Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Obsession Sukses di Box Office? Kisahnya Relate dengan Gen Z

9 min read
Kenapa Obsession Sukses di Box Office? Kisahnya Relate dengan Gen Z
Obsession (dok. Blumhouse Productions/Obsession)
  • Film horor independen Obsession meraup 522 juta dolar AS secara global dari anggaran sekitar 750 ribu–1 juta dolar AS, melampaui proyeksi pembukaan dan mencetak sejumlah rekor box office.
  • Penonton usia 18–25 tahun mendominasi awal penayangan; ketertarikan mereka didorong kebangkitan horor, promosi mulut ke mulut, serta meme dan audio viral Nikki di TikTok.
  • Kisah Bear yang memaksakan cinta kepada Nikki dibaca sebagai alegori hubungan toxic, sementara latar pekerjaan bergaji rendah dan hunian karakter merefleksikan realitas finansial Gen Z.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kesuksesan box office yang gak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya dari film Obsession (2026) membuat para kritikus heran sekaligus kagum. Film debut sutradara komedian YouTube, Curry Barker ini tayang perdana pada September 2025 di Festival Film Toronto. Sebagaimana yang dikutip Variety, Focus Features hanya membayar 15 juta dolar AS atau setara dengan Rp269 miliar untuk hak distribusi film Obsession di seluruh dunia. Itu berarti film horor beranggaran sangat rendah ini—dengan anggaran yang diperkirakan antara 750.000 dolar AS sampai 1 juta dolar AS (Rp13—18 miliar), sudah balik modal bahkan sebelum tayang di bioskop.

Sebelum perilisannya pada 15 Mei 2026 di AS, studio tersebut memperkirakan pendapatan pembukaannya sebesar 8—10 juta dolar AS (Rp143—179 miliar), sejalan dengan banyak film horor indie yang mendapat ulasan bagus. Namun, keuntungannya justru melampaui ekspektasi dan menghasilkan 17 juta dolar AS (Rp304 miliar) dalam tiga hari pertama aja. Itu gak terlalu mengejutkan sih, mengingat ulasannya yang bagus dari kritikus dan promosinya dari mulut ke mulut. Tapi, film ini kembali memecahkan sejumlah rekor setelahnya.

Hampir sebulan setelah tayang perdana, Obsession gak menunjukkan tanda-tanda penurunan minat. Film-film blockbuster yang lebih besar padahal tayang setelahnya, termasuk Backrooms, Scary Movie, dan film yang gagal di box office seperti The Mandalorian and Grogu, yang masing-masing sempat menduduki puncak tangga box office pada akhir pekan berikutnya. Namun, setelah beberapa hari, Obsession kembali mengungguli film-film tersebut.

Apa sih, yang membuat kisah tentang seorang pemuda bernama Bear (diperankan Michael Johnston) dan hasratnya yang sia-sia untuk membuat teman kerjanya, Nikki (diperankan aktris pendatang baru Inde Navarette), jatuh cinta padanya, lebih menarik bagi penonton ketimbang film-film yang diprediksi akan sukses kala itu? Yuk, kita uraikan kenapa film ini sukses besar di box office!

  1. 1. Obsession memecahkan beberapa rekor

    Obsession
    Obsession (dok. Blumhouse Productions/Obsession)

    Meskipun hampir gak gagal secara internasional, sebagian besar pendapatan box office Obsession sejauh ini berasal dari AS, yaitu 263,4 juta dolar AS (Rp4,7 triliun) di Amerika Utara, dibandingkan dengan 258,7 juta dolar AS (Rp4,6 triliun) di luar negeri. Meskipun begitu, total pendapatan di seluruh dunia mencapai 522 juta dolar AS (Rp9,3 triliun) pada saat film ini meninggalkan bioskop. Di Inggris misalnya, meskipun viral berkat promosi dari mulut ke mulut dengan pendapatan 26,7 juta dolar AS (sekitar Rp435 miliar), rating 18 di sana sangat ketat (setara dengan NC-17 di negara tersebut), mengingat adanya kekerasan yang berlebihan dalam Obsession, film ini kurang memuaskan di Inggris.

