3 Simbol di Aksi Demo Indonesia yang Berasal dari Film, Ada Tiga jari

- Salam tiga jari dari The Hunger Games digunakan mahasiswa dan masyarakat sipil dalam aksi Indonesia Sadar pada 28 Oktober 2026, sebagai simbol solidaritas serta perlawanan terhadap kekuasaan otoriter.
- Lagu The Hanging Tree dikumandangkan mahasiswa di Tugu Tani pada 20 Oktober 2026, disertai salam tiga jari, untuk menyuarakan kekecewaan terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
- Bendera One Piece muncul dalam demonstrasi 2025 sebagai satir dan simbol perlawanan terhadap kondisi politik serta kebijakan pemerintah; pemerintah dan instansi daerah kemudian menyoroti penggunaannya.
Sepanjang sejarah peradaban, produk budaya pop gak hanya menjadi bagian dari hiburan, tetapi juga bisa digunakan untuk menyampaikan pesan sosial dan politik. Di Indonesia, sejumlah simbol yang populer lewat film dan anime pernah muncul dalam berbagai aksi demonstrasi.
Simbol-simbol ini memiliki latar belakang cerita yang berbeda. Namun, ketika dibawa ke ruang publik, simbol-simbol tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk solidaritas, kritik terhadap kekuasaan, hingga perlawanan terhadap ketidakadilan.
Terbaru, gestur tiga jari dari salah satu film blockbuster pun ramai digunakan untuk menjadikan simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang otoriter atau tidak adil. Lantas, bagaimana asal-usul dan penggunaannya dalam aksi demonstrasi di Indonesia?
1. Gerakan tiga jari atau three finger salute Hunger Games

Suasana aksi demo 28 Oktober di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah) Salam tiga jari atau three-finger salute menjadi salah satu simbol yang terlihat dalam aksi demonstrasi di Indonesia. Gestur ini kembali mencuri perhatian ketika mahasiswa dan elemen masyarakat sipil ramai menggunakannya dalam aksi di Hari Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober 2026. Demo tersebut merupakan aksi lanjutan bertajuk "Indonesia Sadar" (mengusung tema "Tepati atau Pergi") yang diinisiasi oleh aliansi mahasiswa dari Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR). Adapun para mahasiswa berasal dari BEM UI, KM ITB, SEMA UGM, BEM Undip, EM UB, dan aliansi mahasiswa lainnya.
Simbol salam tiga jari ini sendiri dikenal luas melalui novel dan adaptasi film The Hunger Games. Dalam ceritanya, masyarakat Distrik 12 menggunakan tiga jari sebagai gestur penghormatan, simpati, dan perpisahan. Seiring perkembangan cerita, gestur tersebut berubah menjadi simbol solidaritas dan perlawanan terhadap pemerintahan Capitol yang otoriter.
Dalam penggunaannya di dunia nyata, Indonesia bukan negara yang pertama kali yang mengadaptasi gestur tiga jari untuk sebuah demo. Simbol tersebut juga pernah digunakan dalam demonstrasi pro-demokrasi di Thailand pada 2014 dan gerakan penolakan kudeta militer di Myanmar pada 2021 lalu.
2. Lagu "The Hanging Tree"

Berlliana Lovell ikut demo 20 Oktober 2026 (instagram.com/berlliana.lovell) Simbol lain yang berkaitan dengan demonstrasi adalah lagu "The Hanging Tree" dari film The Hunger Games: Mockingjay – Part 1. Lagu yang dinyanyikan Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen ini memiliki nuansa kelam. Lagunya pun menjadi bagian penting dalam cerita pemberontakan masyarakat Panem terhadap Capitol.
Lirik lagu "The Hanging Tree" dalam semesta The Hunger Games terinspirasi dari kisah tragis Arlo Chance, seorang pekerja tambang di Distrik 12 yang dieksekusi gantung. Lagu ini ditulis oleh Lucy Gray Baird usai ia menyaksikan langsung proses hukuman gantung tersebut. Lagu ini lalu menyebar dan mengiringi semangat perlawanan terhadap penguasa. Liriknya memuat gambaran tentang kematian, pertemuan rahasia, dan pengorbanan, sehingga dapat ditafsirkan sebagai ajakan untuk bersatu menghadapi penindasan.
Lagu tersebut kemudian dikumandangkan oleh massa mahasiswa saat unjuk rasa di Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada 20 Oktober 2026. Pemutaran lagu ini disertai dengan salam tiga jari sebagai simbol perlawanan dan kekecewaan terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Potongan lagu "The Hanging Tree" sebagai backsound demonstrasi di media sosial juga ramai digunakan.
3. Bendera One Piece

Massa aksi di DPRD Sumut membawa bendera One Piece saat unjuk rasa, Selasa (26/8/2025) (IDN Times/Prayugo Utomo) Bendera bajak laut dari One Piece juga sempat menjadi sorotan dalam demonstrasi di Indonesia pada 2025 lalu. Bendera hitam dengan gambar tengkorak bertopi jerami tersebut dikenal sebagai Jolly Roger milik kelompok Bajak Laut Topi Jerami yang dipimpin Monkey D. Luffy. Kemunculannya dalam aksi demonstrasi bukan sekadar bentuk kecintaan terhadap anime populer karya Eiichiro Oda tersebut.
Dalam cerita One Piece, Luffy dan kelompoknya berpetualang melawan berbagai bentuk ketidakadilan serta berhadapan dengan kekuasaan besar yang mengatur dunia mereka. Pengibaran bendera fiksi ini di tengah demo dan aksi menjelang HUT RI ke-80 ini dijadikan satir dan simbol perlawanan terhadap kondisi politik serta kebijakan pemerintah yang dianggap meresahkan.
Saking ramainya, pemerintah sampai ikut buka suara. Para pejabat dan menteri kala itu sempat mengimbau agar simbol tersebut tidak merusak kesakralan perayaan HUT RI. Kendati pemerintah memberikan pernyataan tidak ada masalah terkait penggunaan bendera ini, menjelang HUT RI berikutnya instansi daerah seperti Bakesbangpol tetap memperketat pengawasan terhadap pemasangan bendera nonnegara.






















