Raisa Deg-degan Jelang Konser Love & Let Go, Lakukan Persiapan Intens

- Raisa akan menggelar konser tunggal bertajuk 'Love & Let Go' pada 6–7 Juni 2026 di JCC, menandai kembalinya ia ke panggung besar setelah sukses di SUGBK tahun 2023.
- Meski sudah berpengalaman, Raisa tetap merasa deg-degan karena konsep konser kali ini berbeda total, dengan aransemen baru bersama Magenta Orchestra dan lagu-lagu dari album Ambivert.
- Untuk menjaga stamina tampil dua hari berturut-turut, Raisa menjalani program olahraga khusus serta persiapan intens mencakup workshop musik, latihan vokal, dan fitting kostum.
Jakarta, IDN Times - Penyanyi Raisa Andriana akan kembali menggebrak panggung musik dengan menggelar konser tunggal bertajuk “Raisa Live in Concert: Love & Let Go.” Konser ini akan diselenggarakan selama dua hari pada 6-7 Juni 2026 di Jakarta Convention Center (JCC).
Ini bukan kali pertama pelantun lagu “Terjebak Nostalgia” tersebut menggelar konser tunggal. Sebelumnya, ia bahkan sempat mencetak rekor sebagai solois perempuan pertama yang menggelar konser tunggal di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 25 Februari 2023 lalu.
Menariknya, meski bukan pengalaman pertamanya, Raisa mengaku tetap deg-degan jelang konser “Raisa Live in Concert: Love & Let Go.” Dalam wawancara bersama IDN Times, Rabu (29/4/2026), Raisa cerita menjalani persiapan yang intens, bahkan sampai menjalani program olahraga.
1. Raisa ngaku deg-degan jelang konser Love & Let Go

Konser “Raisa Live in Concert: Love & Let Go” sudah di depan mata. Sekitar sebulan jelang pelaksanaannya, Raisa mengaku masih merasa deg-degan untuk kembali tampil, meski sudah beberapa kali menggelar konser tunggal. Menurutnya, perasaan tersebut akan selalu ada karena setiap konser memiliki tema yang berbeda.
“Setiap konser tuh pasti temanya beda-beda. Jadi gak akan ada yang ngulang dua kali. Apalagi yang sekarang karena sama Magenta Orchestra, jadi perbedaannya tuh jauh banget dibandingkan konser-konser aku yang sebelumnya," kata Raisa dengan nada semangat saat dijumpai di Soundtrip Studio, Rabu (29/4/2026).
Ia melanjutkan, “Jadi nomor satu aransemen. Terus kedua konsepnya beda, terus cara bawain acaranya beda. Terus treatment-treatment-nya juga beda. Apalagi ini kan sekarang udah ada album Ambivert, jadinya banyak lagu-lagu barunya juga. Bintang tamunya juga beda. Jadi semuanya serba beda, deh. Jadinya deg-degannya itu masih ada.”
Kendati demikian, Raisa memandang rasa deg-degan tersebut sebagai bagian dari proses yang menyenangkan. Baginya, tanpa rasa deg-degan, konser terasa kurang seru.
2. Ungkap persiapan intens jelang konser

Raisa juga antusias menceritakan berbagai persiapannya jelang konser kali ini. Menurutnya, kali ini persiapan yang dilakukan sangat banyak. Karena akan tampil bersama Andi Rianto dan Magenta Orchestra, hampir seluruh lagu dirombak sehingga ia pun harus menghafal banyak materi baru sambil menyiapkan berbagai catatan pendukung.
“Dari aransemennya sendiri, hampir semuanya dirombak. Jadi banyak banget yang harus dihafalin, banyak banget contekanku juga yang harus diingat,” lanjutnya.
Raisa menyebut, ia juga menghabiskan banyak waktu untuk menjalani proses workshop yang intens demi mengeksplorasi konsep musik yang akan dibawakan. Dari sisi penampilan, ia menyiapkan beberapa pergantian kostum untuk mendukung suasana panggungnya. Meski tidak mudah, Raisa tetap merasa sangat bahagia demi memanjakan penontonnya nanti.
“Ngabisin banyak waktu juga untuk workshop, untuk lagunya kira-kira mau dibedah kayak apa? Kostum juga, kita Insya Allah bakalan ganti bajunya lumayan banyak. Jadi aku happy buat sulap-sulap di atas panggung nanti.”
Kini, jelang satu bulan sebelum konser, semua persiapannya pun sudah memasuki tahap finalisasi. Raisa juga mulai fokus pada proses eksekusi, termasuk menjalani rangkaian latihan, rehearsal, hingga sesi fitting kostum.
3. Sampai ikut program olahraga demi menjaga stamina untuk manjakan penonton

Karena konser “Raisa Live in Concert: Love & Let Go” akan digelar selama dua hari, Raisa mengaku juga mempersiapkan fisiknya. Ia menyebut kini persiapannya pun sudah memasuki tahap “Pelatnas” karena menjalani program olahraga yang disusun khusus untuk meningkatkan endurance dan kontrol napasnya.
“Biasanya kalau olahraga ya ngasal aja gitu ya. Sekenanya aja, pokoknya yang penting bergerak. Aku biasanya gitu. Cuman begitu mau konser, itu biasanya emang dibikinin programnya yang lebih buat endurance. Terus lebih buat napas. Yang jelas karena kita bakalan dua hari berturut-turut, itu akan sangat berpengaruh sih dengan endurance gitu.”
Menurut Raisa, ketahanan fisiknya sangat penting untuk dijaga agar tidak terjadi penurunan kondisi setelah penampilan di konser hari pertama. Oleh karena itu, program olahraganya pun difokuskan pada peningkatan daya tahan.
Mengingat penonton datang dengan membeli tiket, Raisa pun mengaku merasa memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan penampilan yang terbaik dan berbeda dari penampilan-penampilan sebelumnya.


