    Dilansir The Hollywood Reporter, di AS, Obsession kembali viral selama akhir pekan Memorial Day, karena pendapatannya melonjak 39 persen menjadi 32 juta dolar AS (setara Rp571 miliar) selama empat hari aja. Ini menjadi peringkat terbesar untuk film yang dirilis secara luas di luar musim Natal. Pada akhir pekan ketiga, Obsession melampaui film nomor satu minggu sebelumnya, The Mandalorian and Grogu, dan kembali meroket, menjadi film pertama sejak E.T: the Extra-Terrestrial (1982) yang mengalami peningkatan pendapatan selama tiga akhir pekan berturut-turut. Ini merupakan sebuah prestasi besar mengingat E.T: the Extra-Terrestrial adalah film blockbuster ramah keluarga, sedangkan Obsession adalah film horor berperingkat R yang gelap dan gak semua umur bisa menontonnya.

    Namun, pendapatan Obsession sedikit menurun pada akhir pekan keempat, tapi tetap kuat. Obsession menjadi film Focus Features dengan pendapatan tertinggi, mengalahkan film Downton Abbey pertama. Itu sebabnya, Obsession menjadi film dengan pendapatan tertinggi yang pernah diambil oleh sebuah studio dari festival film. Selama 22 tahun, rekor itu dipegang oleh Fahrenheit 9/11 karya Michael Moore, yang menghasilkan pendapatan sebesar 222 juta dolar AS (setara Rp3,9 triliun) pada tahun 2004.

  2. 2. Genre horor sedang mengalami kebangkitan kembali, terutama dikalangan anak muda

    Obsession
    Obsession (dok. Blumhouse Productions/Obsession)

    Film horor biasanya cenderung mendapat ulasan buruk yang membuatnya mengalami penurunan penonton secara drastis di akhir pekan berikutnya. Namun, hal itu justru gak dialami oleh Obsession, yang menjadi salah satu dari hanya enam film horor sejak 2019 yang mendapat nilai A- atau lebih tinggi dari penonton di akhir pekan pembukaan yang disurvei oleh Cinemascore, termasuk Sinners (2025), yang mendapat nilai A, nilai terbaik sepanjang masa untuk film horor orisinal berperingkat R dan Weapons (2025), yang mendapat nilai A-. Film-film horor lain dengan nilai tinggi biasanya masih menjadi bagian dari franchise yang punya penggemar setia, seperti A Quiet Place: Part II (2020) atau Five Nights at Freddy' (2023). Kenapa ini relevan? Semua film tersebut menjadi hit besar. Sinners dan Weapons bahkan sampai masuk Oscar.

    Adapun, produser Jason Blum, yang membantu membawa Obsession ke layar lebar, yakin kalau kesuksesan film horor yang lebih konvensional dan disukai banyak orang bisa menumbuhkan selera untuk film horor yang lebih unik dan liar di kalangan penonton anak muda. Jason Blum, "Ada generasi baru penonton film yang seleranya sangat spesifik untuk film horor yang cukup menyimpang." Selain itu, Variety mengungkapkan bahwa 75 persen penonton yang menonton Obsession dalam beberapa minggu pertama adalah anak muda berusia 18 sampai 25 tahun.

    Singkatnya gini, generasi baru penggemar horor ini mungkin mengenal genre serupa lewat film seperti Sinners dan Weapons. Nah, film thriller yang mengerikan seperti Obsession dan Backrooms bisa dibilang memenuhi keinginan tersebut. Penonton muda yang terbiasa dengan genre ini terbilang haus akan ketakutan yang lebih ekstrem.

