7 Skandal Sean Penn, Raih Oscar Ketiganya di 2026

- Sean Penn meraih Oscar ketiganya pada Academy Awards ke-98 tahun 2026 berkat perannya sebagai Kolonel Steven J. Lockjaw dalam film One Battle After Another.
- Sepanjang kariernya, Sean Penn terlibat berbagai skandal dan kasus kekerasan, mulai dari menyerang paparazzi, memukul orang di klub malam, hingga dugaan kekerasan terhadap Madonna.
- Selain kontroversi pribadi, Penn juga menuai sorotan karena pertemuannya dengan gembong narkoba El Chapo untuk artikel Rolling Stone yang menimbulkan pertanyaan soal motif jurnalistiknya.
Aktor Sean Penn suka memberi kesan kepada publik kalau dia adalah seorang humanis dan diplomat yang cinta damai. Ia memimpin organisasi Help Haiti Home dan berteman dengan mantan presiden Venezuela, Hugo Chávez.
Namun, peraih tiga Oscar ini, yang terbaru membawa piala Oscar sebagai Aktor Pendukung Terbaik pada Academy Awards ke-98 tahun 2026 untuk perannya sebagai Kolonel Steven J. Lockjaw dalam film One Battle After Another ini, sering buat onar dan skandal yang berujung kontroversi. Mari kita telaah sisi kriminal Sean Penn yang sering diabaikan.
1. Sean Penn menyerang paparazzi

Pada Juli 1985, Sean Penn ditangkap karena menyerang dua jurnalis lepas dengan batu. Dua jurnalis tersebut rupanya ingin memotret Sean Penn dan tunangannya saat itu, Madonna.
"Dia menyerang kami seperti orang gila," kata reporter Ian Markham-Smith kepada The Los Angeles Times. "Dia langsung menyerang kami. Dia mengamuk, seperti angin puting beliung."
Namun, Penn mengaku gak bersalah atas tuduhan tersebut, tapi harus menjalani hukuman percobaan, dan membayar denda sebesar 50 dolar AS atau setara dengan Rp850 ribu. Wah!
2. Sean Penn memukul seorang laki-laki hanya karena berbicara dengan Madonna

Sean Penn pernah memukul seorang penulis lagu bernama David James Wolinski di sebuah klub malam pada April 1986 karena Penn mengira laki-laki itu mencium Madonna. Padahal, seperti yang dijelaskan The Los Angeles Times, Wolinski hanya mengucapkan selamat tinggal kepada Madonna saat itu. Penn sendiri memukul Wolinski berkali-kali hingga Wolinski jatuh dari kursinya. Penn pun didenda 1.700 dolar AS atau setara dengan Rp28 juta dan diberi masa percobaan (ditahan) 1 tahun.
3. Sean Penn melakukan percobaan pembunuhan pada seorang fotografer

Sean Penn juga melakukan percobaan pembunuhan pada 1986. Dalam biografi Sean Penn: His Life and Times, penulis Richard Kelly mengklaim bahwa Penn menggantung seorang fotografer dari balkon lantai 9 apartemennya di Makau (yang saat itu dijajah Portugis) ketika syuting Shanghai Surprise (1986). Penn pun ditangkap dan dipenjara bersama asistennya, tetapi keduanya melarikan diri ketika pintu sel mereka terbuka. Mereka naik pesawat ke Hong Kong dan Penn akhirnya diampuni oleh otoritas Portugis.
4. Sean Penn menyerang seorang figuran dan gagal dalam tes kesadaran mengemudi

Pada Juni 1987, Sean Penn dijatuhi hukuman 60 hari penjara dan 2 tahun masa percobaan untuk dua pelanggaran yang berbeda. The Los Angeles Times melaporkan bahwa Penn meninju dan meludahi seorang figuran di lokasi syuting film Colors (1988) karena diduga memotretnya dan lawan mainnya, Robert Duvall. Figuran tersebut harus dirawat di rumah sakit karena luka-lukanya.
Selain itu, Sean Penn juga pernah dihentikan polisi beberapa hari sebelumnya karena dicurigai mengemudi dalam keadaan mabuk setelah menerobos lampu merah. Penn pun gagal dalam tes kesadaran di lapangan. Namun, karena ia mengaku bersalah atas pelanggaran mengemudi dalam keadaan mabuk, hukumannya kemudian diubah menjadi mengemudi secara sembrono.
5. Ada dugaan kalau Sean Penn melakukan kekerasan fisik kepada Madonna

