Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Pemerintahan Paling Manipulatif dalam Anime, Bikin Geram!
raja palsu Kekaisaran Eldia (dok. WIT STUDIO/Attack on Titan)
  • Beberapa anime menampilkan pemerintahan manipulatif yang menipu dan menindas rakyat.

  • Manipulasi bisa berupa propaganda, pengubahan sejarah, atau kebohongan sistemis.

  • Kelima pemerintahan dalam anime ini menunjukkan bahwa kekuasaan sering mengabaikan kesejahteraan rakyat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Anime tidak selalu menceritakan tentang petualangan indah di dunia fantasi. Beberapa anime justru bisa menjadi relate dengan kehidupan sehari-hari semua orang sebagai masyarakat. Pasalnya, anime juga kerap memberikan kritikan keras pada isu sosial politik dengan menampilkan pemerintahan yang bobrok.

Dari manipulasi sejarah, rahasia sisi gelap pemerintah, hingga propaganda, berikut lima pemerintahan paling manipulatif dalam anime. Pemerintahan apa saja? Simak ulasan berikut!

1. Pemerintah Dunia (One Piece)

Mary Geoise (dok. Toei Animation/One Piece)

Ketika mendengar kata sistem pemerintahan yang rusak di anime, Pemerintah Dunia sering menjadi yang pertama terlintas di kepala para penggemar anime. Bukan tanpa sebab, Pemerintah Dunia memang merupakan salah satu pemerintahan paling busuk dalam semesta anime. Tidak terhitung berapa banyak kejahatan yang dilakukan oleh mereka selama berkuasa ratusan tahun.

Sebelumnya, dunia One Piece sendiri dipimpin oleh Kerajaan Besar atau yang juga dikenal sebagai Kerajaan Kuno. Suatu hari, Kerajaan Besar berhasil digulingkan oleh Dua Puluh Orang Pendiri, yang sekarang menjadi Pemerintah Dunia. Sejak saat itu, dunia One Piece dipimpin oleh sistem paling bobrok yang pernah ada.

Pemerintah Dunia memiliki terlalu banyak kejahatan untuk disebutkan. Mereka bertanggung jawab atas berbagai jenis kejahatan, dari manipulasi sejarah, perbudakan, hingga genosida. Tak hanya itu, Pemerintah Dunia juga dikenal sebagai sistem yang licik dan manipulatif.

Sepanjang seri berlangsung, Pemerintah Dunia telah menyebarkan berita bohong dan fitnah hanya untuk menjaga nama baik mereka. Pemerintah Dunia berbohong tentang eksekusi Gol D Roger atau Insiden God Valley. Tak hanya itu, beberapa orang juga pernah menjadi korban fitnah kejam Pemerintah Dunia, seperti Luffy yang dituduh menyandera Dr. Vegapunk, Sabo yang dituduh membunuh Nefertari Cobra, hingga Nico Robin yang dituduh ingin menghancurkan dunia.

2. Kekaisaran Eldia (Attack on Titan)

Karl mengubah ingatan Eldian. (dok. MAPPA/Attack on Titan)

Sejak ribuan tahun sebelum seri dimulai, Kekaisaran Eldia sudah menjadi pemerintahan paling kejam yang pernah ada. Pada masanya, Kekaisaran Eldia menjadi kekaisaran yang paling ditakuti sekaligus paling dibenci. Bukan tanpa sebab, dulu para Raja Eldia kerap menggunakan kekuatan Titan untuk mendominasi dunia.

Hingga Kekaisaran Eldia dipimpin oleh Karl Fritz, perang Titan akhirnya dihentikan. Namun, gencatan senjata tidak dilakukan melalui cara diplomatis, melainkan menggunakan ancaman. Karl berjanji bahwa Kekaisaran Eldia tidak akan menyerang negara lain lagi menggunakan Titan.

Karl kemudian membawa bangsanya ke Paradis dan menghapus memori mereka menggunakan kekuatan Founding Titan. Hal tersebut ia lakukan demi mengasingkan bangsa Eldia sebagai bukti bahwa Karl menepati janjinya. Di sisi lain, Karl juga mengancam akan melakukan Rumbling jika ada negara yang berani menyerang Paradis.

Selama para Eldian tinggal di Paradis, mereka selalu hidup dalam kebohongan. Pasalnya, Karl mengganti nama marganya menjadi Reiss dan menggunakan raja palsu untuk memimpin Paradis. Hal tersebut dilakukan guna merahasiakan garis keturunan keluarga kerajaan.

Memanipulasi ingatan Eldian tentunya bukan satu-satunya kejahatan besar Kekaisaran Eldia. Di samping itu, mereka juga bertanggung jawab atas pembantaian klan Ackerman. Meski sangat setia pada keluarga kerajaan, Kekaisaran Eldia menganggap Ackerman sebagai ancaman. Pasalnya, Ackerman menjadi satu-satunya klan yang kebal terhadap kekuatan Founding Titan.

