Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

NPD soal Tantangan Live Streaming 72 Jam Nonstop, Harus Jaga Omongan

NPD soal Tantangan Live Streaming 72 Jam Nonstop, Harus Jaga Omongan
NPD dalam hearing session Lupain Aku Plis pada Selasa (28/7/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Grup musik New Pusat Dunia atau NPD mengenang momen siaran langsung selama 72 jam tanpa henti saat melakukan 'world tour' mereka. Selama tiga hari berturut-turut, Kev, Mario Caesar, dan Niky Putra terus berinteraksi dengan penggemar sambil memperlihatkan berbagai momen di balik konser mereka ke sejumlah kota.

Ternyata ada tantangan yang tak mudah dijalani. Bukan soal menahan kantuk atau kelelahan, melainkan menjaga setiap ucapan yang keluar selama kamera terus menyala. Mario Caesar pun mengungkap alasan mereka harus ekstra berhati-hati saat berbicara di depan penggemar. Berikut cerita lengkapnya.

1. Mario Caesar kesulitan menjaga tutur kata

NPD dalam hearing session Lupain Aku Plis pada Selasa (28/7/2026)
NPD dalam hearing session Lupain Aku Plis pada Selasa (28/7/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Bagi Mario Caesar, tantangan terbesar selama live 72 jam bukan soal menahan ngantuk, tetapi menjaga setiap ucapan yang keluar. Menurutnya, berbicara selama tiga hari berturut-turut membuat kemungkinan keceplosan menjadi jauh lebih besar. Meski menganggap hal tersebut manusiawi, NPD tetap berusaha menyaring setiap perkataan agar tetap nyaman ditonton semua kalangan.

"Sebenernya lebih ke menjaga obrolan, memfilter obrolan. Karena 72 jam gak ada obrolan yang gak kefilter agak mustahil, sih. Kayak keceplosan-keceplosan dikit yang sebenernya itu manusiawi, tapi kita gak mau menampilkan," ungkap Mario Caesar dalam sesi hearing single "Lupain Aku Plis" di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

Ia lalu mencontohkan, "Kayak misalnya kaget, terus keluar kata-kata kasar, tapi kata kasarnya masih oke, karena bahasa internasional."

2. NPD sadar penggemarnya ada yang masih anak kecil

NPD dalam hearing session Lupain Aku Plis pada Selasa (28/7/2026)
NPD dalam hearing session Lupain Aku Plis pada Selasa (28/7/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Alasan NPD begitu berhati-hati ternyata bukan tanpa sebab. Mario mengatakan, NPC, fandom mereka, berasal dari berbagai usia. Bahkan, ada balita yang sudah hafal lagu-lagu mereka. Karena itu, grup yang digawangi para kreator ini merasa memiliki tanggung jawab untuk tetap menjaga konten yang mereka tampilkan di depan publik.

"NPCs itu dari umur 1,5 tahun juga udah ada. Ini beneran, ya. Ada orang-orang mention kami, anaknya masih 1,5 tahun udah, 'Sempurnanya aku untuk dirimu (menyanyikan lagu Sempurnanya Aku)'," cerita Mario.

3. Tur 'dunia' NPD harusnya menyambangi 20 titik kota

NPD dalam hearing session Lupain Aku Plis pada Selasa (28/7/2026)
NPD dalam hearing session Lupain Aku Plis pada Selasa (28/7/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Selain membahas live streaming, NPD juga membicarakan rangkaian tur mereka, NPD World Tour 2026, yang sukses digelar di 12 kota pada 23–26 Juli 2026. Ternyata, grup ini awalnya berencana mengunjungi sekitar 20 kota. Namun, setelah mempertimbangkan jarak tempuh dan efisiensi perjalanan, beberapa titik akhirnya dibatalkan.

"Awalnya 20 titik, tapi akhirnya ada yang kami cancel, karena mencari jalur yang lebih efektif," ujar Mario.

Tur bertajuk "Shortest Setlist Ever" ini juga mencuri perhatian, karena cara unik NPD menamai setiap kota yang mereka kunjungi. Mereka menggunakan berbagai plesetan, seperti South Tangerine untuk Tangerang Selatan, Central Jekardah, South Jekardah, West Jekardah, dan East Jekardah untuk wilayah Jakarta. Ada pula Becca Sea (Bekasi), De Vogue (Depok), Rain City (Bogor), Army Town (Cimahi), Siberia van Java (Bandung Barat), Paris van Java (Bandung), hingga Korea (Kopo Area) untuk Kabupaten Bandung.

Perjalanan tur ini disiarkan secara langsung di aplikasi Vidio. Kamu nonton aksi mereka tur secara langsung atau daring, nih?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More