Sean Penn juga menyerang Madonna pada 1987. Daily Mail melaporkan bahwa pada Juni 1987, Madonna mengunjungi rumah sakit Cedars Sinai di Los Angeles untuk melakukan rontgen karena Penn memukul kepalanya dengan tongkat baseball. Penn bahkan diduga mengikat dan membungkam ratu pop tersebut akibat dugaan pemukulan tersebut.
Gak banyak bukti untuk menguatkan klaim tersebut. Penn dan Madonna kemudian membantah tuduhan tersebut. Alhasil, Penn mengajukan gugatan senilai 10 juta dolar AS atau setara dengan Rp169 juta terhadap pencipta Empire, Lee Daniels, atas pencemaran nama baik karena berani mengangkat masalah ini.
Namun, Sean Penn mengakui kepada Playboy pada 1991 bahwa pihak berwenang memang dipanggil ke kediamannya. "Tim SWAT mengepung rumah saya dan masuk lewat setiap pintu. Tapi itu terjadi di hari kami berpisah, dia (Madonna) khawatir jika dia kembali ke rumah, dia akan mengalami luka yang parah. Jadi dia menyampaikan kekhawatiran ini kepada pihak berwenang setempat, yang kemudian datang ke rumah. Mereka datang ke sana agar dia gak mengalami luka dan membiarkannya mengambil beberapa barang pribadi, bahwa ada senjata api di rumah." Bahkan saat itu, Penn menambahkan, "Gak ada tuntutan yang pernah diajukan."
6. Sean Penn kembali menyerang paparazzi

Pada Oktober 2009, seorang fotografer mengajukan laporan polisi terhadap Sean Penn karena aktor tersebut tertangkap kamera sedang menendang dan memukulnya beberapa kali serta merusak kameranya. TMZ melaporkan bahwa Penn didakwa dengan perusakan properti ringan dan penganiayaan ringan atas kekerasan tersebut, yang membuat paparazzi itu mengalami cedera. Penn sendiri menjalani hukuman satu setengah tahun penjara atas pelanggaran tersebut, tetapi ia mengajukan pembelaan dengan hukuman percobaan selama 36 bulan, 300 jam pelayanan masyarakat, dan 36 jam kelas mengontrol amarah.
7. Sean Penn bertemu dengan seorang gembong narkoba internasional

Artikel Sean Penn di Rolling Stone tentang gembong narkoba Meksiko yang terkenal kejam, Joaquín Archivaldo Guzmán Loera (alias El Chapo), digambarkan oleh majalah tersebut sebagai jurnalisme yang gemilang, tetapi Penn menghadapi tuntutan atas pertemuannya dengan gembong buronan tersebut. Sebuah laporan Fox News menunjukkan bahwa Penn ingin memerankan El Chapo dalam sebuah film dan bertemu dengannya untuk menguasai peran tersebut, dengan kedok sebuah artikel untuk majalah. Jika Penn menemuinya untuk mendapat berita, hal itu sah-sah saja menurut kebebasan pers. Namun, jika ada motif lain yang muncul, Penn bisa berada dalam masalah besar.
"Sean Penn tampaknya berusaha keras untuk mengatakan bahwa itu murni jurnalistik, tetapi informasi yang kami terima tentang perjalanan itu tidak pernah ada referensi tentang wawancara untuk artikel Rolling Stone sampai dia bertemu dengan El Chapo," kata seorang sumber pemerintah kepada Fox News. "Saya pikir ini adalah langkah yang sangat terencana dari Sean Penn berdasarkan nasihat hukum untuk mencoba bersembunyi di balik kebebasan pers dan Amandemen Pertama untuk menghindari penuntutan."
Sean Penn terkenal dengan berbagai skandalnya. Meskipun begitu, aktor legendaris ini patut diacungi jempol berkat aktingnya yang luar biasa. Apalagi memenangkan Oscar ketiganya sebagai Aktor Pendukung Terbaik di Academy Awards ke-98 atas perannya dalam film One Battle After Another (2025). Meskipun begitu, Penn gak datang ke acara Oscar karena berada di Ukraina untuk mendukung negara yang sedang berkonflik tersebut.


















