Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Musisi Rock yang Tetap Kuliah meski Sudah Terkenal

5 Musisi Rock yang Tetap Kuliah meski Sudah Terkenal
Brian May (facebook.com/Brian May)
Intinya Sih
  • Lima musisi rock terkenal seperti Brian May, Greg Graffin, Rivers Cuomo, Dexter Holland, dan Sterling Morrison memilih melanjutkan pendidikan tinggi meski sudah sukses di dunia musik.
  • Mereka menempuh berbagai bidang studi mulai dari astrofisika, zoologi, sastra Inggris, biologi molekuler hingga sastra abad pertengahan sambil tetap aktif bermusik.
  • Kisah mereka menunjukkan bahwa semangat belajar dan mengejar ilmu bisa berjalan seiring dengan karier gemilang di industri musik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orang mengira bahwa ketika seorang musisi sudah mencapai puncak popularitas, kehidupan mereka hanya akan dipenuhi jadwal konser, rekaman album, dan tur dunia. Padahal, tidak sedikit musisi rock yang justru memilih kembali ke bangku kuliah di tengah kesibukan karier. Mereka membuktikan bahwa belajar tidak mengenal usia maupun status.

Keputusan untuk melanjutkan pendidikan tentu bukanlah hal yang mudah bagi seorang bintang rock. Mereka harus membagi waktu antara panggung musik dan tugas akademik yang sama-sama menuntut dedikasi tinggi. Namun, lima musisi rock berikut berhasil menunjukkan bahwa mengejar ilmu pengetahuan bisa berjalan beriringan dengan kesuksesan di industri musik.

1. Brian May

Brian May
Brian May (facebook.com/Brian May)

Bagi penggemar Queen, Brian May dikenal sebagai gitaris legendaris dengan permainan khas menggunakan gitar Red Special yang ia buat sendiri bersama sang ayah. Sejak muda, May memang memiliki ketertarikan besar pada bidang sains, khususnya astronomi dan fisika. Bahkan sebelum Queen menjadi salah satu band terbesar di dunia, ia sudah menempuh studi doktoral astrofisika di Imperial College London.

Ketika popularitas Queen melejit pada pertengahan 1970-an, Brian May memutuskan untuk menunda kuliahnya demi fokus pada band. Namun, jeda tersebut ternyata berlangsung selama 33 tahun sebelum akhirnya ia kembali menyelesaikan penelitian dan meraih gelar PhD pada 2007. Setelah lulus, ia tetap aktif sebagai musisi sekaligus ilmuwan, bahkan pernah dipercaya menjadi Chancellor di Liverpool John Moores University.

2. Greg Graffin

Sebagai vokalis Bad Religion, Greg Graffin dikenal lewat lirik-lirik yang kritis dan penuh pemikiran. Ternyata, kecerdasannya bukan hanya terlihat dalam lagu, tetapi juga di dunia akademik. Sejak remaja, ia sudah membentuk Bad Religion, tetapi rasa ingin tahunya terhadap ilmu pengetahuan tidak pernah hilang meski bandnya semakin sukses.

Graffin menyelesaikan pendidikan sarjana antropologi dan gelar magister geologi di UCLA sebelum melanjutkan studi doktoral zoologi di Cornell University. Setelah memperoleh gelar PhD, ia aktif mengajar di berbagai universitas ternama di Amerika Serikat serta menulis sejumlah buku ilmiah. Ia membuktikan bahwa seorang musisi punk bisa menjadi akademisi yang disegani.

3. Rivers Cuomo

Rivers Cuomo
Rivers Cuomo (Instagram.com/rivers_cuomo)

Rivers Cuomo membawa Weezer meraih popularitas besar sejak album debut mereka dirilis pada pertengahan 1990-an. Meski bandnya sedang menikmati kesuksesan besar, Cuomo justru mengambil langkah yang cukup mengejutkan dengan mendaftar sebagai mahasiswa di Harvard University. Baginya, dunia kampus menjadi tempat yang bisa memberikan keseimbangan di tengah hiruk-pikuk kehidupan sebagai bintang rock.

Selama bertahun-tahun, Cuomo menjalani kuliah secara bertahap karena harus menyesuaikan jadwal tur dan rekaman album. Awalnya ia mengambil jurusan musik, tetapi kemudian beralih ke sastra Inggris karena merasa bidang tersebut lebih mendukung kemampuannya sebagai penulis lirik. Setelah melalui proses yang panjang, ia akhirnya lulus pada 2006.

4. Dexter Holland

Dexter Holland merupakan sosok di balik kesuksesan band punk rock The Offspring yang sangat populer pada era 1990-an. Di balik citranya sebagai rocker penuh energi, Holland ternyata memiliki minat besar pada dunia sains. Bahkan sebelum karier musiknya melesat, ia sudah memulai penelitian doktoral mengenai biologi molekuler HIV di University of Southern California.

Ketika The Offspring mulai meraih popularitas internasional, Holland memilih menunda studinya karena jadwal tur yang sangat padat. Namun, ia tidak pernah melupakan impiannya untuk menyelesaikan pendidikan. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali melanjutkan riset secara paruh waktu hingga akhirnya berhasil meraih gelar PhD pada 2017.

5. Sterling Morrison

Sterling Morrison
Sterling Morrison (facebook.com/Sterling Morrison)

Sterling Morrison dikenal sebagai gitaris utama sekaligus salah satu pendiri The Velvet Underground, band rock yang sangat berpengaruh dalam sejarah musik alternatif. Sebelum membentuk band bersama Lou Reed, Morrison menempuh pendidikan sastra kreatif di Syracuse University. Kecintaannya terhadap dunia literatur ternyata terus bertahan bahkan setelah karier musiknya berkembang.

Usai The Velvet Underground bubar pada awal 1970-an, Morrison lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia pendidikan. Ia melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor dalam bidang sastra abad pertengahan, kemudian menjadi dosen di University of Texas at Austin. Menariknya, ia juga sempat bekerja sebagai kapten kapal sebelum akhirnya kembali tampil bersama Velvet Underground dalam tur reuni pada awal 1990-an.

Kesuksesan sebagai musisi ternyata bukan alasan untuk berhenti belajar. Kisah mereka bisa menjadi inspirasi bahwa mengejar ilmu tidak mengenal batas usia maupun profesi. Dari kelima musisi rock tersebut, siapa yang kisah perjuangannya paling membuatmu kagum?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More