Kesuksesan box office yang gak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya dari film Obsession (2026) membuat para kritikus heran sekaligus kagum. Film debut sutradara komedian YouTube, Curry Barker ini tayang perdana pada September 2025 di Festival Film Toronto. Sebagaimana yang dikutip Variety, Focus Features hanya membayar 15 juta dolar AS atau setara dengan Rp269 miliar untuk hak distribusi film Obsession di seluruh dunia. Itu berarti film horor beranggaran sangat rendah ini—dengan anggaran yang diperkirakan antara 750.000 dolar AS sampai 1 juta dolar AS (Rp13—18 miliar), sudah balik modal bahkan sebelum tayang di bioskop.
Sebelum perilisannya pada 15 Mei 2026 di AS, studio tersebut memperkirakan pendapatan pembukaannya sebesar 8—10 juta dolar AS (Rp143—179 miliar), sejalan dengan banyak film horor indie yang mendapat ulasan bagus. Namun, keuntungannya justru melampaui ekspektasi dan menghasilkan 17 juta dolar AS (Rp304 miliar) dalam tiga hari pertama aja. Itu gak terlalu mengejutkan sih, mengingat ulasannya yang bagus dari kritikus dan promosinya dari mulut ke mulut. Tapi, film ini kembali memecahkan sejumlah rekor setelahnya.
Hampir sebulan setelah tayang perdana, Obsession gak menunjukkan tanda-tanda penurunan minat. Film-film blockbuster yang lebih besar padahal tayang setelahnya, termasuk Backrooms, Scary Movie, dan film yang gagal di box office seperti The Mandalorian and Grogu, yang masing-masing sempat menduduki puncak tangga box office pada akhir pekan berikutnya. Namun, setelah beberapa hari, Obsession kembali mengungguli film-film tersebut.
Apa sih, yang membuat kisah tentang seorang pemuda bernama Bear (diperankan Michael Johnston) dan hasratnya yang sia-sia untuk membuat teman kerjanya, Nikki (diperankan aktris pendatang baru Inde Navarette), jatuh cinta padanya, lebih menarik bagi penonton ketimbang film-film yang diprediksi akan sukses kala itu? Yuk, kita uraikan kenapa film ini sukses besar di box office!
