5 Film Indonesia yang Masuk BIFAN 2026, Ada Ghost in the Cell-Bolong

Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) kembali digelar pada 2-12 Juli 2026. Festival film asal Korea Selatan ini dikenal sebagai salah satu ajang paling bergengsi untuk film bergenre horor, thriller, fantasi, hingga fiksi ilmiah dari berbagai negara.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1997, BIFAN konsisten menjadi panggung bagi karya-karya sinema yang inovatif dan imajinatif. Tahun ini, ada lima film Indonesia yang berhasil masuk dalam berbagai program pemutaran BIFAN 2026. Apa saja?
1. Ghost in the Cell (2026)

Film terbaru garapan Joko Anwar menjadi salah satu wakil Indonesia di BIFAN 2026. Ghost in the Cell berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dihuni para koruptor hingga pelaku kejahatan berat. Kehidupan para narapidana berubah drastis setelah kedatangan seorang tahanan baru yang diikuti rentetan pembunuhan misterius.
Korban ditemukan tewas dengan tubuh yang disusun menyerupai karya seni, sementara para penghuni penjara terjebak tanpa akses ke dunia luar dan harus berjuang mempertahankan hidup.
Melalui film ini, Joko Anwar kembali memadukan horor brutal dengan komedi hitam, misteri, sekaligus satire sosial. Berlatar ruang penjara yang sempit namun penuh tekanan, Ghost in the Cell menghadirkan ketegangan tanpa henti sekaligus menjadi kritik terhadap relasi kekuasaan dan kekerasan di tengah masyarakat.
2. 402 Rumah Sakit Angker Korea (2026)

Film garapan Anggy Umbara di bawah naungan MD Pictures juga terpilih tampil di BIFAN tahun ini. 402 Rumah Sakit Angker Korea mengikuti sekelompok kru "Ghost Hunter," kanal streaming horor asal Indonesia, yang nekat melakukan siaran langsung dari sebuah rumah sakit terbengkalai di Korea Selatan demi mencapai tiga juta penonton. Namun, ambisi mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika kekuatan supranatural mulai meneror satu per satu anggota tim.
Sebagai remake dari Gonjiam: Haunted Asylum (2018), film ini menawarkan sudut pandang baru dengan menghadirkan karakter-karakter asal Indonesia. Selain mempertahankan atmosfer horor khas film aslinya, versi ini juga mengangkat budaya live streaming dan konten digital yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.
3. Monster Pabrik Rambut (2026)

Berikutnya ada Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), film terbaru sutradara Edwin mengangkat kisah tiga bersaudara yang berusaha mengungkap misteri kematian ibu mereka di sebuah pabrik wig.
Putri (Rachel Amanda) menerima kematian sang ibu sebagai bunuh diri. Namun, sang adik, Ida (Lutesha), yakin ibunya dibunuh oleh entitas mengerikan yang lahir dari eksploitasi para pekerja pabrik. Bersama Bona (Iqbaal Ramadhan) yang memiliki kemampuan menyembuhkan luka secara ajaib, mereka menyelami rahasia kelam yang tersembunyi di balik pabrik tersebut.
Lewat Monster Pabrik Rambut, Edwin menggabungkan horor, humor gelap, dan kritik sosial mengenai eksploitasi tenaga kerja. Film ini menghadirkan pengalaman genre yang segar sekaligus menunjukkan bagaimana film horor Indonesia mampu membahas isu kemanusiaan secara efektif.
4. Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi (2026)

Mengusung judul internasional The Hole, film terbaru Hanung Bramantyo ini memadukan thriller investigasi dengan latar sejarah Indonesia.
Kisahnya mengikuti Letnan Soegeng yang ditugaskan menyelidiki serangkaian pembunuhan misterius di sebuah desa terpencil di pinggiran Jakarta Timur. Para korban ditemukan dengan lubang besar di tubuh mereka serta pesan misterius yang terukir di wajah.
Di tengah penyelidikan, Soegeng perlahan menemukan fakta-fakta mengerikan yang berkaitan dengan tragedi politik Indonesia pada 1965 dan berbagai rahasia yang selama ini ditutupi oleh pihak berkuasa.
Memadukan horor, misteri, dan drama sejarah, Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi menawarkan pendekatan berbeda terhadap salah satu periode paling kelam dalam sejarah Indonesia.
5. Legenda Kelam Malin Kundang (2025)

Film debut Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat, Legenda Kelam Malin Kundang (sMOTHERed), menjadi penutup daftar wakil Indonesia di BIFAN 2026.
Terinspirasi dari legenda Malin Kundang, film ini mengikuti Alif, seorang seniman mikro yang mengalami amnesia setelah kecelakaan. Ketika seorang wanita datang dan mengaku sebagai ibunya, Alif mulai dihantui rasa curiga karena tak lagi mampu mengingat wajah sang ibu. Semakin lama, ia mempertanyakan identitas wanita tersebut hingga akhirnya menemukan kenyataan yang jauh lebih mengerikan dari dugaannya.
Alih-alih sekadar mengadaptasi cerita rakyat klasik, Legenda Kelam Malin Kundang menghadirkan interpretasi modern melalui balutan thriller psikologis. Film ini memanfaatkan sudut pandang karakter utama untuk membangun rasa tidak percaya dan ketegangan hingga akhir cerita.
Lima film barusan menjadi bukti bahwa perfilman Indonesia terus mendapat perhatian di festival internasional. Jangan lupa pantau terus IDN Times untuk mengikuti kabar terbaru dari BIFAN 2026!



