3. Amestris (Fullmetal Alchemist: Brotherhood)

Amestris (dok. Bones/Fullmetal Achemist: Brotherhood)

Sekilas, Amestris memang terlihat seperti negara adidaya yang sangat kuat. Semua alkemis terbaik di dunia berkumpul di Amestris. Namun, di samping itu, pemerintahan Amestris adalah salah satu pemerintahan paling manipulatif yang pernah ada.

Meski jabatan sebagai Fuhrer dipegang oleh King Bradley, Bradley tidak lebih dari sekadar boneka Father. Selama ini, Amestris dipimpin oleh Homunculus yang berencana untuk menghancurkan negara mereka sendiri. Setiap propaganda yang diciptakan oleh Amestris hanyalah bagian dari rencana besar Father.

Mereka berbohong tentang Perang Saudara Ishval. Pemerintahan Amestris mengeklaim bahwa Perang Saudara Ishval terjadi karena perbedaan budaya yang sangat bertolak belakang. Faktanya, Amestris justru menjadi pihak yang memulai perang tersebut.

Perang Saudara Ishval terjadi ketika Envy yang sedang menyamar sebagai Alkemis Negara membunuh anak kecil di Ishval. Hal tersebut tentunya memicu kemarahan para Ishvalan sehingga terjadilah perang saudara. Namun, tragedi ini lebih layak disebut sebagai genosida ketimbang perang saudara.

Amestris sengaja memulai perang yang berakhir pada pembantaian Ishvalan. Alasannya bukan karena perbedaan budaya, melainkan karena Ishval merupakan penghalang terbesar bagi rencana Father. Jadi, Perang Saudara Ishval sebenarnya tragedi yang terancang hanya untuk melancarkan rencana Father.

4. Soul Society (Bleach)

Soul Society (dok. Pierrot/Bleach)

Pada awal seri dimulai, Soul Society diperkenalkan sebagai tempat yang indah dan nyaman bagi semua orang yang sudah meninggal. Namun, hal tersebut sebenarnya hanyalah salah satu dari kebohongan terbesar para Shinigami. Meski seseorang sudah mengalami banyak penderitaan semasa hidupnya, tidak menjamin bahwa mereka akan mendapatkan hidup yang lebih baik di Soul Society.

Buktinya, Soul Society memiliki Rukongai, wilayah pinggiran paling kumuh, padat penduduk, miskin, dan jauh dari kemewahan Seireitei. Tidak sedikit penduduk Rukongai yang harus bergelut dengan kelaparan. Meski Soul Society mengetahui hal tersebut, mereka memilih untuk menutup mata, alih-alih memastikan kesejahteraan penduduk Rukongai.

Tak hanya itu, Soul Society juga memiliki sisi gelap yang jarang diketahui oleh banyak orang. Soul Society sebenarnya bertanggung jawab atas pembantaian terhadap Quincy 200 tahun lalu. Soul Society merahasiakan hal tersebut hanya untuk menjaga reputasi mereka.

5. Sistem Sybil (Psycho-Pass)

Sistem Sybil (dok. Production I.G/Psycho-Pass)

Terakhir, ada Sistem Sybil dari Psycho-Pass, anime bertema cyberpunk. Mengangkat latar pada abad ke-22, Psycho-Pass menceritakan tentang Jepang yang kini dikendalikan oleh teknologi bernama Sistem Sybil. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk mengantisipasi kejahatan dengan menilai kondisi psikologis seseorang.

Meski hal tersebut terdengar seperti teknologi yang berguna, Sistem Sybil merupakan sistem yang cacat. Sistem Sybil sebenarnya tidak membasmi kejahatan, melainkan membasmi orang-orang dengan mental yang tidak stabil. Tak peduli jika mereka adalah korban, semua orang bisa langsung dijatuhi hukuman mati ketika kehilangan kewarasan.

Di balik itu, Sistem Sybil juga menyimpan rahasia yang sangat kelam. Sistem Sybil memang dibuat untuk menciptakan keadilan yang sempurna. Namun, bagaimana bisa hal tersebut tercapai jika Sistem Sybil sendiri ternyata dijalankan menggunakan otak para kriminal genius.

Sudah seharusnya pemerintah berpihak pada rakyat. Itu karena mereka bekerja dan dibayar oleh rakyat untuk menjamin kesejahteraan bersama. Meski begitu, kelima pemerintahan di atas sama sekali tidak peduli dengan kesejahteraan rakyat. Mereka tidak masalah memanipulasi rakyat demi keuntungan mereka sendiri. Jadi, bagaimana menurutmu? Kamu mau tinggal di salah satu dunia anime tersebut?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