpa membaca naskahnya terlebih dahulu.
"Sebenarnya, Pi Tong (Banjong) bilang dia akan menggarap proyek ini dan dia mengajak saya, dia bertanya, 'Mau ikut bergabung tidak?' Saya langsung menjawab 'Iya,' bahkan tanpa membaca naskah, daftar pemain, atau detail apa pun," jelasnya.
Keputusan tersebut tidak lepas dari pengaruh Pee Mak terhadap perjalanan karier Davika. Film yang dibintanginya bersama Mario Maurer itu membuka banyak kesempatan baginya, sekaligus membuat namanya semakin dikenal, termasuk oleh penonton Indonesia.
"Menurut saya, dia adalah sosok yang telah mengubah hidup saya. Proyek ini menjadi kesempatan kedua untuk bekerja sama dengannya, dan saya berharap penonton akan menyukainya. Secara pribadi, saya sendiri sudah sangat puas dengan hasil akhir film ini," tutur Davika.
Bahkan, aktris berusia 34 tahun tersebut sudah menonton Inherit sebanyak tiga kali, yakni di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) dan Festival Film Internasional Busan (BIFF). Pengalaman menontonnya berulang kali justru membuat Davika menyadari bahwa film tersebut mampu menghadirkan ketakutan dari bagian yang berbeda.
"Saya sudah menontonnya tiga kali. Ya, saya menontonnya dua kali di Kanada dan sekali di Busan. Jadi, saya harap kalian punya kesempatan untuk menontonnya, karena setiap kali menonton, kalian akan merasa takut di bagian yang berbeda-beda. Saya sampai berteriak kencang sekali (saat nonton Inherit)," pungkasnya.























