Review Film Surat untuk Masa Mudaku, Sederhana dan Menghangatkan

- Film Surat untuk Masa Mudaku hadir dengan kisah sederhana yang menghangatkan hati
- Akting para aktor ciliknya polos dan natural
- Properti dan set film ini mendetail, memberikan nuansa hidup pada cerita
Jakarta, IDN Times - Film Surat untuk Masa Mudaku sudah bisa ditonton di Netflix mulai 29 Januari 2026. Terinspirasi dari pengalaman sutradara Sim F. semasa di panti asuhan, film ini juga menarik perhatian, karena jadi debut Millo Taslim sebagai pemeran utama.
Dengan durasi sekitar 2 jam 15 menit, apakah Surat untuk Masa Mudaku menarik ditonton? Simak ulasan singkatnya berikut ini!
Sinopsis Surat untuk Masa Mudaku
Kefas merupakan remaja pemberontak di Panti Asuhan Pelita Kasih. Ia membuat sejumlah pengurus panti tak betah, karena masa lalunya yang kelam. Suatu ketika, panti asuhan kedatangan seorang pengurus baru bernama Simon.
Kehidupan panti asuhan pun berubah menjadi lebih berwarna. Begitu juga Kefas dan Simon yang berusaha berdamai dengan luka di masa lalu mereka.
| Producer | Wilza Lubis |
| Writer | Daud Sumolang |
| Age Rating | 16+ |
| Genre | Drama |
| Duration | 135 Minutes |
| Release Date | 29-01-2026 |
| Theme | teenager |
| Production House | Buddy Buddy Pictures |
| Where to Watch | Netflix |
| Cast | Millo Taslim, Cleo Haura, Aqila Herby, Jordan Omar, Halim Latuconsina |
Trailer Surat untuk Masa Mudaku
Cuplikan film Surat untuk Masa Mudaku
1. Surat untuk Masa Mudaku ungkit kisah sederhana yang bikin hati hangat
Surat untuk Masa Mudaku hadir sebagai film berlatar panti asuhan. Menariknya, film ini mengambil sudut pandang anak-anak yang penuh harap bisa diadopsi. Lewat dialog polos dan sederhana, film ini menawarkan kehangatan yang pelan-pelan meresap ke hati tanpa perlu drama berlebihan.
Satu elemen yang nyaris selalu berhasil menyentuh emosi adalah nyanyian anak-anak yang diselipkan di beberapa bagian film. Entah kenapa, suara polos mereka selalu mampu membuat hati terenyuh dan menambah lapisan kehangatan pada cerita.
2. Akting polos para aktor cilik
Dari sisi akting, performa Millo Taslim sebagai Kefas terbilang naik turun. Di beberapa adegan emosional, ekspresinya terasa meyakinkan dan mampu menyampaikan beban batin karakter. Namun di adegan lain, gestur dan dialognya masih terlihat kaku dan kurang luwes.
Menariknya, karakter Joy yang diperankan Cleo Haura justru lebih natural. Aktingnya terasa mengalir dan spontan sehingga kerap mencuri perhatian meski bukan pemeran utama. Gak ketinggalan, karakter Boni juga menjadi scene stealer dalam sejumlah adegan dengan akting polosnya.
3. Properti dan set yang mendetail
Salah satu hal yang patut dipuji adalah properti dan penataan visual. Set panti asuhan tua digarap dengan detail yang rapi dan terasa hidup. Mobil-mobil lawas, gaya pakaian jadul, hingga lagu-lagu yang bikin nostalgia.
Hal-hal kecil seperti pilihan warna pakaian Kefas yang dibuat lebih kuning dibandingkan anak-anak lain di sekolah juga menjadi simbol visual yang menyiratkan kehidupannya yang berat. Detail-detail semacam ini menunjukkan keseriusan tim produksi dalam membangun suasana dan karakter.
Pada akhirnya, Surat untuk Masa Mudaku mungkin bukan film yang sempurna, tetapi tetap berhasil meninggalkan rasa hangat setelah selesai ditonton. Jadi, kalau kamu cari film yang bisa bikin mata berkaca-kaca hingga menangis, kamu bisa menjadikan Surat untuk Masa Mudaku sebagai pilihan. Siapkan tisu, siapa tahu kamu butuh!


















