3 Pelajaran Berharga dari Film Sentimental Value, Mendalam!

Film Sentimental Value berhasil meraih 9 nominasi pada ajang Oscar 2026 yang akan diselenggarakan pada Maret mendatang. Film karya sutradara Joachim Trier ini menyajikan visual art yang menarik dengan narasi yang apik. Trier rupanya sengaja memberikan nuansa drama yang membuat penonton tenggelam di dalamnya.
Sentimental Value sendiri merupakan film yang mengisahkan drama keluarga, diperankan oleh Renate Reinsve (sebagai Nora), Stellan Skarsgård (sebagai Gustav), Inga Ibsdotter Lilleaas (Agnes) dan Elle Fanning (sebagai Rachel). Gustav yang memilih bercerai dari sang istri kemudian meninggalkan kedua anaknya (Nora dan Agnes) di usia muda. Film ini mengandung pelajaran berharga yang dapat menjadi bahan refleksi dalam kehidupan. Apa saja pelajaran berharga dari film Sentimental Value? Cek di sini, yuk!
1. Perceraian tidak seharusnya menghilangkan peran sebagai orangtua

Sentimental Value bercerita tentang drama keluarga yang berujung pada perceraian. Gustav, yang selalu berkonflik dengan istrinya, mengambil keputusan untuk berpisah dan pergi ke Swedia. Ia pun meninggalkan kedua putrinya bersama sang ibu.
Perceraian orangtua rupanya membawa dampak traumatis bagi Nora dan Agnes. Terlebih Nora, ia menyimpan kepahitan dalam hati hingga dewasa. Ketidakhadiran sosok ayah dalam perjalanan hidupnya menimbulkan luka yang tidak mudah sembuh. Meskipun dalam film Nora digambarkan begitu bersahaja dan bahkan masih mau menyapa dan mencium sang ayah, sebenarnya keadaan hatinya kacau.
Pelajaran berharga yang dapat diambil adalah bahwa keputusan apa pun itu selalu membawa dampak. Termasuk perceraian yang dapat membawa efek trauma terutama bagi anak-anak. Kalaupun perceraian adalah pilihan terbaik, maka seharusnya hal tersebut tidak meniadakan peran orangtua untuk terus hadir dalam kehidupan anak. Ketiadaan peran itulah yang sering kali menimbulkan luka, kekecewaan, dan kebencian.
2. Rasa aman tidak lahir dari situasi nyaman, tetapi dari kepedulian

Dalam salah satu scene, Agnes menceritakan masa kecilnya bersama sang kakak yang membuatnya merasa aman sekalipun orangtuanya sedang berkonflik. Ketika ibu mereka sedang terpuruk, Nora menggantikan peran ibunya untuk sementara dalam mengurus Agnes, saudaranya. Nora mencuci dan menyisir rambut Agnes dan mengantarnya ke sekolah. Hal tersebut membuat Agnes merasa aman. Agnes merasa Nora selalu ada untuknya.
Dari sini, kita bisa menarik pelajaran bahwa rasa aman tidak lahir dari situasi yang nyaman. Rasa aman justru lahir dari kepedulian. Terkadang banyak orang berpikir bahwa hidup akan aman dan tenang kalau situasi baik-baik saja. Namun, sebaliknya, dalam situasi yang tidak baik pun, rasa aman itu bisa dirasakan melalui kehadiran orang lain serta kepedulian yang diberikan.
3. Pengakuan akan kepahitan terkadang dapat menyembuhkan kepahitan yang lain

Dalam film, Gustav yang adalah sutradara memiliki niat untuk mengajak Nora berperan dalam filmnya. Nora pun menolak. Alasannya karena ia tidak mau kembali berhubungan secara intens dengan Gustav. Ia takut kalau-kalau lukanya akan terus tergores oleh kepahitan masa lalu.
Namun, Nora belum membaca isi dari naskah film yang ditawarkan kepadanya. Ketika Agnes, sang adik, mendorong Nora untuk membaca naskah tersebut, barulah Nora tahu bahwa isi naskah tersebut menggambarkan kepahitan yang sang ayah rasakan sama seperti dirinya. Gustav selama ini juga merasa bersalah, bahkan kesepian, sebagai akibat perceraiannya. Nora kemudian mencoba memahami perasaan sang ayah. Itulah yang membuat dia kemudian dapat sedikit luluh dan menerima keadaannya dan juga keadaan sang ayah.
Pelajaran berharga yang dapat dipetik adalah bahwa terkadang kejujuran atau pengakuan akan suatu kepahitan dapat menyembuhkan paling tidak sedikit kepahitan yang lain. Gustav mengakui kepahitan yang ia alami melalui naskah yang ia tulis. Kepahitannya itu rupanya memberi sedikit ruang pengampunan bagi Nora yang selama ini terluka oleh ketiadaan sosok ayah dalam masa mudanya. Ia akhirnya tahu bahwa dampak perceraian itu ternyata tidak hanya menyisakan luka pada dirinya, tetapi juga pada sang ayah.
Tak hanya memiliki visual art yang apik, ada pelajaran berharga dari film Sentimental Value yang bisa dimaknai dalam kehidupan nyata. Gak mengherankan jika film ini memborong nominasi Oscar 2026. Kalau kamu belum nonton, sempatkan untuk melihat film ini, ya!


