  3. 3. Obsession adalah alegori hubungan toxic, dan ini relate dengan anak muda

    Obsession
    Obsession (dok. Blumhouse Productions/Obsession)

    Belakangan ini banyak film horor ekstrem yang masuk ke bioskop dari distributor independen. Pertanyaannya, kenapa film ini bisa sangat sukses? Jawabannya sederhana, dalam film ini, ada unsur supernatural atau magisnya. Jadi, Obsession menjadi film horor yang sangat relevan dan beresonansi kuat dengan penonton muda karena penggambaran dinamika gender di dalamnya.

    Deadline melaporkan bahwa penonton laki-laki mendominasi pendapatan box office pada akhir pekan pembukaan film Obsession (59 persen penonton laki-laki dan 41 persen penonton perempuan), tetapi penontonnya semakin bergeser ke penonton perempuan. Mungkin banyak yang semakin tahu kalau Obsession mengisahkan seorang laki-laki kesepian yang memaksakan kehendaknya lewat benda magis agar dicintai perempuan yang ia suka. Yap, seperti yang mungkin kamu tahu, Bear menjadi karakter yang ternyata bermasalah karena ia gak mau meredam hasratnya dan terus-menerus membuat Nikki menderita.

    Banyak perempuan, terutama anak muda, yang menulis komentar mereka di jejaring sosial tentang betapa sukanya mereka dengan film Obsession, karena mencerminkan dinamika sebuah hubungan yang penuh kekerasan dan sebagian besar pernah mereka alami. Hal ini menjadi alegori yang menggambarkan betapa menderitanya terjebak dengan pasangan yang toxic.

    Film Obsession juga gak membiarkan Bear lari dari tanggung jawab atas tindakannya. Yap, kamu akan melihatnya di akhir cerita, ketika Bear memilih mengakhiri hidupnya alih-alih membunuh Nikki yang sudah menggila. Ini kasih gambaran kita kalau Bear memilih "menghukum" dirinya sendiri atas segala tindakan yang dia lakukan terhadap Nikki, yang berefek pada kematian teman-temannya. Kematian Bear juga mengakhiri penderitaan Nikki, meski dengan cara yang sulit dipahami.

    Namun, meskipun kesal dengan tindakan Bear di awal, banyak penonton yang justru mengeksplorasi aspek yang mengkhawatirkan dari hubungan pacaran Generasi Z dan kesenjangan gender modern yang enggan digali oleh film-film lain. Obsession membongkar hal tabu tersebut secara sisi buruk dan membiarkan penonton merenungkan pengalaman mereka sendiri di masa lalu terkait dengan kengerian yang mereka saksikan.

  4. 4. Obsession film yang dibuat oleh Gen Z, untuk Gen Z, dan tentang Gen Z

    Obsession
    Obsession (dok. Blumhouse Productions/Obsession)

    Salah satu alasan kenapa Obsession sangat menyentuh hati anak muda adalah One Wish Willow yang punya kekuatan magis dan konsekuensi buruknya. Di film ini, kamu melihat salah satu gambaran kehidupan Generasi Z yang sangat autentik dan realistis. Saat menyaksikan film ini, Gen Z seperti melihat diri mereka sendiri, mengingat para karakternya sama-sama bekerja dengan gaji yang pas-pasan. Anak muda ini bermimpi untuk mengejar masa depan, tapi mereka justru terjebak dalam kerjaan bergaji rendah.

    Bahkan tempat tinggal mereka mencerminkan finansial Gen Z saat ini. Yap, para anak muda berusia dua puluhan ini masih tinggal bersama orang tua mereka atau tinggal di rumah sewa. Hanya Bear yang tinggal sendirian, dan itu pun karena neneknya mewariskan rumah itu kepada Bear dalam wasiat neneknya. Semua ini memang detail kecil, tapi secara gak sadar, menunjukkan realita yang hanya bisa dirasakan oleh seorang sineas muda di usia tersebut, yang membuat konsep ini lebih mudah diterima.

