Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Lirik Lagu yang Bikin Pendengarnya Geleng Kepala, Kenapa?

5 Lirik Lagu yang Bikin Pendengarnya Geleng Kepala, Kenapa?
Arctic Monkeys (instagram.com/arcticmonkeys)
  • Lima lagu dari Morrissey, The Rolling Stones, Oasis, Geese, dan Arctic Monkeys disorot karena liriknya dianggap janggal, membingungkan, vulgar, atau kurang nyaman didengar.
  • Lirik “Dear God Please Help Me”, “She's Electric”, dan “Crusades” dikritik karena metafora ganjil, hubungan kalimat sulit dipahami, serta kesan filosofis yang dinilai terlalu dibuat-buat.
  • “I Go Wild” dan “Still Take You Home” dipandang bermasalah karena pilihan kata bernada seksis serta komentar sinis tentang penampilan perempuan yang kini dianggap kurang sensitif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Musik adalah perpaduan antara melodi dan lirik yang saling melengkapi. Gak sedikit lagu yang menjadi abadi karena memiliki lirik yang puitis, menyentuh, atau mampu mewakili perasaan banyak orang.

Namun, tidak semua musisi selalu berhasil menulis lirik yang berkesan. Ada kalanya mereka justru menciptakan baris-baris lagu yang terasa janggal, membingungkan, bahkan memancing kritik dari para pendengar.

Menariknya, beberapa lirik aneh tersebut justru berasal dari musisi dan band legendaris yang dikenal memiliki reputasi luar biasa. Meski kualitas musik mereka tetap diakui, beberapa penggalan lirik dianggap terlalu berlebihan atau tidak nyaman didengarkan.

Berikut lima lagu dengan lirik paling aneh yang hingga kini masih sering menjadi bahan perbincangan para penggemar musik. Kenapa, ya, kira-kira?

  1. 1. "Dear God Please Help Me" – Morrissey

    Morrissey dikenal sebagai penulis lirik yang sangat khas. Saat masih bersama The Smiths maupun dalam karier solonya, ia sering menghadirkan kata-kata yang puitis, jenaka, sekaligus penuh refleksi. Banyak penggemar mengagumi kemampuannya mengubah pengalaman sehari-hari menjadi sesuatu yang terasa mendalam dan emosional.

    Namun, lagu ini justru memunculkan salah satu lirik yang paling sering dikritik dalam kariernya. Kalimat "There are explosive kegs between my legs" dianggap terlalu vulgar secara metaforis dan menghadirkan gambaran yang terasa ganjil bagi banyak pendengar. Alih-alih terdengar artistik, lirik tersebut justru membuat sebagian orang merasa canggung.

  2. 2. "I Go Wild" – The Rolling Stones

    Sebagai salah satu band rock paling berpengaruh sepanjang masa, The Rolling Stones telah melahirkan banyak lagu klasik yang masih dinikmati hingga kini. Karier mereka dipenuhi karya-karya yang berani, energik, dan sering kali menantang norma pada zamannya. Sikap pemberontak itulah yang menjadi bagian dari identitas band ini sejak era 1960-an.

    Meski begitu, beberapa lirik mereka kini dianggap kurang sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam "I Go Wild", terdapat bagian yang menyebut perempuan dengan istilah-istilah yang dianggap merendahkan dan bernada seksis. Ketika lagu tersebut dirilis, mungkin sebagian orang menganggapnya biasa saja. Namun, jika didengar saat ini, banyak pendengar merasa pilihan katanya kurang pantas.

  3. 3. "She's Electric" – Oasis

    Oasis dikenal sebagai band Britpop yang melahirkan banyak lagu ikonik, seperti “Wonderwall” dan “Don't Look Back in Anger”. Noel dan Liam Gallagher memang memiliki kemampuan luar biasa dalam menciptakan melodi yang mudah diingat. Tak heran jika karya-karya mereka masih sering diputar hingga sekarang.

    Sayangnya, kemampuan membuat melodi yang kuat tidak selalu diiringi oleh lirik yang sama mengesankannya. Dalam "She's Electric", ada penggalan lirik seperti "On the palm of her hand is a blister, and I need more time" yang membuat banyak orang menggaruk kepala.

    Hubungan antara kedua kalimat tersebut terasa sulit dipahami, sehingga sering dianggap sebagai salah satu lirik Oasis yang paling membingungkan. Meski lagunya tetap menyenangkan didengar, bagian tersebut masih menjadi bahan candaan di kalangan penggemar.

  4. 4. "Crusades" – Geese

    Geese merupakan salah satu band rock modern yang mendapat banyak perhatian berkat gaya bermusiknya yang unik. Mereka memadukan berbagai pengaruh musik rock klasik dengan sentuhan baru sehingga terdengar segar. Vokal Cameron Winter yang khas juga menjadi salah satu daya tarik utama band ini.

    Namun, tidak semua eksperimen lirik mereka berhasil diterima dengan baik. Dalam lagu "Crusades", kalimat "Everybody is born bleeding, but in my armour, I am a man" dinilai terlalu berusaha terdengar filosofis.

    Sebagian pendengar memahami bahwa lagu ini mengangkat tema spiritual dan pencarian jati diri, tetapi ada pula yang merasa lirik tersebut terdengar terlalu dibuat-buat. Akibatnya, pesan yang ingin disampaikan justru terasa kurang mengena.

  5. 5. "Still Take You Home" – Arctic Monkeys

    Alex Turner sering disebut sebagai salah satu penulis lirik terbaik dalam musik rock modern. Ia memiliki kemampuan mengamati kehidupan sehari-hari dan mengubahnya menjadi cerita yang terasa dekat dengan pendengar. Banyak lagu Arctic Monkeys dipuji karena liriknya yang cerdas dan penuh detail.

    Meski demikian, karya-karya awal mereka juga tak luput dari kritik. Dalam "Still Take You Home", Turner menggunakan sejumlah kalimat yang mengomentari penampilan seorang perempuan secara sinis, termasuk lirik "I'm struggling, I can't see through your fake tan."

    Di masa kini, penggalan tersebut dianggap kurang sensitif dan mencerminkan budaya yang lebih suka menghakimi penampilan fisik. Walaupun lagu ini tetap menjadi bagian penting dari perjalanan awal Arctic Monkeys, banyak penggemar mengakui bahwa liriknya terasa kurang relevan jika dibandingkan dengan karya-karya Turner yang lebih matang.

    Daftar di atas menunjukkan bahwa karya musik selalu bisa dipandang dari berbagai sudut, termasuk melalui lirik yang terkadang memicu perdebatan. Justru karena keunikan itulah lagu-lagu tersebut masih terus dibahas hingga sekarang. Dari kelima lagu di atas, lirik mana yang menurutmu paling aneh dan sulit dipahami?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More