Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Reza Rahadian Garap Film Pendek Annisa, Terinspirasi Kisah Nyata Seorang Anak

Reza Rahadian Garap Film Pendek Annisa, Terinspirasi Kisah Nyata Seorang Anak
press conference Next Step Studio Indonesia, Selasa (5/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Reza Rahadian kembali menjadi sutradara, kali ini lewat film pendek berjudul Annisa, terinspirasi dari kisah nyata seorang anak perempuan tunanetra yang bermimpi menjadi penyanyi di atas panggung.

  • Film Annisa merupakan kolaborasi Reza Rahadian dengan sutradara Filipina Sam Manacsa dan dijadwalkan tayang perdana di program Next Step Studio, La Semaine de la Critique, Cannes 2026.

  • Choirunnisa Fernanda memerankan tokoh utama Annisa, sementara Nazira C. Noer berperan sebagai ibunya; Reza menyoroti kemampuan Annisa tanpa melihat keterbatasannya selama proses syuting.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Reza Rahadian kembali duduk di kursi sutradara setelah kesuksesan film Pangku. Kali ini, ia menggarap film pendek berjudul Annisa. Menariknya, proyek ini merupakan hasil kolaborasinya dengan Sam Manacsa, sutradara asal Filipina, dan dijadwalkan akan melakukan world premiere dalam program Next Step Studio di La Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2026.

Dalam press conference yang digelar di Institut Français Indonesia (IFI) Thamrin, Reza mengungkap, film ini diangkat dari kisah nyata seorang anak perempuan bernama Annisa. Berikut selengkapnya.

1. Reza Rahadian perkenalkan film pendek Annisa, ceritanya terinspirasi dari kisah nyata

Para peserta dan pembicara berpose bersama di konferensi pers Next Step Studio Indonesia dengan latar belakang layar bertema acara.
press conference Next Step Studio Indonesia, Selasa (5/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Reza Rahadian baru-baru ini memperkenalkan Annisa sebagai karya film pendek terbarunya. Mengusung tema yang menyentuh, film ini diangkat dari kisah nyata seorang anak perempuan bernama Annisa yang tidak dapat melihat dan memiliki mimpi untuk bernyanyi di atas panggung.

“Ini adalah cerita tentang bagaimana seorang perempuan yang memiliki mimpi untuk bisa bernyanyi di sebuah panggung, tanpa mengukur panggung besar atau panggung kecil, seberapa banyak spotlight yang dia dapat atau tidak. Dia seorang anak yang tidak bisa melihat,” ungkap Reza, Selasa (5/5/2026).

Reza Rahadian kemudian menceritakan, ia pertama kali bertemu Annisa saat menjalani proses syuting film. Pada pertemuan tersebut, ia langsung tergerak oleh semangat dan energi hidup Annisa, hingga akhirnya memutuskan untuk mengangkat kisahnya ke dalam sebuah film.

“Saya bertemu Annisa ketika saya sedang syuting sebuah film. Saya jatuh cinta pada anak ini, pada semangatnya, pada spirit hidupnya dan kemudian membuat ceritanya.”

2. Hasil kolaborasi dengan sutradara asal Filipina dan siap world premiere di program Next Step Studio di La Semaine de la Critique, Cannes 2026

Beberapa pembicara duduk di atas panggung saat konferensi pers Next Step Studio Indonesia, salah satu di antaranya memegang mikrofon.
press conference Next Step Studio Indonesia, Selasa (5/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Adapun film Annisa juga tercatat sebagai proyek kolaborasi Reza Rahadian dengan Sam Manacsa, sutradara asal Filipina. Meski merupakan proyek kerja sama lintas negara, Reza mengaku tidak mengalami banyak culture shock, karena menurutnya, dinamika kehidupan perkotaan di Indonesia dan Filipina tidak jauh berbeda.

Meski begitu, Reza tak menampik sempat kebingungan saat menjelaskan konsep rumah susun dalam konteks Filipina. Namun, ketika melihat set yang disiapkan, Sam langsung memahami.

“Ketika saya sampaikan setting-nya rumah susun, saya waktu itu juga kebingungan menceritakan kira-kira rumah susun nih kalau di Filipina apa ya? Tapi begitu melihat set-nya Sam langsung paham,” ungkap Reza Rahadian dengan nada antusias.

Film Annisa sendiri sudah dijadwalkan akan melakukan world premiere di program Next Step Studio, La Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2026 bersama tiga film Indonesia lainnya, seperti Original Wound, Mothers Are Mothering, serta Holy Crowd yang dibintangi oleh Prilly Latuconsina.

3. Dibintangi oleh Choirunnisa Fernanda dan Nazira C. Noer

Beberapa pria berbicara di depan media saat konferensi pers Next Step Studio Indonesia dengan latar spanduk dan kamera ponsel merekam.
press conference Next Step Studio Indonesia, Selasa (5/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam sesi press conference yang berlangsung sekitar 2 jam, Reza Rahadian mengungkap, film ini dibintangi Choirunnisa Fernanda. Ia juga menggandeng Nazira C. Noer, yang sebelumnya bekerja sama dengannya di film Pangku, untuk memerankan karakter ibu Annisa.

“Pas melihat ibu dari anak ini, mukanya mirip banget sama Nazira C. Noer, jadi gak ada kandidat lain waktu itu selain memilih Nazira C. Noer sebagai ibunya,” kata Reza Rahadian.

Sementara itu, Nazira yang turut hadir dalam sesi press conference menceritakan, selama proses syuting, Reza Rahadian tidak melihat kondisi Annisa sebagai sebuah keterbatasan. Ia justru mengarahkan Annisa sebagai seorang perempuan muda yang memiliki kemampuan.

“Di situ Reza men-direct Annisa sebagai orang yang capable, orang yang mampu dan itu yang membuat Annisa menjadi lebih kuat dan siap di kehidupan nyata,” ungkap aktris dan publicist tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Related Articles

See More