Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Serial dan Film Terbaik Imam Tantowi, Ada Tukang Bubur Naik Haji!
Daftar serial dan film terbaik Imam Tantowi (dok. Sinemart Pictures/Ketika Cinta Bertasbih | dok. Sinemart/Tukang Bubur Naik Haji The Series)
  • Sineas senior Imam Tantowi meninggal pada Jumat, 21 Agustus 2026, di usia 80 tahun, setelah menjalani karier panjang sebagai sutradara dan penulis skenario.

  • Karyanya mencakup film horor, laga kolosal, sejarah, komedi, hingga drama religi, termasuk Pengabdi Setan, Saur Sepuh III, Soerabaia '45, Angling Dharma, dan Ketika Cinta Bertasbih.

  • Imam juga meraih penghargaan FFI dan FSI, serta Tukang Bubur Naik Haji The Series menjadi salah satu karya televisinya yang meraih rating tinggi hingga penghargaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berita duka menyelimuti industri hiburan Indonesia. Sineas senior H. Imam Tantowi dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (21/8/2026) di usia 80 tahun. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai salah satu sutradara dan penulis skenario yang memiliki perjalanan panjang di dunia perfilman dan pertelevisian Tanah Air.

Ia pun meninggalkan sejumlah karya populer yang dikenal luas publik, salah satunya Tukang Bubur Naik Haji The Series (2012). Selain itu, Imam telah meraih banyak penghargaan, mulai dari Festival Film Indonesia (FFI) sampai Festival Sinetron Indonesia (FSI). Berikut sejumlah serial Indonesia dan film terbaik Imam Tantowi.

1. Pengabdi Setan (1980)

Poster film Pengabdi Setan (1980) (dok. Rapi Films/Pengabdi Setan)

Pengabdi Setan menjadi karya film horor yang turut ditulis oleh Imam Tantowi bersama Naryono Prayitno dan Sisworo Gautama Putra yang juga bertindak sebagai sutradara. Film ini berkisah tentang sebuah keluarga yang mengalami berbagai kejadian mistis setelah sang ibu meninggal dunia.

Setelah dirilis pada 1980, Pengabdi Setan hingga kini dikenal sebagai salah satu film horor klasik Indonesia. Puluhan tahun kemudian, film tersebut dibuat ulang oleh Joko Anwar pada 2017 dan meraih kesuksesan dengan 4,2 juta penonton di bioskop.

2. 7 Manusia Harimau (1986)

7 Manusia Harimau menjadi salah satu karya Imam Tantowi yang populer (dok. istimewa | dok. Sinemart/7 Manusia Harimau)

Selain menjadi sutradara, Imam Tantowi juga terlibat dalam penulisan naskah film 7 Manusia Harimau yang diadaptasi dari novel karya Motinggo Boesje. Film ini dibintangi para artis yang populer di era 80-an, seperti Ray Sahetapy, El Manik, dan Anneke Putri.

Kisah 7 Manusia Harimau diangkat kembali menjadi sinetron pada 2014 dengan Imam Tantowi menjadi salah satu penulis skenario. Dalam perjalanannya di dunia pertelevisian, sinetron ini mendapatkan rating yang baik dan menang penghargaan Panasonic Gobel Awards 2015 dari kategori Drama Seri Terfavorit.

3. Saur Sepuh III: Kembang Gunung Lawu (1989)

Poster film Saur Sepuh 3 (1989) (dok. Kanta Indah Film/Saur Sepuh III: Kembang Gunung Lawu)

Imam melanjutkan kiprahnya di dunia perfilman lewat Saur Sepuh III: Kembang Gunung Lawu. Karya ini menjadi film laga kolosal yang disutradarai sekaligus ditulis oleh Imam. Menariknya, Saur Sepuh III menjadi bagian dari franchise film Saur Sepuh yang sangat populer pada era 1980-an.

Dikutip dari situs Film Indonesia (filmindonesia.or.id), Saur Sepuh III menjadi film terlaris di Jakarta pada tahun 1990 dengan raihan 611.073 penonton menurut data Perfin. Film ini sempat masuk beberapa nominasi di ajang Festival Film Indonesia 1990, dan mendapatkan Piala Citra untuk kategori Penata Suara Terbaik yang diterima Hartanto.

4. Si Badung (1989)

Potret poster film Si Badung (1989) dalam hitam-putih (dok. Kanta Indah Film/Si Badung)

Selama berkarier sebagai sineas Indonesia, Imam berhasil menyabet Piala Citra untuk Penulis Cerita Asli Terbaik lewat film Si Badung dalam ajang Festival Film Indonesia di Jakarta pada 1989. Selain itu, film ini juga membawa pulang piala penghargaan Film Anak-Anak Terbaik dan Film Musik Terbaik.

Dalam film ini, Imam tak hanya duduk sebagai sutradara, tapi juga ikut terlibat dalam penulisan naskah bersama Embie C. Noer. Si Badung mengisahkan upaya memperkenalkan pendidikan modern kepada anak-anak nakal yang terbiasa hidup bebas.

