Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sutradara Ungkap Alasan Musikal Senja Teduh Pelita Angkat Cerita Sci-Fi
Potret suasana teater Senja Teduh Pelita usai pertunjukan di Jakarta, Jumat (3/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
  • Nuya Susantono memilih tema sci-fi masa depan untuk musikal Senja Teduh Pelita karena terinspirasi dari variasi bunyi dan lirik lagu-lagu Maliq & D'Essentials yang punya makna universal.

  • Widi Puradiredja mengungkapkan antusiasmenya karena banyak lagu side B Maliq & D'Essentials dibawakan dalam pementasan, menampilkan sisi berbeda dari band tersebut.

  • Visual teater yang memukau tercipta berkat kolaborasi erat Nuya dengan tim artistik, koreografer, dan music director yang menciptakan pengalaman panggung imersif untuk penonton.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Teater musikal Senja Teduh Pelita telah membuka hari pertamanya dengan aksi yang memukau penonton pada Jumat (3/7/2026) di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Jalannya acara terbagi dalam dua babak dengan waktu pertunjukan sekitar 2 jam.

IDN Times mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung hari pertama teater musikal Senja Teduh Pelita. Sepanjang teater berjalan, penonton gak hanya ikut bernyanyi lagu-lagu Maliq & D'Essentials saja, tapi juga terbawa suasana cerita fiksi ilmiah atau sci-fi yang dikemas dalam drama.

1. Nuya Susantono bawa cerita sci-fi karena terinspirasi lagu Maliq & D'Essentials

Potret para personel Maliq & D'Essentials bersama cast dan sutradara teater Senja Teduh Pelita di Jakarta, Jumat (3/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Tema cerita sci-fi ala masa depan yang tersaji di panggung teater Senja Teduh Pelita ternyata dipilih bukan tanpa alasan. Menurut Nuya, inspirasi tersebut datang setelah ia mendengarkan semua lagu Maliq & D'Essentials, mulai dari album awal sampai terakhir. Lewat nada-nada lagu itulah, Nuya sudah bisa membayangkan bagaimana dunia cerita yang tersaji dalam pentas teater.

"Dalam prosesnya, aku mendengarkan semua lagu Maliq dan sebenarnya pada hakikatnya aku terinspirasi dengan banyak sekali variasi lagu-lagu Maliq, variasi bunyi yang membuat aku juga bisa membayangkan dunia cerita. Kenapa di masa depan? Ya itu, terinspirasi dari liriknya lagu-lagu Maliq. Dari bunyi-bunyi yang ada di dalam lapisan lagu," ucapnya kepada awak media usai pertunjukan teater.

Terlebih lagi, Nuya juga memandang bahwa lagu-lagu karya Maliq & D'Essentials mengandung makna universal tentang kehidupan sampai perjuangan yang menurutnya sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi cerita penuh petualangan dan eksplorasi.

2. Widi Puradiredja senang lagu-lagu side B Maliq & D'Essentials dibawakan dalam musikal

Potret Widi Puradiredja, personel Maliq & D'Essentials dijumpai usai pertunjukan teater Senja Teduh Pelita di Jakarta, Jumat (3/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Sepanjang pementasan bergulir, para pemain teater gak hanya menampilkan kemampuan akting mereka untuk membawakan cerita saja, tapi juga diselingi dengan nyanyian lagu-lagu milik Maliq & D'Essentials. Total ada sekitar 20 lagu yang dibawakan dalam pentas yang terbagi dua babak itu.

Mengenai pemilihan lagu untuk pertunjukan, Widi selaku drummer Maliq & D'Essentials bercerita kalau daftar lagu dalam teater sejatinya disiapkan Nuya. Ia dan kawan-kawannya pun sangat senang dan bersemangat saat tahu lagu-lagu side B Maliq & D'Essentials justru banyak dilantunkan dalam pementasan teater.

"Mbak Nuya di awal sudah ngasih list lagu akan dibawakan. Kita excited saat banyak lagu justru yang bukan hits ibaratnya, ya, side B-nya itu. Sisi Maliq yang selama ini kita pengin kedepankan, cuma belum tahu cara komunikasi, medium yang paling pas, dan ini akhirnya disampaikan melalui cara yang lebih dari ekspektasi kita," ujar Widi.

Widi berharap, hadirnya lagu side B grupnya di panggung teater dapat membuat banyak orang bisa lebih mengenal sisi lain dari Maliq & D'Essentials di luar lagu-lagu populer. Terlebih lagi, bagi para penonton yang belum mengenal lebih detail tentang Maliq & D'Essentials.

3. Nuya berkolaborasi dengan timnya untuk ciptakan visual ciamik di musikal Senja Teduh Pelita

Potret Nuya Susantono, sutradara teater musikal Senja Teduh Pelita, dijumpai usai pertunjukan pada Jumat (3/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Selain dari kemampuan akting hingga iringan instrumen lagu yang menarik, penonton juga dimanjakan secara visual lewat koreografi sampai tata artistik yang ciamik. Faktor-faktor itulah yang turut menciptakan suasana bagi penonton untuk ikut masuk ke dalam dunia kisah Arah di atas panggung.

Visual indah dalam pementasan nyatanya juga gak lepas dari kerja sama Nuya dengan tim yang terlibat di balik layar. Ia pun bersyukur karena telah memiliki tim yang sangat kompak diajak bekerja sama dalam project teater Senja Teduh Pelita kali ini.

"Aku punya partner artistic director untuk mikirin visualnya kira-kira gimana. Aku punya koreografer juga untuk mikirin konsep movement-nya seperti apa. Aku punya music director juga yang akan memikirkan konsep bunyinya seperti apa. Masing-masing departemen ini akan bawa ide apa, cocok gak dikawinkan dengan ide dari departemen lain. Bersyukurnya aku punya tim yang luar biasa dan kompak," pungkasnya.

Musikal Senja Teduh Pelita bercerita tentang dunia yang porak-poranda di masa depan akibat keserakahan manusia dan krisis yang tak kunjung selesai. Situasi itu membuat seorang anak bernama Arah bersama kawan-kawannya membentuk Pasukan Pelita, sekelompok anak cerdas yang mampu bertahan hidup dengan berbagai keahlian mereka. Ketika Arah mengajak Pasukan Pelita melanjutkan misi pencarian orangtua yang telah menghilang, timbullah perdebatan besar di antara mereka.

Pertunjukan teater musikal Senja Teduh Pelita masih dapat disaksikan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sampai tanggal 12 Juli 2026. Tentunya, ini bisa menjadi salah satu alternatif pilihan hiburan menarik di masa liburan sekolah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article