Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lafa Pratomo Rilis EP 12 Musisi Lintas Genre, Ada Hindia hingga Isyana
para musisi di presscon EP Garis Tegak pada Kamis (30/7/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • Lafa Pratomo merilis proyek perdana sebagai produser utama, EP Garis Tegak, yang mempertemukan 12 musisi lintas genre dalam enam lagu kolaborasi bertahap setiap bulan.
  • Musisi dipilih dari rekan kolaborasi terdahulu serta sosok yang dikagumi Lafa, dengan kebebasan membawa karakter dan ide masing-masing selama proses produksi.
  • Setelah menggarap sekitar 216 lagu selama 12 tahun, Lafa tak berniat menjadi penyanyi; duet Feby Putri dan Matter Mos membuka rilisan lewat “Seperti Angka 8” pada 4 Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Setelah lebih dari satu dekade berkarya sebagai komposer dan produser musik, Lafa Pratomo akhirnya memperkenalkan proyek album yang telah lama ingin diwujudkannya. Bertajuk Garis Tegak, album ini mempertemukan 12 musisi lintas genre dalam enam lagu kolaborasi yang akan dirilis secara bertahap setiap bulan.

Lewat proyek ini, Lafa menggandeng nama-nama seperti Hindia, Banda Neira, Isyana Sarasvati, Jason Ranti, Bilal Indrajaya, The Jansen, Feby Putri, hingga Matter Mos. Berikut beberapa fakta menarik di balik album tersebut!

1. Alasan afa Pratomo memilih para musisi di EP Garis Tegak

Lafa Pratomo dalam konferensi pers Garis Tegak pada Kamis (30/7/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Merayakan 12 tahun berkarya sebagai produser musik, Lafa tak sengaja ikut mengajak 12 musisi untuk bergabung dalam proyek EP Garis Tegak. Ia pun tidak memilih para musisi secara sembarangan. Sebagian besar merupakan rekan yang pernah bekerja sama dengannya. Sementara yang lainnya adalah musisi yang selama ini ia kagumi dan ingin ajak berkolaborasi.

"Kenapa memilih mereka? Pertimbangan pertamanya, beberapa dari teman-teman sudah pernah kerja bareng, terus berteman baik. Ada beberapa yang belum pernah kerja bareng, tapi aku sangat mengagumi karya-karya mereka. Jadi bekalnya itu. Udah pernah kerja sama Hindia, sama Bilal, mungkin itu jadi zona amanku. Sama Nadhif, kami belum pernah kerja bareng, tapi aku sangat mengagumi karya-karyanya," ungkap Lafa.

Menurutnya, kedekatan tersebut membuat proses kreatif menjadi lebih nyaman. Meski berasal dari genre yang berbeda, setiap musisi tetap diberi ruang untuk membawa karakter mereka masig-masing ke dalam lagu. Para musisi juga tetap memberikan masukan atau ide sepanjang proses produksi.

2. Lafa Pratomo tak mengejar raihan angka di EP Garis Tegak

Lafa Pratomo dalam konferensi pers Garis Tegak pada Kamis (30/7/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Berbeda dengan proyek musik pada umumnya yang sering dikaitkan dengan target komresil, Lafa mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlalu memikirkan capaian dari sisi ekonomi. Baginya, bisa berkumpul dan berkarya bersama para musisi yang ia kagumi sudah menjadi pencapaian tersendiri. Ia juga memiliki harapan tersendiri agar pesan dalam karyanya bisa tersampaikan ke pendengar.

"Buatku sendiri, bisa berkumpul sama teman-teman musisi ini aja udah happy. Kalau mikirin ekonomi, itu gimana nanti lah. Karena ekonomi adalah dampak, tapi gimana message-message ini bisa diterima pendengar itu lebih esensial buatku," katanya.

3. Sudah menggarap 216 track, Lafa Pratomo gak suka suaranya sendiri

Lafa Pratomo dalam konferensi pers Garis Tegak pada Kamis (30/7/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Selama kurang lebih 12 tahun berkarya, Lafa Pratomo telah menciptakan sekitar 216 lagu untuk berbagai musisi Indonesia. Meski kini merilis album atas namanya sendiri, ia menegaskan tidak memiliki keinginan untuk tampil sebagai penyanyi. Secara terang-terangan, ia menuturkan bahwa tidak suka dengan suaranya sendiri.

"Pada dasarnya gue pengin punya satu album arsip dalam hidup gue. Bentuknya album, tapi sebagai produser album, bukan penyanyi," ujar Lafa.

Ia menambahkan, "Di saat yang bersamaan gue gak suka sama suara gue. Aneh banget kalau gue nyanyi. Jadi gue ajak teman-teman buat bantuin gue bikin album."

Album Garis Tegak menjadi proyek perdana Lafa sebagai produser utama yang mempertemukan 12 musisi lintas genre. Kolaborasi tersebut terdiri dari Feby Putri x Matter Mos, Nadhif Basalamah x Hursa, Ari Lesmana x White Chorus, Isyana Sarasvati x Jason Ranti, Bilal Indrajaya x The Jansen, serta Hindia x Banda Neira. Seluruh lagunya akan dirilis secara bertahap setiap bulan, dengan duet Feby Putri dan Matter Mos sebagai pembuka lewat "Seperti Angka 8" yang rilis pada 4 Agustus 2026 mendatang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article