Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengalaman Adhisty Zara Syuting Rumah Singgah, Hampir Nangis di Set

Pengalaman Adhisty Zara Syuting Rumah Singgah, Hampir Nangis di Set
Konferensi pers trailer dan poster "Rumah Singgah" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Intinya Sih
  • Adhisty Zara mengaku proses syuting film Rumah Singgah terasa berat karena bertepatan dengan perjuangan kakeknya melawan kanker hingga wafat di hari terakhir produksi.
  • Zara mengalami kesulitan menahan emosi saat memerankan adegan bahagia, karena kisah film dan kondisi pribadinya sangat mirip sehingga membuatnya hampir menangis di set.
  • Melalui karakter Karla, Zara belajar tentang kekuatan dan harapan baru, bahkan menjalani latihan bersama atlet nasional untuk mendalami peran sebagai atlet muda penyintas kanker.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN TimesAdhisty Zara membagikan pengalaman emosional yang ia rasakan selama menjalani proses syuting film Rumah Singgah (2026). Film ini mengangkat kisah para penyintas kanker yang saling menguatkan dalam menghadapi kehidupan di sebuah rumah singgah, menghadirkan cerita tentang harapan, persahabatan, dan cinta di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Bagi Zara, proses produksi film tersebut terasa jauh lebih berat karena bertepatan dengan kondisi keluarganya. Saat memerankan Karla, seorang atlet muda yang didiagnosis kanker tulang, ia juga sedang mendampingi sang kakek yang berjuang melawan penyakit serupa.

1. Relate dengan pengalaman pribadi, Zara jadi caregiver saat syuting

Belajar teknik dasar lari dari atlet nasional demi peran Karla.jpg
Adhisty Zara setelah konferensi pers trailer dan poster "Rumah Singgah" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Tanpa diduga, kisah di film ini begitu selaras dengan kondisi yang sedang dialami Zara di dunia nyata. Ia mengungkapkan bahwa selama proses syuting di Bandung, mendiang sang kakek, Acil Bimbo yang akrab disapanya Kiyang, tengah menjalani perawatan intensif di ruang ICU akibat kanker.

"Karena buat aku sendiri proses syuting ini tuh bisa dibilang susah banget. Susah banget karena jadi kebetulan kita tuh kan syuting di Bandung, terus ketika film ini mulai syuting, kakekku tuh, almarhum, masuk ICU," ujar Zara saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).

Meski kakeknya sudah berpulang, ia bersyukur masih memiliki waktu untuk menemani sang kakek setiap kali produksi memasuki hari libur. Namun, duka datang tepat di penghujung proses syuting.

"Terus kebetulan kakekku juga meninggal ketika hari terakhir syuting gitu. Dan Masya Allah kebetulan juga setiap hari libur tuh aku dapet waktu untuk spend time lebih banyak sama Kiyang di ICU saat itu," kenangnya.

2. Sempat kesulitan menjalani adegan bahagia karena emosinya terbawa

Cerita Zara Sampai Belajar ke Atlet Lari Pro Demi Rumah Singgah.jpg
Adhisty Zara setelah konferensi pers trailer dan poster "Rumah Singgah" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Kondisi berduka yang sedang dihadapi membuat emosi Zara selama syuting menjadi campur aduk. Ia mengaku beberapa adegan terasa sangat personal karena situasinya begitu mirip dengan kehidupan yang sedang dijalaninya.

"Jadi kalau untuk tanya perasaan selama syuting gimana, itu mixed feelings karena kadang aku adegannya kan sangat relate dengan keadaan aku saat itu juga," katanya.

Alih-alih kesulitan saat adegan sedih, Zara justru merasa lebih berat ketika harus memainkan momen-momen bahagia. Emosinya kerap terbawa hingga nyaris menangis di adegan yang seharusnya dipenuhi senyuman.

"Ada beberapa adegan yang seharusnya enggak nangis tapi jadinya pingin nangis. Itu yang paling challenging buat aku selama syuting tuh, adegan yang bahagia itu rasanya jadi ke hati banget. Biarpun ini film sedih tapi kita bawanya harus senyum, itu yang paling susah," ungkapnya.

3. Sebut Karla sebagai sosok yang mengajarkannya arti harapan

Totalitas perankan Karla, Zara sampai pelajari kebiasaan atlet.jpg
Adhisty Zara setelah konferensi pers trailer dan poster "Rumah Singgah" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Zara menilai Karla merupakan salah satu karakter paling kuat yang pernah ia perankan. Meski harus menerima kenyataan pahit kehilangan impian sebagai atlet karena kanker, Karla perlahan menemukan harapan baru melalui orang-orang di sekitarnya.

"Sebagai karakternya Karla itu anak yang kuat banget di film ini. Biarpun dia atlet yang kemudian harus menjadi pasien di 'Rumah Singgah', awalnya berat tapi kemudian ketemu teman-temannya jadi timbul harapan," ujar Zara.

Demi memerankan karakter tersebut secara maksimal, Zara juga menjalani latihan bersama atlet nasional Suryo Agung Wibowo untuk mempelajari teknik dasar lari dan kebiasaan seorang atlet profesional.

Selain Adhisty Zara, Rumah Singgah turut dibintangi Devano Danendra, Ciccio Manassero, Messi Gusti, Dewi Irawan, dan Aming. Diproduksi SENARA bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures, film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More