Film K-Pops (x.com/NetflixJP)
Perbedaan pertama yang bisa dilihat adalah dari tujuannya. Film dokumenter diproduksi dengan niat merekam fakta, realitas, serta menyampaikan kebenaran tentang suatu peristiwa, tokoh, atau fenomena sosial tertentu. Oleh sebab itu, film dokumenter bisa dijadikan sebagai media edukasi, pengarsipan sejarah, dan penyampaian kritik.
Kalau film dokumenter menyajikan fakta, berbeda dengan film fiksi yang ditunjukkan sebagai hiburan. Sebab, film fiksi bersumber dari imajinasi, karangan, atau penulisan kreatif sang pengarang. Meski sebagian film fiksi ada yang diangkat dari kisah nyata, tapi biasanya akan mengalami banyak penyesuaian dan dramatisasi.
film dokumenter Going Viral: Beyond the Hot Zone (x.com/DisneyPlusID)
Perbedaan yang paling fundamental terletak pada asal-usul ide ceritanya. Film dokumenter murni bersumber dari fakta, data dari kejadian nyata. Semua data didapat dari penelitian dan perekaman, seperti wawancara, dokumen, hingga footage sejarah.
Sementara film fiksi didapat dari imajinasi atau karangan sang penulis. Oleh sebab itu, film fiksi memiliki elemen dramatis untuk menciptakan pengalaman bebeda. Pembentukan konflik yang dramatis juga sengaja dibuat demi menjaga tempo ketegangan dan estetika struktur narasi.