Sebastian Lelio dan Florence Pugh di belakang layar film The Wonder (dok. Netflix)
Meski lahir di Argentina, Sebastian Lelio besar di Cile setelah ikut pindah bersama keluarganya sejak usia 2 tahun. Ia sempat mempelajari jurnalistik sebelum akhirnya memutuskan untuk menekuni dunia perfilman. Saat masih menjadi mahasiswa sekolah perfilman di Cile, Lelio sempat mengeluarkan karya berupa film-film pendek.
Kemudian debut profesionalnya datang lewat penyutradaraan film panjang berjudul La Sagrada Familia pada 2005. Karya debutnya ini mendapat perhatian di sejumlah ajang festival film internasional. Ia kemudian melanjutkan karier dengan merilis film-film hits seperti Navidad (2009) dan El Ano Tigre (2011).
Salah satu karya paling terkenalnya merupakan A Fantastic Woman yang dirilis pada 2017. Lewat film ini, Lelio panen banyak penghargaan seperti Berlin International Film Festival, Teddy Award, hingga Oscars. Lelio dan film A Fantastic Woman mencatatkan rekor sebagai film panjang Cile pertama yang berhasil meraih penghargaan Oscars.
Setelah pencapaian luar biasa itu, Sebastian Lelio memperluas jangkauan kariernya dengan menggarap film berbahasa Inggris dan bekerja sama dengan aktor-aktor Hollywood. Disobedience (2017) menjadi debut penyutradaraan film berbahasa Inggrisnya. Ia juga menggarap Gloria Bell (2018), remake berbahasa Inggris dari filmnya sendiri, Gloria. Pada 2022 lalu, ia juga berkolaborasi dengan Netflix untuk menyutradarai film The Wonder yang dibinangi oleh Florence Pugh.