Kata Hanung Bramantyo, Dikritik soal Anak Ikut Upacara Adat Bali sebelum Pentas

- Hanung Bramantyo mengunggah momen mengantar putrinya, Kana Sybilla, mengikuti upacara adat bersama penari sebelum tampil dalam pentas tari Bali di Ubud.
- Unggahan itu dikritik karena keluarga Hanung beragama Islam. Hanung menyebut keikutsertaan tersebut sebagai toleransi dan menegaskan keyakinan keluarganya tetap Islam.
- Dalam unggahan lanjutan, Hanung menyoroti sikap merasa paling suci, mengingatkan bahwa hanya Allah mengetahui ketakwaan manusia, serta mengajak untuk rendah hati.
Sutradara Hanung Bramantyo menjadi sorotan usai mengunggah momen saat mengantar putrinya, Kana Sybilla, tampil dalam pentas tari di Ubud, Bali. Namun, momen yang sebenarnya memperlihatkan kehangatan Hanung sebagai seorang ayah itu menuai kritik, karena Kana Sybilla diketahui mengikuti prosesi upacara adat sebelum pertunjukan.
Banyak netizen yang mempertanyakan keputusan Hanung mengizinkan putrinya mengikuti upacara adat, mengingat keluarga mereka diketahui beragama Islam. Menanggapi kritik yang bermunculan, Hanung pun memberikan penjelasan melalui kolom komentar. Tak hanya itu, ia juga mengunggah respons panjang yang menegaskan pandangannya tentang toleransi serta menyinggung sikap orang-orang yang merasa dirinya lebih suci dari orang lain.
1. Hanung Bramantyo unggah momen temani anak ikut upacara adat sebelum tampil di pentas tari di Ubud, tuai kritikan netizen

Pada Minggu (26/7/2026), Hanung Bramantyo mengunggah momen saat mengantar putrinya, Kana Sybilla, yang akan tampil dalam sebuah pentas tari di Ubud, Bali. Video berdurasi 34 detik itu memperlihatkan suasana khidmat ketika Kana bersama para penari lainnya mengikuti sebuah prosesi.
Melalui caption-nya, Hanung pun menjelaskan bahwa prosesi tersebut merupakan upacara adat yang diikuti oleh para penari sebelum pentas dimulai dengan harapan agar pertunjukan dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Nganterin @kana.sybilla persiapan pentas Tari Bali di Ubud. Sebelum pentas, para penari menjalani upacara adat, agar terhindar dari hal-hal yg tidak baik,” tulis Hanung.
Namun, postingan sang sutradara justru memicu perdebatan di media sosial dan menuai kritik dari sejumlah netizen. Salah satu netizen di kolom komentar menilai keikutsertaan Sybil dalam upacara adat tersebut tidak sejalan dengan ajaran Islam. Netizen tersebut juga menyayangkan tindakan Hanung yang dinilai tidak memanfaatkan jumlah pengikutnya untuk menyebarkan konten yang dianggap sebagai amal jariyah.
2. Respons kritikan netizen, Hanung Bramantyo tegaskan hatinya tetap Islam

Merespons komentar netizen tersebut, Hanung Bramantyo pun menegaskan, apa yang dilakukannya merupakan bentuk toleransi dan tidak pernah mengubah keyakinan yang dianutnya.
“Saya dan keluarga tetap mengucapkan natal pada saudara saya kristen. Dan hati saya tetap Islam,” balas sutradara film Children of Heaven tersebut.
Tidak hanya itu, Hanung juga mengutip salah satu ayat Alquran yang menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui isi hatinya, sang istri, dan anak-anaknya.
“Sungguh, Allah telah menciptakan manusia dan segala yang dibisikkan hatinya. Allah lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya! So, Allah yang maha tahu hati saya, isteri dan anak-anak saya.”
3. Singgung soal sikap merasa paling suci

Beberapa hari berlalu, kontroversi tersebut rupanya belum mereda. Pada Jumat (31/7/2026), Hanung Bramantyo kembali menyampaikan tanggapannya melalui Instagram. Dalam unggahan tersebut, Hanung menyoroti sikap seseorang yang merasa lebih suci dan lebih benar daripada orang lain. Menurutnya, ironi terbesar dalam ketaatan adalah ketika hal tersebut justru dijadikan sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dibanding sesama.
“Ironi terbesar ketaatan adalah ketika ia dipakai untuk merasa lebih tinggi daripada sesama. Merasa paling suci (Bertauhid) daripada yg lain,” tulis Hanung Bramantyo di akun Instagram-nya, @hanungbramantyo.
Hanung kemudian mengingatkan bahwa Islam hadir untuk membebaskan manusia, tidak hanya dari perbudakan, tetapi juga dari kesombongan. Ia juga mengutip QS. An-Najm ayat 32 yang menjelaskan bahwa manusia tidak boleh menganggap dirinya paling suci karena hanya Allah yang paling mengetahui siapa yang benar-benar bertakwa.
Di akhir unggahannya, Hanung juga menyebut bahwa bisa jadi jalan menuju Tuhan bukan dipenuhi oleh orang-orang yang paling banyak menghakimi, melainkan mereka yang rendah hati.
“Mungkin, jalan menuju Tuhan bukan dipenuhi oleh orang yang paling banyak menghakimi, melainkan oleh mereka yang paling rendah hati. Biarlah Hati ini jadi milik kami dan Allah. Begitupun hatimu. Mari sama-sama ber-ikhtiar. Salam,” tulisnya.





















