Vino G. Bastian sebagai Buya Hamka (dok. Falcon Pictures/Hamka Awal Mula Vol. 3)
Hamka: Awal Mula (Vol. 3) mengambil latar kehidupan Buya Hamka di Maninjau, Sumatera Barat. Sejak kecil, Hamka sudah memiliki ketertarikan terhadap tradisi dan sastra, yang sempat mendapat pertentangan dari ayahnya. Meski menjadi film penutup trilogi, Hamka: Awal Mula (Vol. 3) justru mengambil latar waktu paling awal. Hal tersebut disampaikan oleh Vino G. Bastian yang kembali memerankan Buya Hamka dalam film ini.
"Sebetulnya volume tiga ini menjadi film penutup, tapi yang menarik adalah justru ini adalah prekuel dari dua volume sebelumnya. Jadi kalau dari trilogi Hamka itu, ini adalah film pertama, di mana (Buya) Hamka dari masih bayi, dilahirkan, sampai nanti teman-teman nonton sendiri di bioskop," ucap Vino G. Bastian saat ditemui setelah sesi special screening di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (29/10/2026).
Cerita kemudian banyak berfokus pada hubungan Hamka dengan kedua orang tuanya. Haji Rasul ingin Hamka menjadi penerusnya sebagai ulama, sementara perjalanan sang tokoh menunjukkan bahwa jalan hidupnya tidak terbentuk dalam waktu singkat.
"Jadi plotnya memang banyak ke orang tuanya, ke ibunya dan bapaknya. Bapaknya kan juga Haji Karim Amrullah ini seorang ulama besar di Minang yang memang punya sekolah di sana, punya satu niat bahwa anaknya itu harus menjadi seorang ulama serupa ayahnya. Karena satu-satunya anak laki-laki yang mungkin dibanggakan itu adalah Malik, Hamka kecil. Tapi Hamka itu kan tidak lahir langsung sebagai orang yang menjadi ulama, yang pandai agama, semuanya benar-benar dididik mulai dari kecil oleh ayahnya dan juga dari ibunya. Versi ini menceritakan perjalanan Hamka dimulai dari situ sampai bertemu dengan tokoh-tokoh penting nasional pada saat itu," lanjut Vino saat ditanya soal sinopsis.