Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Film Indonesia 2026 yang Mengangkat Isu Sosial, Ada Ghost In The Cell

3 min read
4 Film Indonesia 2026 yang Mengangkat Isu Sosial, Ada Ghost In The Cell
still cut film Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures)
  • Empat film Indonesia 2026 mengangkat isu sosial melalui genre horor komedi, komedi politik, drama sejarah, serta thriller.

  • Ghost in the Cell menyoroti kebakaran hutan, kekerasan lapas, dan penyalahgunaan kuasa; Bapak Paling Jujur membahas pencitraan serta kejujuran calon gubernur.

  • Laut Bercerita menggambarkan represi aktivis era Orde Baru, sementara Meja Tanpa Laci mengusut korupsi, nepotisme, dan sindikat narkoba di institusi kepolisian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berbagai film Indonesia 2026 tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, hingga ketidakadilan yang terjadi di lingkungan pemerintahan.

Menariknya, film- film tersebut hadir dengan genre dan sudut pandang yang berbeda. Berikut empat film Indonesia 2026 yang berani mengangkat isu sosial.

  1. 1. Ghost in the Cell

    Potongan adegan dari film Ghost in the Cell dalam dokumentasi Come and See Pictures yang menyertai artikel.
    still cut film Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures)

    Joko Anwar mengangkat persoalan kebakaran hutan di Kalimantan melalui film Ghost in the Cell. Dalam film horor komedi ini, sosok hantu digambarkan marah karena habitatnya dibakar oleh pihak pemerintah. Ia kemudian memburu orang-orang yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.

    Selain menyinggung kerusakan lingkungan, film ini juga mengambil latar kehidupan para narapidana di sebuah lapas yang dipenuhi kekerasan, penindasan, dan penyalahgunaan kekuasaan oleh petugas. Kehadiran sosok gaib yang mulai membunuh para napi membuat mereka harus bekerja sama untuk bertahan hidup.

    Film ini sudah tidak tayang di bioskop. Namun, kamu bisa menyaksikannya di Netflix!

  2. 2. Bapak Paling Jujur

    Materi visual resmi untuk judul Bapak Paling Jujur yang didokumentasikan oleh Cahaya Pictures sebagai bagian publikasi.
    Bapak Paling Jujur (dok. Cahaya Pictures/Bapak Paling Jujur)

    Film Bapak Paling Jujur juga mengangkat isu sosial politik, terutama soal pencitraan calon pemimpin menjelang pemilu. Film komedi politik garapan Fajar Nugros ini mengikuti Jonas Prakoso, seorang calon gubernur muda yang berusaha membangun citra sebagai pemimpin ideal.

    Namun, sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas tidak bisa lagi berbohong. Ia pun tanpa sengaja mengungkapkan isi pikirannya, termasuk rahasia dan hal-hal yang berpotensi merusak citra politiknya. Melalui kisah tersebut, film ini turut menyoroti ambisi kekuasaan, janji kampanye, dan kejujuran seorang calon pemimpin.

    Tayang pada 15 Oktober 2026, film ini masih hadir di beberapa bioskop aja. Jangan sampai kelewatan!

  3. 3. Laut Bercerita

    Materi promosi bertuliskan judul film Laut Bercerita, dari dokumentasi Pal8 Pictures dan Laut Bercerita.
    Film Laut Bercerita (dok. Pal8 Pictures/Laut Bercerita)

    Film Laut Bercerita mengangkat demonstrasi mahasiswa dan gerakan perlawanan terhadap pemerintahan Orde Baru pada akhir 1990-an. Diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori, film garapan Yosep Anggi Noen ini mengikuti kisah Biru Laut, mahasiswa yang aktif menyuarakan keadilan dan kebebasan berpendapat bersama rekan-rekannya.

    Namun, aktivitas mereka membuat kelompok tersebut diburu penguasa hingga sejumlah anggotanya menghilang. Melalui kisah ini, film tersebut menyoroti represi terhadap aktivis, pelanggaran HAM, kebebasan berpendapat, dan penyalahgunaan kekuasaan.

    Film ini masih tayang di bioskop, usai perilisannya pada 29 Oktober 2026. Jangan sampai ketinggalan, ya!

  4. 4. Meja Tanpa Laci

    Materi promosi bertuliskan Film Meja Tanpa Laci yang diunggah melalui akun Instagram reborn.initiative.
    Film Meja Tanpa Laci (instagram.com/reborn.initiative)

    Film Meja Tanpa Laci mengangkat isu korupsi dan nepotisme di lingkungan kepolisian serta pemerintahan. Film thriller garapan Ody C. Harahap ini mengikuti perjuangan IPTU Dipa, seorang inspektur kepolisian yang berusaha mengungkap praktik penyalahgunaan jabatan.

    Namun, penyelidikannya justru menyeret Dipa ke dalam sindikat narkoba yang melibatkan sejumlah orang berpangkat. Melalui cerita tersebut, film ini menyoroti praktik korupsi, nepotisme, dan penyalahgunaan kekuasaan di institusi penegak hukum.

    Film ini tayang di bioskop mulai 3 November 2026. Buat yang penasaran dengan perjuangan IPTU Dipa, jangan lupa nonton, ya!

Related Articles

See More