Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Lagu Indonesia tentang Keinginan Resign dari Pekerjaan, Realistis

3 min read
5 Lagu Indonesia tentang Keinginan Resign dari Pekerjaan, Realistis
Tulus (instagram.com/tulusm)
  • Lima lagu Indonesia menggambarkan frustrasi pekerja yang ingin resign, tetapi tetap bertahan karena cicilan, kebutuhan hidup, dan tanggung jawab keluarga.

  • Raguel Lewi, Tulus, Hindia, Fourtwnty, dan Willy Winarko menyoroti rutinitas kerja tanpa passion, hilangnya semangat, serta tekanan lingkungan kerja yang berat.

  • Lirik-lirik tersebut juga menekankan dilema resign: pekerjaan terasa memuakkan, tapi meninggalkannya berisiko menghilangkan sumber pemasukan dan menghadirkan konsekuensi finansial berat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lagu-lagu Indonesia kerap menyoroti realitas pahit yang harus dijalani para pekerja. Mereka kadang tetap bertahan dalam lingkungan kerja yang berat demi membiayai kebutuhan hidup. Bahkan, resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan kerap jadi keputusan yang sulit diwujudkan.

Bagi para pencari nafkah, sejumlah lagu Indonesia berikut ini bisa mewakili rasa frustrasi yang terpendam. Sebab, keinginan resign terkadang hanya jadi wacana belaka. Keputusan itu sulit untuk diambil jika memikirkan hidup keluarga dan diri sendiri yang membutuhkan uang. Alhasil, terus bekerja tanpa passion, tetap dijalani. Yuk, simak!

  1. 1. 'Passion Tak Ada Uangnya' - Raguel Lewi

    cuplikan video klip "Passion Tak Ada Uangnya"
    cuplikan video klip "Passion Tak Ada Uangnya" (youtube.com/Raguel Lewi)

    'Passion Tak Ada Uangnya' dari Raguel Lewi mendeskripsikan rasa stres berat di tempat kerja. Meskipun begitu, tetap ada keinginan bertahan yang kuat. Sebab, tujuan lain sudah lama terkubur seiring bertambahnya usia. Keinginan untuk mengundurkan diri selalu hanya jadi wacana.

    Lirik lagu ini juga menggambarkan seseorang yang tetap bekerja keras di tengah rasa muak. Ia tetap bisa bersemangat karena mengingat cicilan. Caranya menghibur diri juga sederhana, hanya menonton dan tidur saja. Meskipun banyak rintangannya, keinginan mengundurkan diri yang hadir kerap diurungkan. Bagaimanapun, meninggalkan zona nyaman saat keuangan belum stabil memang berat.

  2. 2. 'Kelana' - Tulus

    cuplikan video lirik "Kelana"
    cuplikan video lirik "Kelana" (youtube.com/Tulus)

    'Kelana' dari Tulus menggambarkan seseorang yang merasa hilang arah. Ia sudah punya pekerjaan tetap. Namun, ia sudah lama tidak merasa bersemangat dalam bekerja. Ia juga sering mempertanyakan tujuannya dalam bekerja selain untuk mencari uang.

    Meskipun begitu, dia menyadari bahwa dia tidak memiliki cukup keberanian untuk mencari tujuan baru yang bisa membuat hidupnya terasa lebih berhasrat. Ia selalu ingin meninggalkan pekerjaannya. Namun, secara realistis, ia punya sejuta alasan untuk bertahan di tengah rasa muak. Alhasil, dia hanya membiasakan diri untuk menjalani hari tanpa arti.

  3. 3. 'Berdansalah, Karir Ini Tak Ada Artinya' - Hindia

    cuplikan video lirik "Berdansalah, Karir Tak Ada Artinya"
    cuplikan video lirik "Berdansalah, Karir Tak Ada Artinya" (youtube.com/Hindia)

    'Berdansalah, Karir Ini Tak Ada Artinya' dari Hindia mengajak pendengarnya untuk resign dari pekerjaan yang tidak memanusiakan manusia. Liriknya mengungkap, bahwa manusia itu bukan mesin yang hanya hidup untuk bekerja. Manusia butuh istirahat dan momen santai untuk bisa merasa hidup.

    Lagu ini pun meyakinkan untuk mengundurkan diri tanpa rasa bersalah dari pekerjaan yang tidak sanggup lagi dihadapi. Bahkan, cuti yang belum terpakai pun disebut perlu dimanfaatkan untuk liburan dan bersantai. Pasalnya, manusia berhak untuk mencari hiburan setelah sekian lama bekerja keras.

  4. 4. 'Zona Nyaman' - Fourtwnty

    cuplikan video lirik "Zona Nyaman"
    cuplikan video lirik "Zona Nyaman" (youtube.com/Fourtwnty Music)

    'Zona Nyaman' dari Fourtwnty membahas seseorang yang terjebak dalam rutinitasnya untuk bekerja keras. Namun, seiring berjalannya waktu, dia bosan karena hidupnya dihabiskan dengan pekerjaan yang tak lagi dinikmatinya. Ia sadar dirinya butuh keluar dari zona nyaman itu.

    Lirik lagu ini pun berpesan untuk tidak ragu mencari kembali semangat dalam hidup. Sebab, manusia itu bukan sapi yang harus terus dituntut untuk bekerja agar dianggap bermanfaat. Tentu saja, cara keluar dari zona nyaman itu juga beragam. Salah satunya, dengan meninggalkan pekerjaan yang tidak lagi dilakukan dengan hati yang tulus.

  5. 5. 'Dewasa Kok Menyebalkan!' - Willy Winarko

    cuplikan video lirik "Dewasa Kok Menyebalkan!"
    cuplikan video lirik "Dewasa Kok Menyebalkan!" (youtube.com/Willy Winarko)

    'Dewasa Kok Menyebalkan!' dari Willy Winarko ini berisi keluhan tentang hidup yang kian berat seiring bertambahnya usia. Kesabaran jadi jawaban ketika rintangan hidup terus menerpa. Rintangan seperti tagihan yang menumpuk sampai hidup dalam kesendirian dianggap harus terbiasa dihadapi.

    Lagu ini juga menyoroti beratnya jadi pencari nafkah yang harus membiayai kebutuhan hidup tiga generasi keluarga. Ditambah lagi, penghasilan pun tidak sepadan dan kadang harus bekerja lembur tanpa bayaran. Mau resign pun, keadaan diyakini tetap sama karena kebiasaan banyak kantor yang mengeksploitasi pekerjanya.

    Seperti yang dibahas dalam sejumlah lagu Indonesia di atas, resign dari pekerjaan kadang hanya jadi wacana. Lirik-liriknya menyoroti dilema dan alasan yang membuat pekerjaan terasa memuakkan. Namun, meninggalkannya juga berarti harus menghadapi konsekuensi berat, seperti kehilangan sumber pemasukan untuk hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More