Terbuka pada Kritik, Prambanan Jazz 2026 Hadirkan Playing Jazz, Apa Itu?

- Penyelenggara Prambanan Jazz Festival 2026 menanggapi kritik publik dengan melakukan kurasi ketat agar nuansa jazz kembali dominan di panggung utama.
- Konsep baru bernama 'Playing Jazz' menghadirkan musisi non-jazz yang ditantang mengaransemen ulang lagu mereka menjadi versi bernuansa jazz.
- Tahun ini, sekitar 63 persen lineup berasal dari genre jazz, termasuk penampilan spesial Joey Alexander yang berkolaborasi dengan Dewa Budjana dan Natasya Elvira.
Yogyakarta, IDN Times - Kritik pedas netizen yang menilai Prambanan Jazz Festival (PJF) kehlangan identitas genre jazz ini didengar serius oleh pihak penyelenggara. Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (2/7/2026), promotor menjanjikan perubahan besar untuk mengembalikan genre jazz di pelataran candi legendaris tersebut.
Bukan sekadar basa-basi, PJF 2026 hadir dengan persentase musisi jazz yang jauh lebih dominan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, promotor turut menyiapkan program khusus yang memaksa musisi non-jazz untuk bereksperimen dengan genre ini. Simak selengkapnya berikut ini!
1. Promotor aware dengan kritikan netizen

Anas Syahrul Alimi selaku founder PJF menegaskan bahwa dirinya sangat terbuka dengan masukan publik, terutama soal pemilihan lineup. Ia menyadari kegelisahan para penikmat musik yang merindukan komposisi jazz murni di panggung, sehingga ia memutuskan untuk melakukan kurasi yang lebih ketat demi menjawab ekspektasi tersebut.
"Jadi konsepnya tahun ini ada playing jazz karena kami mendengar banyak kritikan, membaca. Kritikan itu saya baca loh satu-satu," ungkap Anas.
2. Prambanan Jazz Festival hadirkan konsep playing Jazz

Salah satu terobosan paling unik tahun ini adalah adanya segmen "Playing Jazz". Dalam program ini, band-band atau penyanyi yang biasanya membawakan genre lain ditantang untuk merombak aransemen lagu mereka menjadi bernuansa jazz.
"Salah satu program kita bikin namanya Playing Jazz. Jadi ada The Panturas playing jazz, ada Perunggu playing jazz. Ada beberapa kemudian musisi-musisi yang tidak bergenre jazz itu kita minta untuk bikin konsep (jazz)," tambahnya.
3. Prambanan Jazz Festival 2026 kini 63 persen jazz

Untuk membuktikan keseriusannya, promotor mengonfirmasi bahwa mayoritas pengisi acara tahun ini berasal dari ranah jazz. Puncaknya, PJF memboyong Joey Alexander, pianis jazz muda kebanggaan Indonesia yang telha mendunia, langsung dari Amerika Serikat. Penampilan Joey pun dipastikan akan spesial karena melibatkan kolaborasi lintas generasi dengan musisi kawakan Tanah Air.
"Tahun ini Insya Allah hampir 63 persen itu mengandung jazz. Dan yang 'wahabi' jazz-nya ada kayak Joy Alexander. Jadi kita datangkan langsung dari Amerika. Besok Joy akan bikin konsep yang unik juga karena dia akan kolaborasi selain dengan trionya bule-bulenya itu, dia akan kolaborasi dengan Mas Dewa Bujana dan Natasya Elvira."
Festival ini akan digelar pada 3-5 Juli 2026 di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta. Hingga kini, tiket untuk hari keduanya sudah ludes terjual.

