    Adapun, sutradara Backrooms, Kane Parsons, yang usianya jauh lebih muda, justru membuat film periode awal tahun 1990-an yang dibintangi oleh karakter yang lebih tua. Itulah sebabnya, Obsession menjadi satu-satunya film yang menawarkan realita kehidupan modern bagi kaum muda. Usia karakter-karakter ini sebenarnya gak terlalu relevan dengan cerita itu sendiri, tapi tetap menjadi faktor penting kenapa film ini sukses besar di kalangan penonton muda. Hal ini jarang banget dilakukan sutradara Hollywood berpengalaman sekalipun.

  5. 5. Obsession digadang-gadang masuk Oscar

    Obsession
    Obsession (dok. Blumhouse Productions/Obsession)

    Variety melansir kabar bahwa menurut beberapa kritikus, Obsession berpotensi mengikuti jalur yang sama dengan Sinner dan Weapons, yang kemungkinan masuk Oscar. Semakin banyak penggemar film berspekulasi kalau Obsession bisa memanfaatkan popularitasnya hingga mendapatkan nominasi Oscar, dan bahkan memenangkan beberapa diantaranya. Tapi, anggaplah itu hanya spekulasi belaka.

    Obsession sendiri adalah karya film bioskop pertama Curry Barker setelah ia membuat film horor found footage YouTube Milk & Serial (2024) dengan budget murah dan dibintangi oleh aktor-aktor yang kurang dikenal. Obsession mungkin akan menarik perhatian para pemilih Oscar. Namun, ada rintangan yang lebih besar untuk dilewati agar bisa mendapat nominasi Oscar, terlepas dari seberapa pantasnya film ini.

    Obsession punya keuntungan besar. Film ini berhasil menarik penonton yang mungkin bukan penggemar horor untuk membeli tiketnya. Seperti halnya Sinners atau Get Out (2017), antusiasme yang luar biasa membantu Obsession menembus pasar di luar demografi penggemar film horor berdarah dan menarik penonton yang biasanya alergi melihat wajah seseorang berulang kali dihantamkan ke batu. Diskusi viral tentang tema-tema yang berat dan relevan juga membuat film ini dipertimbangkan daripada film horor pada umumnya. Di samping itu, akting Inde Navarette sangat menjiwai. Nah, jika dilihat dari perbincangan di media sosial, gak mungkin Navarette absen dari nominasi Aktris Terbaik Oscar pada tahun 2027.

  6. 6. Meme Obsession membuat filmnya semakin terkenal

    Obsession
    Obsession (dok. Blumhouse Productions/Obsession)

    Sebuah film bisa viral dan menjadi perbincangan karena meme-nya yang mulai bermunculan. Gambar Nikki dengan senyum yang dipaksakan, kesal atau saat ia cemberut dengan menyeramkan, rupanya sangat viral. Itu sebabnya, ekspresi wajahnya itu dijadikan meme oleh pasangan muda saat mereka berselisih dengan pacar. Yap, meme tersebut biasanya dikirim ketika pacar kamu gak baca atau membalas chat kamu selama beberapa jam.

    Bahkan sebelum film tersebut tersedia di VOD atau layanan streaming, ada suara Nikki yang viral di TikTok. Apalagi adegan ketika Nikki mengulang kata "no" di restoran. Suaranya ini digunakan dalam video TikTok oleh lebih dari puluhan ribu pengguna dan terus bertambah. Bahkan, suara itu juga menarik perhatian penyanyi Olivia Rodrigo, yang mengunggah video TikTok dengan suara Nikki itu.

    Cuplikan yang diambil di luar konteks memang kadang bisa merusak sebuah film, tapi suara Nikki ini justru sebaliknya dan menyoroti akting Inde Navarette yang sempurna. Nah, meme langka ini justru meningkatkan minat orang untuk menonton filmnya ketimbang membuat film ini menjadi bahan tertawaan.

    Bagi kamu yang ketinggalan nonton film Obsession di bioskop, kamu bisa menontonnya secara streaming. Nah, jika kamu sudah nonton, kira-kira bagaimana pendapatmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More