Jadi Mantan Tentara di Serangan Balik, Lukman Sardi Fokus Bentuk Otot

- Lukman Sardi memerankan Eyang Hari, mantan tentara dalam film Netflix Serangan Balik, yang menjadi pengalaman pertamanya membintangi film dengan porsi adegan aksi penuh.
- Ia mempelajari koreografi pertarungan spesifik selama sekitar dua bulan bersama Uwais Team, dengan gerakan yang disesuaikan latar militer Eyang Hari dan mengutamakan keselamatan.
- Untuk menampilkan fisik mantan tentara, Lukman membentuk otot, mengatur pola makan, dan menjaga kesehatan selama beberapa bulan; Serangan Balik tayang 12 November 2026.
Jakarta, IDN Times - Lukman Sardi mendapat tantangan baru lewat Serangan Balik. Dalam film arahan sutradara Sidharta Tata ini, ia memerankan karakter Eyang Hari, seorang mantan tentara yang menghadapi situasi berbahaya. Menariknya, karakter tersebut menuntut Lukman untuk tidak hanya mendalami peran, tetapi juga mempersiapkan kemampuan fisiknya karena film orisinal Netflix tersebut sekaligus menjadi pengalaman pertamanya membintangi film dengan porsi adegan action secara penuh.
Dalam wawancara bersama IDN Times, Lukman Sardi mengungkapkan, demi menghidupkan karakter Eyang Hari, ia harus mempelajari berbagai koreografi fighting yang terasa baru baginya. Selain itu, aktor berusia 55 tahun tersebut juga harus menjalani persiapan fisik selama beberapa bulan, mulai dari membentuk otot hingga menjaga pola makan agar penampilannya sesuai dengan karakter mantan tentara yang ingin ditampilkan.
1. Pertama kali main film full action, Lukman Sardi pelajari banyak gerakan baru

cast dan sutradara film Serangan Balik (dok. Netflix) Bagi Lukman Sardi, film Serangan Balik menjadi pengalaman pertamanya membintangi film yang mengandalkan adegan action secara penuh. Hal tersebut tentu menghadirkan tantangan tersendiri karena ia harus mempelajari banyak gerakan dan koreografi pertarungan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Menurut Lukman Sardi, dalam proses penyusunannya, koreografi pertarungan yang melibatkan Eyang Hari turut mempertimbangkan latar belakang militernya. Setiap gerakan dirancang agar mencerminkan kemampuan dan karakteristik sosok mantan tentara tersebut. Oleh karena itu, ia pun dituntut untuk memahami detail setiap gerakan agar dapat membawakannya secara tepat di depan kamera.
“Tentu banyak hal yang perlu dipelajari dengan baik. Karena buat saya pribadi, ini kan film action yang full action yang pertama. Jadi, banyak hal yang mungkin secara pergerakan atau koreografi sangat baru. Apalagi ini sangat spesifik,” kata Lukman Sardi dengan nada antusias.
2. Pastikan koreografi fighting disiapkan dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan

cast dan sutradara film Serangan Balik (dok. Netflix) Adegan pertarungan dalam film action tentu memiliki risiko tersendiri. Kendati demikian, Lukman Sardi menjelaskan bahwa ia tidak merasa ada gerakan yang terlalu berbahaya atau sulit selama menjalani proses syuting Serangan Balik. Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi karena persiapan koreografi yang dilakukan secara matang sejak jauh-jauh hari.
Adapun penyusunan koreografi pertarungan di film ini turut melibatkan Uwais Team, kelompok koreografer action yang dibentuk oleh Iko Uwais. Bersama tim tersebut, Lukman telah menjalani latihan sekitar dua bulan sebelum syuting dimulai.
“Kalau kita ngomong everything's about film action tuh semua punya risiko. Tapi, karena sudah dipersiapkan dengan baik dari awal, risiko itu jadi hilang. Jadi, semuanya sudah benar-benar siap,” lanjut Lukman Sardi.
Aktor kelahiran 1971 tersebut mengungkapkan bahwa ia turut dilibatkan dalam diskusi penyusunan koreografi dan diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan jika ada gerakan yang dirasa kurang sesuai dengan karakter Eyang Hari. Hal ini pun semakin memperkuat keyakinannya bahwa setiap adegan pertarungan dalam film Serangan Balik tidak hanya dirancang untuk memperkuat karakter Eyang Hari, tetapi juga tetap mengutamakan keselamatan para pemain.
3. Jadi mantan tentara, Lukman Sardi fokus bentuk otot dan jaga pola makan

cast dan sutradara film Serangan Balik (dok. Netflix) Di samping mempelajari koreografi pertarungan, Lukman menyebut bahwa ia juga mendapat arahan khusus dari Sidharta Tata terkait penampilan fisiknya. Sebagai mantan tentara, Eyang Hari perlu memiliki bentuk tubuh yang memperlihatkan kesan kuat dan terlatih. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Lukman menjalani persiapan fisik secara personal selama beberapa bulan. Ia berusaha membentuk otot agar terlihat natural dan sesuai dengan karakter yang diperankannya.
“Permintaan dari Mas Tata sebagai sutradara. Dia pengin ngebentuk badan aku yang bukan terlalu berotot, tapi ya ada, gitu. Kelihatanlah bahwa ini fisik seorang tentara, seorang yang punya kemampuan tertentu,” kata Lukman Sardi.
Ia melanjutkan, “Bagaimana otot itu terbentuk dengan secara kelihatan sangat natural, sesuai dengan karakternya Eyang Hari. Itu aku lakuin hampir beberapa bulan.”
Persiapan Lukman Sardi tersebut pun juga tidak hanya berfokus pada pembentukan tubuh melalui latihan fisik, tetapi juga mengatur pola makannya dan menjaga kesehatan agar tetap bugar selama menjalani proses syuting.
“Aku sangat menjaga supaya selama syuting agar tidak sakit. Itu yang paling penting, karena pada saat aku sakit, berarti akan sulit untuk all the production.”
Juga dibintangi oleh Callista Arum, Derby Romero, dan Sulthan Hamonangan, Serangan Balik tayang perdana di Netflix pada 12 November 2026.


















![[QUIZ] Kalau Jadi Trainee JKT48, Kamu Bakal Shonichi di Setlist Apa?](https://image.idntimes.com/post/20261101/foto-cover_f4d5d9b6-72b5-4a52-883e-56d50c271468.jpg)



