Promotor Prambanan Jazz Ungkap Alasan Di Balik Undang Artis Non-Jazz

- Promotor Prambanan Jazz Festival 2026 memilih musisi populer seperti NIKI berdasarkan hasil kurasi dari ribuan komentar netizen agar festival tetap relevan dan diminati generasi muda.
- Kurator Shadu Rasjidi menilai loyalitas penggemar terhadap idolanya menjadi faktor penting untuk menjaga antusiasme penonton meski kondisi ekonomi sedang menantang.
- Founder Anas Syahrul Alimi mengakui ada unsur pemaksaan halus untuk mengenalkan jazz melalui kehadiran artis non-jazz, berharap penonton baru bisa tertarik menikmati musik jazz.
Yogyakarta, IDN Times - Hadirnya deretan musisi papan dalam lineup Prambanan Jazz Festival (PJF) 2026 sempat menuai pertanyaan. Banyak yang menilai festival ini semakin melenceng dari identitas genre aslinya, yaitu jazz. Namun, pihak promotor mengungkapkan maksud di balik keputusannya ini.
Tak tanggung-tanggung, promotor mengklaim ada unsur sedikit pemaksaan agar generasi muda mau melirik indahnya instrumen jazz.
1. Tim Prambanan Jazz Festival mendengarkan permintaan netizen

Pemilihan nama besar seperti NIKI bukan sekadar selera pribadi tim penyelenggara, melainkan hasil kurasi dari ribuan komentar netizen yang membanjiri akun resmi festival sejak setahun sebelumnya. Dengan memenuhi keinginan pasar, promotor yakin antusiasme pengunjung akan tetap terjaga di setiap tahunnya.
"Untuk kenapa bisa ada NIKI, bisa ada teman-teman yang lain, itu pastinya juga kawan-kawan mengikuti animo. Kan Pramadan Jazz selalu nanya ke teman-teman di postingan. Kalian mau siapa yang hadir di Pramadan Jazz 2026? Itu gue pasti kurasi sama orang dari teman-teman," jelas Shadu Rasjidi selaku kurator Prambanan Jazz Festival 2026 dalam konferensi pers pada Kamis (2/7/2026).
2. Shadu memanfaatkan loyalitas penggemar

Shady juga melihat bahwa di tengah kondisi ekonomi yang menantang, faktor loyalitas penggemar terhadap idolanya adalah kunci utama untuk menarik massa. Penonton rela mengeluarkan biaya lebih demi menyaksikan musisi favorit mereka tampil di latar candi yang megah.
"Akhirnya ketika lu cinta, lu pasti akan datang sih. Akan nonton artis yang lu suka. Jadi untuk sesuatu yang lu suka tuh jadi kayak misalnya aku terhadap istriku. Kayak gitu-gitulah. Jadi gak akan jadi masalah untuk in this economy ya, Mas Anas ya," ungkap Shadu.
3. Anas founder Prambanan Jazz Festival ungkao ada unsur pemaksaan

Anas Syahrul Alimi selaku founder Prambanan Jazz Festival menjelaskan, adanya niat tersembunyi untuk mengenalkan jazz lewat pintu masuk genre lain. Dengan mengundang penyanyi dengan basis massa besar, promotor berharap penonton yang awalnya buta akan jazz bisa terjebak dalam penampilan musisi jazz seperti Joey Alexander yang dijadwalkan tampil di antara deretan bintang pop.
"Jadi ketika mereka datang untuk penonton artisnya. Tiba-tiba ada Joe Alexander. Saya berharap, teman-teman ini yang gak suka sama jazz, tiba-tiba ngelihat, keren juga ya. Nah pelan-pelan begitu. Jadi saya sedikit agak paksa mereka untuk menikmati jazz dengan cara ini," tegas Anas.
Prambanan Jazz Festival 2026 akan digelar pada 3-5 Juli 2026 bertempat di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta.




















