Jakarta, IDN Times - Sidharta Tata kembali mengeksplorasi genre action lewat film orisinal terbaru Netflix berjudul Serangan Balik yang menghadirkan adegan laga intens dan strategi bertahan hidup. Kali ini, ia tidak hanya mengandalkan koreografi laga untuk membangun ketegangan, tetapi juga merancang strategi pertahanan yang memanfaatkan kondisi lingkungan sekitar.
Film yang dibintangi oleh Lukman Sardi ini sendiri mengikuti kehidupan seorang mantan anggota pasukan khusus yang harus melindungi kedua cucunya dari ancaman sindikat kriminal. Nah, untuk menghadirkan rangkaian aksi tersebut, Sidharta Tata bersama tim produksi melakukan persiapan dan riset secara mendalam. Kepada IDN Times, Sidharta Tata mengungkapkan bahwa salah satunya terinspirasi dari taktik gerilya selama Perang Vietnam. Berbagai strategi pemanfaatan alam, mulai dari batang pohon, unsur binatang, hingga racun, menjadi referensi dalam merancang jebakan yang ditampilkan di film ini.
Menariknya, riset tersebut juga tidak diterapkan begitu saja. Sidharta Tata dan tim artistik harus terlebih dahulu menyesuaikannya dengan latar tempat serta karakter Eyang Hari yang memiliki latar belakang sebagai mantan anggota pasukan khusus. Lalu, seperti apa proses riset dan inspirasi di balik strategi bertahan di film Serangan Balik?