Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jordan Susanto Sempat Ingin Batal Rilis Album Million Different Reasons, Kenapa?

Jordan Susanto Sempat Ingin Batal Rilis Album Million Different Reasons, Kenapa?
Potret Jordan Susanto dijumpai usai listening session album Million Different Reasons, Rabu (15/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
Intinya Sih
  • Jordan Susanto sempat ingin membatalkan perilisan album keduanya, Million Different Reasons, karena terasa sangat personal, tetapi pada akhirnya tetap akan dirilis setelah melihat perjuangan panjang proses pembuatannya.

  • Album Million Different Reasons menjadi eksplorasi mendalam tentang arti cinta dalam berbagai bentuk—dari pertemanan hingga percintaan—serta menjadi sekuel dari album pertamanya yang berjudul Jordan.

  • Dalam proses kreatifnya, Jordan tidak banyak memikirkan referensi dan membiarkan ide mengalir alami; lagu-lagunya lahir dari refleksi pribadi dan pengamatan terhadap kehidupan serta orang-orang di sekitarnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Kesuksesan yang direngkuh melalui lagu "Senopati in the Rain" di album pertama bertajuk Jordan tidak membuat seorang Jordan Susanto langsung berpuas diri. Kini, penyanyi dan penulis lagu kelahiran 1997 itu bakal merilis album keduanya, Million Different Reasons.

Album kali ini ternyata memiliki makna tentang eksplorasi arti dari cinta yang lebih dalam lagi. Meski demikian, Jordan awalnya sempat ingin membatalkan perilisan album Million Different Reasons. Kira-kira, apa yang terjadi?

1. Terasa personal, Jordan sempat ingin batalkan perilisan Million Different Reasons

Artwork album Million Different Reasons dari Jordan Susanto (dok. Secret Signals/Kabenaya)
Artwork album Million Different Reasons dari Jordan Susanto (dok. Secret Signals/Kabenaya)

Di hadapan awak media, Jordan Susanto bercerita bahwa Million Different Reasons telah digodoknya selama lebih dari setahun setengah bersama teman-temannya. Album ini pun dianggap Jordan sebagai ruang untuk mengekspresikan dirinya tanpa kompromi untuk mengeluarkan isi hatinya.

"Album ini jadi ruang untuk aku bisa mengekspresikan diri sejujurnya, dan jadi diri sendiri. Keluarnya, ya apa adanya, tanpa ada kompromi demi pemasaran atau gimana, dan memang karena di titik itu sudah gak mampu untuk kompromi. Mungkin hati gue udah saking penuhnya, pengin keluarin, tuangin semuanya," kata Jordan saat dijumpai di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Lantaran terasa personal, Jordan pun sempat terlintas untuk mengurungkan niatnya merilis album ini. Namun, ia pada akhirnya tetap memilih untuk merilis Million Different Reasons setelah melihat bagaimana panjangnya perjalanan yang ditempuh untuk menggarap karya tersebut.

"Jadi, ya ini album sebenarnya ada sedikit keinginan, 'Gak usah dirilis deh. Buat gue saja, buat gue simpan,' cuman ya mungkin itu gak adil ya buat kita yang sudah susah payah ngerjain sampai segitunya," tambah Jordan.

2. Jordan Susanto eksplorasi lebih dalam arti cinta lewat album ini

Potret Jordan Susanto dijumpai usai listening session album Million Different Reasons, Rabu (15/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
Potret Jordan Susanto dijumpai usai listening session album Million Different Reasons, Rabu (15/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Menariknya, Million Different Reasons dipilih sebagai judul album karena lewat karya ini Jordan ingin mengeksplorasi lebih dalam lagi arti dari kata cinta yang menurutnya amat beragam.

Bahkan, album ini hadir sebagai sekuel dari Jordan, yang ditutup dengan lagu "Will I Ever Love Again?". Meski disebut menjadi sekuel, Jordan menjelaskan bahwa Million Different Reasons sejatinya tidak benar-benar menjawab pertanyaan lagu tersebut.

"Ternyata memang pengalaman manusia itu sangat beragam, dan romantisisme, naratif yang kita dapat dari pop-culture romatisisme itu sebenarnya ya mungkin oversimplified, dan album ini tuh eksplorasi kayak apa itu arti-arti cinta sesungguhnya, dan sebenarnya gak hanya ada satu jawaban. Makanya, dieksplorasi semua dari segi pertemanan, kekeluargaan, atau percintaan. Intinya itu," sambungnya.

3. Jordan akui tak banyak mikir soal referensi saat garap album keduanya

Potret Jordan Susanto untuk lagu Nervous (dok. Secret Signals/Haruka Ozara)
Potret Jordan Susanto untuk lagu Nervous (dok. Secret Signals/Haruka Ozara)

Mengenai inspirasi, Jordan mengaku kalau ia tak banyak memikirkan soal referensi saat membuat album keduanya, jika dibandingkan dengan album perdananya. Di album kedua ini, ia mengaku proses penulisan lagu sampai permainan musik dan proses produksi terasa berjalan mengalir.

Misalnya saja seperti lagu "Life Lately" yang diakuinya sebagai bentuk perenungan atas apa yang terjadi di dalam kehidupannya belakangan ini. Sementara itu, lagu "Take a Look at Yourself" juga dibuat setelah melihat banyak teman-temannya yang menyendiri.

"Sebenarnya untuk lirik pembuka itu tuh benar-benar saya nulis sebagai puisi dulu, beneran perenungan belakangan ini apa sih yang lagi terjadi dalam hidupku. Jadi, sangat literally life lately. Kalau 'Take a Look at Yourself' juga ngeliatin teman-teman yang banyak menyendiri, apalagi laki-laki yang banyak bisa dibilang susah untuk membicarakan perasaan mereka yang sesungguhnya," tutup Jordan.

Di antara semua track di album kali ini, Jordan akui paling suka dengan "Million Different Reasons" yang juga menjadi karya kebanggaannya karena saat itu ia menulis liriknya tanpa effort. Album kedua Jordan Susanto bertajuk Million Different Reasons bakal dirilis lewat digital streaming platform mulai 17 Juli 2026 mendatang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More