Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Katniss Everdeen (dok. Lionsgate/The Hunger Games: Mockingjay - Part 2)

Nama Katniss Everdeen kembali mencuat menjelang penayangan The Hunger Games: Sunrise on the Reaping yang dijadwalkan pada 20 November 2026. Karakter yang dibawakan oleh Jennifer Lawrence itu juga dikonfirmasi akan kembali.

Selain itu, aksi salam tiga jari yang Katniss lakukan dalam The Hunger Games (2012) menginspirasi kelompok pengunjuk rasa di beberapa negara. Mulai dari Thailand, Myanmar, dan yang terbaru Indonesia. Simbol tiga jari digunakan sebagai simbol protes.

Karakter Katniss sendiri memang dekat dengan perlawanan dan pemberontakan. Dalam waralaba The Hunger Games sendiri, Katniss ditunjuk sebagai simbol perlawanan. Kira-kira, kenapa Katniss dijadikan simbol Perlawanan di The Hunger Games?

1. Katniss melanggar aturan Capitol dalam Hunger Games

Katniss Everdeen dan Peeta Mellark (dok. Lionsgate/The Hunger Games)

Di akhir Hunger Games ke-74 dalam The Hunger Games, Katniss dan Peeta berhasil bertahan hidup bersama di dalam arena. Mereka berdua dipastikan sebagai pemenang setelah sebelumnya Gamemaker mengumumkan dua peserta dari distrik yang sama bisa menang jika masih hidup.

Namun, Gamemaker tiba-tiba mengubah aturan bahwa hanya ada satu di antara Katniss dan Peeta yang bisa keluar sebagai pemenang. Namun, alih-alih membunuh Peeta, Katniss justru mengusulkan agar mereka berdua memakan buah nightlock yang beracun. Jika keduanya tewas, Capitol gak akan punya satu pemenang pun dalam Hunger Games kali ini.

Gamemaker panik dan mengumumkan bahwa Katniss dan Peeta keluar sebagai pemenang. Keputusan yang Katniss ambil justru dipandang sebagai bentuk pembangkangan terhadap Capitol. Namun, dengan menolak mengikuti aturan yang ditetapkan, Katniss membuktikan bahwa kekuasaan Capitol bukan sesuatu yang tidak bisa dilawan, bahkan di arena yang sepenuhnya berada dalam kendalinya.

2. Salam tiga jari Katniss menjadi simbol perlawanan

Katniss Everdeen (dok. Lionsgate/The Hunger Games: Mockingjay - Part 1)

Aksi salam tiga jari menjadi simbol perlawanan paling ikonik di Panem. Gestur ini semakin dikenal setelah Katniss melakukannya sebagai bentuk penghormatan kepada Rue, peserta asal Distrik 11, yang tewas dalam Hunger Games ke-74.

Alih-alih meninggalkan jasad Rue begitu saja, Katniss memberikan banyak bunga sebagai bentuk penghormatan. Sebelum meninggalkan tempat itu, Katniss memberikan salam tiga jari, sebuah gestur penghormatan dan perpisahan yang umum digunakan oleh masyarakat Distrik 12.

Salam tiga jari Katniss semakin bermakna saat ia menjalani tur kemenangan alias Victory Tour. Ketika sedang berpidato, banyak warga distrik yang mengangkat tangan mereka dan menunjukkan aksi salam tiga jari.

Seiring berkembangnya cerita, salam tiga jadi menjadi simbol solidaritas perlawanan yang lebih luas. Gestur ini juga menjadi lambang kesedihan bersama seluruh distrik, kemarahan terhadap Capitol, sekaligus tumbuhnya keberanian untuk melawan yang berkuasa dan kerap menindas.

3. Katniss menjadi The Mockingjay dalam propaganda pemberontakan

Katniss Everdeen (dok. Lionsgate/The Hunger Games: Mockingjay - Part 2)

Setelah Hunger Games ke-74, tindakan Katniss mulai menginspirasi masyarakat Panem. Katniss yang berulang kali menentang Capitol membuat masyarakat melihatnya sebagai representasi perlawanan terhadap ketidakadilan.

Capitol pun mulai menyadari bahwa Katniss adalah sebuah ancaman. Ia bukan lagi sekadar pemenang Hunger Games. Keberadaannya bahkan berpotensi menyatukan masyarakat yang selama ini hidup dalam ketakutan dan bayang-bayang penindasan Capitol.

Distrik 13 pun mulai melihat Katniss sebagai figur yang tepat untuk menjadi wajah perlawanan. Alma Coin, pemimpin Distrik 13, berusaha memanfaatkan popularitas Katniss untuk membangkitkan semangat pemberontakan.

Katniss pada akhirnya mendapatkan julukan The Mockingjay, yang merujuk pada burung hasil persilangan Jabberjay dan Mockingbird. Katniss dinilai punya kemiripan dengan burung tersebut. Ia seseorang yang awalnya hanya ingin bertahan hidup, tetapi kemudian menjadi sosok yang tidak bisa lagi dikendalikan oleh Capitol.

4. Apakah Katniss memang ingin menjadi simbol pemberontakan?

Katniss Everdeen (dok. Lionsgate/The Hunger Games: Mockingjay - Part 1)

Katniss sama sekali tidak ingin menjadi simbol dari apa pun. Ia bukan sosok yang sejak awal punya ambisi politik atau ingin memimpin sebuah pergerakan besar menentang Capitol. Motivasinya hanya orang-orang yang ia sayangi, seperti Prim, Peeta, dan keluarganya.

Dalam The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 (2014), Katniss sempat menolak menjadi Mockingjay. Ia sadar bahwa dirinya hanya akan dimanfaatkan sebagai alat propaganda, baik oleh Capitol maupun pihak pemberontak.

Pada akhirnya, gadis asal Distrik 12 itu mengemban peran sebagai simbol perlawanan karena menyadari bahwa perjuangan itu bukan sekadar keselamatan dirinya dan orang-orang terdekatnya, tetapi juga masyarakat Panem.

Katniss Everdeen bukanlah sosok yang paling kuat atau paling ambisius di dunia The Hunger Games. Namun, berkat tindakannya, Katniss memperlihatkan bahwa seseorang masih bisa memilih untuk melawan meski hidup di bawah kekuasaan yang menindas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article