Supergirl (dok. Warner Bros. Pictures/Supergirl)
Salah satu momen paling mengejutkan di akhir Supergirl adalah keputusan Kara yang melarang Ruthye membunuh Krem, tetapi kemudian justru menghabisi penjahat tersebut sendiri.
Sepanjang perjalanan, Kara terus berusaha meyakinkan Ruthye agar tidak membiarkan balas dendam menguasai dirinya. Kara memahami rasa kehilangan dan amarah yang dirasakan Ruthye karena keluarganya dibunuh Krem. Namun, ia juga tahu bahwa mengambil nyawa seseorang akan meninggalkan luka batin yang tidak mudah hilang.
Film memang tidak pernah secara eksplisit mengungkap apakah Kara pernah membunuh sebelumnya. Namun, dialog dan sikapnya mengisyaratkan bahwa ia memahami konsekuensi psikologis dari tindakan tersebut. Karena itulah, ia ingin Ruthye tetap mempertahankan kepolosannya.
Setelah Ruthye pergi, Kara mengambil keputusan yang berbeda. Ia justru membunuh Krem sendiri sebagai bentuk tanggung jawab agar Ruthye tidak harus memikul beban tersebut seumur hidup. Keputusan ini sekaligus menjadi pembeda utama antara Kara dan Superman.
Berbeda dengan Clark Kent yang dibesarkan di Bumi dengan prinsip bahwa setiap nyawa harus diselamatkan, Kara tumbuh di Krypton. Nilai moralnya lebih pragmatis. Baginya, ada kalanya seseorang memang harus dihentikan secara permanen demi melindungi orang lain. "He (Superman) sees the good in everyone. And I see the truth."