Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Perbedaan Avatar The Last Airbender Season 2 dari Versi Animasinya

4 Perbedaan Avatar The Last Airbender Season 2 dari Versi Animasinya
still cut serial Avatar: The Last Airbender Season 2 (dok. Netflix/Avatar: The Last Airbender)
Intinya Sih
  • Season 2 versi live-action menampilkan time skip lebih panjang dari animasi

  • Dinamika keluarga Zuko, Azula, dan Ursa diubah dengan nuansa baru

  • Beberapa cerita seperti Painted Lady dan Perpustakaan Wan Shi Tong dipindahkan ke Ba Sing Se

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Rilisnya season kedua dari serial Avatar: The Last Airbender yang sudah sangat dinanti mendapat beragam reaksi dari penonton. Salah satu yang cukup disorot adalah soal beberapa perbedaan yang diterapkan di serial live-action ini daripada materi aslinya di versi animasi.

Ada yang menganggap perubahan dan perbedaan itu sebagai hal yang positif, sehingga membawa elemen kejutan di versi live-action. Beberapa lainnya justru merasa perubahan yang diterapkan agak sedikit melenceng. Apa saja perbedaan yang muncul di Avatar The Last Airbender Season 2 ini?

1. Time skip dari peristiwa Siege of the North lebih lama

Empat karakter dari serial Avatar: The Last Airbender Season 2 duduk di ruang bergaya Asia dengan pencahayaan hangat dan dekorasi tradisional.
still cut serial Avatar: The Last Airbender Season 2 (dok. Netflix/Avatar: The Last Airbender)

Hal pertama perbedaan yang terasa adalah soal time skip yang diterapkan di serial Netflix ini memakan waktu lebih lama dari versi animasinya. Meski gak secara gamblang diceritakan, namun dari dialog Aang dan kawan-kawan menyiratkan kalau ada time skip sekitar satu sampai dua tahun sejak peristiwa Siege of the North. Sementara di versi animasi, Book 2 dimulai tidak lama setelah pertempuran tersebut.

Sempat disinggung sebelumnya kalau time skip di Avatar: The Last Airbender Season 2 ini memang harus diterapkan, karena usia para cast yang terus bertambah. Konsekuensinya, jadwal kedatangan Komet Sozin juga pastinya akan disesuaikan dengan alur timeline baru yang akan berubah ke depannya. Gara-gara time skip ini, musim kedua Avatar ini juga disebut melewatkan beberapa episode dari versi animasinya.

2. Dinamika keluarga Zuko dan Azula

Dua karakter berdiri saling berhadapan dalam adegan tegang dari serial Avatar: The Last Airbender Season 2 dengan latar kayu gelap.
still cut serial Avatar: The Last Airbender Season 2 (dok. Netflix/Avatar: The Last Airbender)

Buat kamu yang mengikuti versi animasinya pasti mengetahui betapa kompleksnya perselisihan yang terjadi di antara anggota keluarga Zuko dan Azula. Namun, ada beberapa perubahan yang dilakukan Netflix yang membuat dinamika keluarga ini punya nuansa yang berbeda dari cerita aslinya.

Di versi animasi, setelah Book 1 setelah Ozai langsung menganggap Zuko dan Iroh sebagai pengkhianat. Namun, versi live-action menunjukkan kalau Ozai masih ingin memberikan pengampunan kepada Zuko, meskipun diduga kuat hanya berupa akal bulus. Perubahan juga terasa di hubungan Zuko, Azula dan ibu mereka, Ursa. Di adaptasi serial, Ursa diceritakan sempat ingin kabur bersama anak-anaknya sebelum akhirnya diasingkan. Peristiwa ini bikin Azula gak punya alasan lagi merasa ditinggalkan oleh ibunya seperti di animasi, juga mengubah penyebab alasan kepergian Ursa dari keluarga kerajaan.

3. Cerita perpustakaan Wan Shi Tong dan Painted Lady dipindah ke Ba Sing Se

Tiga karakter berdiri di hutan berkabut menatap burung hantu raksasa dalam adegan serial Avatar: The Last Airbender Season 2.
still cut serial Avatar: The Last Airbender Season 2 (dok. Netflix/Avatar: The Last Airbender)

Avatar: The Last Airbender Season 2 juga terlihat menggabungkan beberapa cerita untuk dipadatkan agar berlangsung di Ba Sing Se. Setelah tim Avatar sampai di ibu kota Kerajaan Bumi tersebut, mereka seperti ditahan selama mungkin di sana dan membawa beberapa peristiwa yang di animasi terjadi di luar Ba Sing Se, justru berlangsung di sana.

Contohnya adalah kisah Painted Lady. Kisah ini harusnya terjadi di desa Negara Api di Book 3, namun penyamaran Katara untuk membantu menyelamatkan penduduk dari air sungai yang tercemar peristiwanya jadi berlangsung di Ba Sing Se.

Lalu, ada juga cerita Perpustakaan Wan Shi Tong yang dalam versi animasi tim Avatar harus menyeberangi gurun Si Wong, untuk menemukan perpustakaan kuno tersebut. Sementara di live-action, perjalanan ke perpustakaan itu berlangsung di Spirit World sehingga rangkaian peristiwanya jadi sangat berbeda.

4. Versi live-action nge-skip episode The Guru?

Seorang biksu muda dengan tato panah biru di kepalanya melayang di tengah pusaran energi biru dalam adegan Avatar: The Last Airbender Season 2.
still cut serial Avatar: The Last Airbender Season 2 (dok. Netflix/Avatar: The Last Airbender)

Perubahan terbesar terasa saat Aang berhasil menguasai Avatar State saat bertarung melawan Azula. Di versi animasi, Aang diceritakan kesulitan untuk mengendalikan Avatar State yang membuatnya harus berlatih dengan Guru Pathik. Sang mentor menyebutkan kalau Aang harus melepaskan semua ikatan duniawi termasuk perasaannya terhadap Katara, untuk membuka ketujuh chakranya. Ini jadi momen titik balik terpenting dalam perjalanan Aang.

Namun, adegan ini seperti gak diceritakan di musim kedua live-action. Aang tiba-tiba langsung diperlihatkan mampu mengendalikan Avatar State saat menghadapi Azula di ending cerita. Sementara di versi animasi, Azula lebih dulu menembak Aang dengan petir sebelum sepenuhnya memasuki Avatar State. Jadi transformasi itu gagal tercapai. Perubahan ini yang kemudian banyak dibahas dan dianggap mengundang kontroversi.

Perubahan-perubahan di Avatar: The Last Airbender Season 2 ini menjadi perbincangan hangat para fans di media sosial. Menurut kamu gimana?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N

Related Articles

See More