Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Review Film Perumahan Laddaland: Jumpscare-nya Bikin Resah
Poster film Perumahan Laddaland (dok. MD Pictures/Perumahan Laddaland)
  • Perumahan Laddaland mengikuti kisah keluarga Tomy yang pindah ke perumahan pinggiran kota lalu menghadapi teror setelah asisten rumah tangga mereka ditemukan tewas.

  • Horor garapan sutradara Awi Suryadi dan penulis Lele Laila ini menghadirkan jumpscare yang umumnya efektif, meski sebagian mudah ditebak, serta dilengkapi gore dan konflik drama keluarga.

  • Penataan set, pencahayaan, sinematografi variatif, dan akting Andri Mashadi serta Titi Kamal terbilang mendukung atmosfer cerita, film ini tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagaimana jadinya pindah ke rumah baru yang awalnya diharapkan membawa kehidupan yang aman dan bahagia, tetapi justru berujung teror yang menyeramkan? Premis inilah yang coba dihadirkan sutradara Awi Suryadi bersama penulis Lele Laila dalam film Indonesia terbaru, Perumahan Laddaland. Film yang dibintangi Titi Kamal dan Andri Mashadi ini merupakan adaptasi remake dari film horor populer Thailand, Ladda Land (2011).

Perumahan Laddaland menjadi project lainnya yang mempertemukan Awi Suryadi dan Lele Laila setelah keduanya terlibat dalam Danur: The Last Chapter (2026). Dengan pengalaman mereka menggarap horor serta deretan pemain yang sudah cukup dikenal, ekspektasi terhadap film ini tentunya cukup tinggi. Namun, apakah Perumahan Laddaland mampu memenuhi ekspektasi penonton lewat teror yang dihadirkan, atau justru lebih banyak mengandalkan jumpscare semata?

Berikut review film Perumahan Laddaland dari IDN Times.

Sinopsis Film Perumahan Laddaland (2026)

Perumahan Laddaland mengikuti kisah keluarga Tomy yang pindah ke rumah baru di perumahan bernama Laddaland yang terletak di pinggiran kota. Bukannya hidup dengan tenteram, Tomy yang membawa istrinya, Melissa, serta kedua anak mereka, Tania dan Elvin, malah diteror dengan peristiwa mencekam di perumahan tersebut.

Semua bermula setelah Eneng, asisten rumah tangga yang mereka pekerjakan untuk membantu pekerjaan rumah, ditemukan tewas di sebuah rumah yang tidak begitu jauh dari kediaman mereka. Berbagai peristiwa pun terjadi sampai mengusik ketenangan Tomy bersama keluarganya.

Seiring berjalannya waktu, perumahan Laddaland mulai ditinggalkan para penghuninya satu per satu. Keluarga Tomy menjadi satu dari sedikit penghuni yang masih memilih menetap di Laddaland. Meski terjadi beragam kejadian aneh dan teror semakin meningkat, mereka tak punya pilihan untuk tetap tinggal di sana.

Perumahan Laddaland
2026
3/5
Directed by Awi Suryadi
ProducerManoj Punjabi
WriterLele Laila
Age Rating17+
GenreHoror
Duration99 Minutes
Release Date13-08-2026
ThemeAdaptasi remake, horor, drama keluarga
Production HouseMD Pictures
Where to WatchCinema XXI, CGV, Cinepolis
CastTiti Kamal, Andri Mashadi, Anantya Kirana, Shakeel Fauzi Aisy, Delia Husein

Trailer Film Perumahan Laddaland (2026)

1. Jumpscare cukup efektif, meski ada yang predictable

Sebagai film remake, Perumahan Laddaland tidak meninggalkan beberapa bagian dari film aslinya. Sebenarnya, ini dapat menjadi poin plus, karena tetap menghargai akar cerita dalam film Ladda Land. Namun, cerita versi Indonesia tetap memiliki penyesuaian, sehingga penonton yang sudah menyaksikan versi Thailand-nya dapat menemukan perbedaan sekaligus persamaan dalam beberapa adegan.

Kalau berbicara dari segi elemen horor, film yang diproduseri Manoj Punjabi ini mampu menghadirkan suasana yang menyeramkan. Secara keseluruhan, jumpscare yang dihadirkan sudah cukup efektif membuat penonton merasa deg-degan dan resah. Ketegangan di beberapa adegan memang dibangun secara perlahan lewat suasana dan pergerakan kamera, tetapi sebagian jumpscare masih terasa predictable. Meski begitu, momen-momen tersebut tetap membuat penonton merasa takut.

Film ini pun tidak hanya mengandalkan jumpscare karena adegan gore yang dihadirkan juga cukup menambah sensasi horor. Selain itu, Perumahan Laddaland turut dibumbui dengan drama dan konflik keluarga berlapis yang cukup mewarnai cerita sehingga penonton tidak hanya disuguhkan dengan teror.

2. Sinematografi dan akting para pemain sudah cukup mendukung cerita

Perumahan Laddaland memang tidak menawarkan sesuatu yang terlalu berbeda dari film horor lain bila dilihat dari setnya. Ruang minim pencahayaan masih menjadi andalan bagi film ini untuk membangun suasana menyeramkan. Walau begitu, penataan set dan pencahayaan tetap layak dipuji karena mampu mendukung atmosfer horor. Terlebih lagi, latar yang digunakan mencakup beberapa rumah hingga lingkungan perumahan yang membuat Laddaland seperti tempat yang sewaktu-waktu dapat menghadirkan teror bagi penghuninya.

Eksekusi set dalam Perumahan Laddaland juga didukung oleh aspek sinematografi. Meski tidak terlalu menonjol dari sisi visual, film ini tetap menampilkan pengambilan gambar yang cukup variatif, sehingga penonton seolah ikut masuk ke dalam suasana yang dibangun di sepanjang cerita.

Mengenai akting, aktor Andri Mashadi cukup berhasil menghidupkan karakter Tomy di dalam film. Sisi keras kepala Tomy hingga tekanan psikologis yang perlahan dialaminya mampu disampaikan dengan baik oleh Andri. Begitu pula halnya dengan Titi Kamal yang cukup mampu menghadirkan sisi emosional dari karakter Melissa. Chemistry-nya dengan Andri menjadi pasangan suami-istri juga terasa natural. Tak lupa, peran Anantya Kirana sebagai Tania dan para pemeran lainnya juga ikut mendukung cerita yang disajikan.

3. Apakah film Perumahan Laddaland menarik ditonton di bioskop?

Kesimpulannya, film Perumahan Laddaland masih layak untuk ditonton di bioskop. Elemen horor yang cukup efektif serta akting para pemain menjadi beberapa alasan yang membuat film ini masih menarik untuk disaksikan di layar lebar. Walau begitu, keputusan untuk menyaksikan langsung atau menunggu tayang di OTT tentu kembali pada preferensi kamu sendiri.

Perumahan Laddaland versi Indonesia dengan film aslinya tentu memiliki daya tarik dan penilaian masing-masing. Kalau memang kamu sudah menonton film Thailand-nya, datang ke bioskop untuk melihat film ini pun tak jadi masalah karena kamu bisa melihat bagaimana cerita tersebut diadaptasi di tangan sineas lokal.

Sementara bagi kamu yang belum menyaksikan versi aslinya, film ini bisa menjadi pilihan tontonan di bioskop untuk merasakan sendiri bagaimana sensasi teror Laddaland yang dikemas dalam versi lokal. Perumahan Laddaland tayang mulai 13 Agustus 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article