5. Soerabaia '45 (1990)

Poster film Soerabaia '45 (letterboxd.com)

Karier perfilman Imam Tantowi berlanjut lewat film berlatar sejarah, Soerabaia '45. Film berdurasi 123 menit ini mengangkat kisah Pertempuran 10 November di Surabaya, termasuk perjuangan rakyat menghadapi pasukan sekutu. Ia bertindak sebagai sutradara dan salah satu penulis naskah bersama Gatut Kusumo.

Soerabaia '45 menjadi salah satu karya paling penting bagi Imam. Pasalnya, film ini berhasil masuk sejumlah nominasi di Festival Film Indonesia 1991 dan mengantarkan Imam meraih Piala Citra untuk kategori Sutradara Terbaik.

6. Suami-Suami Takut Istri (1996)

Imam kemudian melebarkan sayapnya ke layar kaca lewat sinetron komedi Suami-Suami Takut Istri setelah sebelumnya terlibat dalam Madu Racun dan Anak Singkong (1994), serta Jejak Sang Guru (1995). Sinetron ini membantunya meraih penghargaan Penulis Skenario Komedi Terbaik dan Penulis Cerita Asli Komedi Terbaik di Festival Sinetron Indonesia 1996.

Kisah Suami-Suami Takut Istri kemudian dihidupkan kembali menjadi serial televisi yang tayang pada tahun 2007-2010. Dalam versi ini, Imam tetap tercatat sebagai pencipta ide cerita, sementara skenarionya ditulis Tiga Pena.

7. Angling Dharma (2000)

Cuplikan Angling Dharma (dok. Vidio/Angling Dharma)

Sebagai seorang penulis cerita, Imam juga membawa kisah kolosal ke layar kaca dengan karyanya, Angling Dharma. Project ini mempertemukan Imam dengan Anto Wijaya, Candy Satrio, dan Rahma Azhari yang terlibat sebagai pemain.

Selain menjadi sinetron kolosal yang populer di pertelevisian Indonesia pada awal 2000-an, Angling Dharma juga mendapat penghargaan Drama Seri Laga Terfavorit pada Panasonic Awards 2002, dan Sinetron Laga/Misteri Terpuji di Festival Film Bandung 2004.

8. Ketika Cinta Bertasbih (2009)

Poster film Ketika Cinta Bertasbih dan Ketika Cinta Bertasbih 2 (dok. Sinemart Pictures/Ketika Cinta Bertasbih/Ketika Cinta Bertasbih 2)

Imam Tantowi kembali dipercaya menjadi penulis skenario film lewat film Ketika Cinta Bertasbih yang diadaptasi dari novel karya Habiburrahman El Shirazy. Menurut data Cinepoint, film yang dibintangi Kholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, dan Alice Norin ini sukses mendapatkan 2.105.192 juta penonton bioskop.

Kesuksesan tersebut pun berlanjut melalui film Ketika Cinta Bertasbih 2 yang dirilis pada September 2009. Masih dengan Imam Tantowi sebagai penulis, Ketika Cinta Bertasbih 2 mendapatkan 1.494.739 penonton.

9. Tukang Bubur Naik Haji The Series (2012-2017)

Poster sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series (dok. Sinemart/Tukang Bubur Naik Haji The Series)

Di tahun 2012, Imam mencuri perhatian publik lewat sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series. Dalam sinetron ini, Imam tercatat sebagai penulis cerita sekaligus penulis skenario dengan mendiang Mat Solar dan Nani Wijaya terlibat sebagai pemain.

Tukang Bubur Naik Haji The Series terbilang mampu stabil menduduki rating tertinggi sampai memiliki ratusan episode. Popularitas itu membawa sinetron ini meraih beberapa penghargaan bergengsi, yaitu Drama Seri Terfavorit di Panasonic Gobel Awards 2013, serta sejumlah penghargaan di Festival Film Bandung 2013, termasuk Penulis Skenario Terpuji untuk Sinetron yang diraih Imam.

10. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013)

Poster film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (dok. Soraya Intercine Films)

Imam diketahui ikut terlibat dalam film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck yang diadaptasi dari novel karya Buya Hamka. Nama Imam sendiri tercantum sebagai penulis skenario bersama Donny Dhirgantoro dalam film yang disutradarai Sunil Soraya itu.

Dibintangi Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza Rahadian, film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck berhasil meraih 1.724.110 penonton bioskop dan masuk dalam daftar film Indonesia terlaris pada 2013 silam. Bahkan, film ini sukses mengumpulkan 570 ribu penonton pada sepekan pertama penayangannya.

Itulah deretan serial dan film terbaik Imam Tantowi yang merupakan salah satu sineas senior di Tanah Air. Selamat jalan, Imam Tantowi. Semua karya yang telah kau tinggalkan akan dikenang selalu di industri hiburan Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article