Benarkah Bayaran Reza Rahadian di Film Baim Wong Setara 2 Lamborghini?

Sambil tertawa, Baim Wong menyebut bayaran Reza Rahadian di film Semua Akan Baik-Baik Saja setara dua unit Lamborghini baru, menandakan nilai tinggi sang aktor dalam proyek tersebut.
Produksi film digarap dengan skala besar, termasuk pembangunan set rusun realistis dan perhatian pada kenyamanan kru serta pemain demi hasil visual maksimal.
Baim rela keluarkan biaya lebih untuk set rumah di depan rel kereta, namun tetap tenang karena biaya produksi ditopang produser lain meski sempat terjadi perdebatan.
Jakarta, IDN Times - Reza Rahadian memiliki beberapa proyek film yang dinantikan tahun ini, salah satunya Semua Akan Baik-Baik Saja. Film ini juga menjadi debut Baim Wong dalam menggarap drama keluarga setelah sebelumnya sukses menyutradarai dua film horor.
Kolaborasi keduanya pun tak luput dari sorotan publik. Belakangan, beredar kabar bahwa bayaran Reza Rahadian dalam film tersebut setara dengan harga dua unit Lamborghini, lho. Lantas, benarkah demikian? Penasaran? Nah, berikut penjelasan langsung dari Baim Wong!
1. Baim Wong sebut kontrak Reza Rahadian setara 2 unit Lamborghini, benar gak ya?

Semua Akan Baik-Baik Saja menjadi proyek film pertama Baim Wong yang dibintangi oleh Reza Rahadian. Dalam agenda media visit di kantor IDN, Kamis (14/4/2026), Baim tak menampik bayaran Reza memang sangat tinggi. Ia bahkan blak-blakan menyebut nilai kontrak sang aktor setara dengan dua unit Lamborghini baru, bukan bekas.
“Reza tanda tangan kontrak dengan dua Lamborghini dan itu bukan second, itu baru. Jadi Reza mahal banget, makai dia mikir-mikir,” kata Baim Wong dengan nada bersemangat.
Sambil tertawa, Baim kemudian menegaskan bahwa angka tersebut dihitung berdasarkan keyakinan pribadinya. “Itu dalam keyakinan saya,” lanjutnya.
2. Seberapa besar skala produksi film Semua Akan Baik-Baik Saja?

Terlepas dari bayaran fantastis Reza Rahadian yang setara dengan dua unit Lamborghini, Baim juga membahas skala produksi film Semua Akan Baik-Baik Saja. Ia menjelaskan, produksi film ini memang dibuat dengan skala yang besar demi menghadirkan kualitas yang maksimal dan detail yang kuat di layar.
“Skala produksi film ini sebesar itu. Sebesar itu karena kita mau film bagus,” lanjut Baim Wong.
Baim kemudian menjelaskan, salah satu hal yang membuat bujet produksi film ini tinggi adalah pembangunan set lokasi yang realistis, seperti kawasan rusun dengan kesan kumuh, tapi harus tetap terjaga secara visual. Di sisi lain, ia juga harus memprioritaskan kenyamanan para pemain agar proses syuting tetap berjalan dengan lancar.
“Rusunnya rusun dengan kekumuhan tapi jangan sampai pemain gak mau syuting di situ, karena keadaan takutnya tidak terurus, jadinya dibersihin. Semuanya kita jadiin nyaman ya, tetap look-nya rusun, jadi dari situ aja kita tahu ini produksi sangat serius.”
Di samping itu, Baim juga membahas hal-hal terkait penyediaan makanan yang layak dan memadai agar semua orang yang terlibat merasa nyaman dan betah saat bekerja di lokasi syuting. Menurutnya, perhatian pada detail-detail kecil seperti itu juga menjadi bagian dari keseriusan produksi film. Menurutnya, kualitas sebuah film tidak terlepas dari besarnya anggaran, karena para tenaga profesional yang terlibat tentu memiliki nilai dan keahlian yang harus dihargai secara layak.
“Film bagus pasti ada bujet karena gak mungkin orang-orang expertise itu tidak punya value. Orang-orang hebat itu punya value dan kita menghargai value itu,” lanjutnya.
3. Tak masalah gelontorkan lebih banyak dana demi kebutuhan film karena ditopang produser lainnya

Demi mewujudkan visi visual film Semua Akan Baik-Baik Saja, Baim mengaku cukup ngotot dalam hal penentuan set, terutama soal set rumah yang harus berada di depan rel kereta. Untuk itu, beberapa bagian set terpaksa dirombak dan membuat biaya produksi lebih besar dibanding menyewa lokasi jadi. Meski begitu, ia tetap memilih langkah tersebut demi kepentingan film.
“Set lokasi harus bagus, oke rumah di depan rel kereta, gue harus jebol kanan kiri dan ini lebih mahal daripada kita sewa yang rumah proper. Tapi saya perlu rumah yang depannya rel kereta,” ungkap ayah dua anak tersebut.
Walaupun harus menggelontorkan dana yang lebih besar, Baim Wong mengaku tidak masalah karena biaya produksi turut ditopang oleh pihak produser lain, meski awalnya juga diwarnai perdebatan.
“Gak apa-apa, yang bayar bukan gue. Yang bayar itu lain produser. Tapi saya berantem terus sama mereka. Kebetulan produser saya juga, ada enaknya kita bisa ketopang.”
Catat tanggalnya, film Semua Akan Baik-Baik Saja tayang di bioskop mulai 13 Mei 2026. Selain Reza Rahadian, film ini juga bertabur aktor ternama lainnya, mulai dari Christine Hakim, Raihaanun, hingga Ari Irham.


















