Milly Alcock dalam film Supergirl terbaru (dok. Warner Bros. Pictures/Supergirl)
Tiba waktunya untuk pembuktian tatkala DCU memulai debutnya di layar lebar melalui film Superman (2025). Film ini memang berfokus memperkenalkan Clark Kent alias Superman (David Corenswet) sebagai sosok pahlawan yang hangat dan optimis. Namun, kemunculan singkat Milly Alcock sebagai Kara Zor-El alias Supergirl pada adegan akhir film sudah berhasil mencuri perhatian penonton dan fans DC.
Alcock akhirnya mendapat kesempatan menjadi pemeran utama melalui film Supergirl, 42 tahun sejak Helen Slater membintangi film solonya pada 1984. Film ini menuai reaksi yang beragam, tetapi pembawaan Girl of Steel versi Alcock dengan vibes remaja rebel berhasil mendapat tempat di hati penonton. Meski dibayangi luka masa lalu, Supergirl tetap berusaha menjadi pahlawan dengan caranya sendiri tanpa harus menjadi pribadi yang sempurna.
“Film ini adalah pengingat yang sangat baik bahwa dunia bisa runtuh di sekitarmu, tetapi kamu bisa menjadi pahlawan dalam kisahmu sendiri," kata Alcock saat menggambarkan versi Supergirl yang diperankannya, seperti dikutip dari Vanity Fair.
Kisah Milly Alcock yang penuh lika-liku ini menjadi pengingat bahwa setiap kesuksesan diraih melalui perjuangan dan kerja keras yang jarang disorot oleh kamera. Tanpa kedua hal tersebut, kita mungkin tidak akan melihat penampilan Alcock yang gemilang sebagai pewaris Iron Throne dalam House of the Dragon sebelum akhirnya dipercaya untuk memerankan Supergirl di DCU.