Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
11 Tragedi yang Dialami Kurt Cobain, Kematiannya Kembali Dibahas
cuplikan video klip lagu You Know You're Right dari Nirvana (youtube.com/Nirvana)
  • Temuan forensik terbaru memicu perdebatan soal kematian Kurt Cobain, menunjukkan dosis heroin tinggi yang membuatnya lumpuh dan menimbulkan dugaan bahwa ia dibunuh, bukan bunuh diri.
  • Kehidupan Cobain dipenuhi penderitaan sejak kecil: keluarga broken home, perundungan, kecanduan obat-obatan, hingga tekanan ketenaran yang memperburuk kondisi mentalnya.
  • Meski Nirvana mengubah wajah musik 1990-an, kisah tragis Cobain terus jadi misteri dan bahan diskusi publik tentang batas antara kejayaan dan kehancuran seorang seniman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Media dan netizen lagi ramai membicarakan tentang temuan terbaru kematian Kurt Cobain, yang merupakan vokalis Nirvana. Menurut studi forensik terbaru dari Bryan Burnett, ditemukan dosis heroin tinggi di tubuh Cobain. Secara medis, Cobain mengalami lumpuh total dan gak mungkin bisa pegang senjata untuk melakukan bunuh diri, serta banyak kejanggalan lain.

Hal ini pun menimbulkan spekulasi kalau Kurt Cobain sebenarnya dibunuh. Apalagi geger soal terbongkarnya Epstein File. Banyak yang berspekulasi bahwa Kurt Cobain adalah salah satu artis yang mencoba membongkar kasus pedofil lewat musiknya. Oleh sebab itu, dia menjadi sasaran upaya pembunuhan. Meskipun begitu, gak ada bukti pasti.

Kurt Cobain pernah bilang, "Kisahku sama dengan 90 persen orang seusiaku." Namun, ternyata dia salah. Yap, meskipun banyak orang seusianya yang berasal dari keluarga yang kurang bahagia dan dirundung kegelisahan, tetapi gak banyak dari mereka yang mampu menjadikan ketidakadilan itu dalam lirik-lirik yang tajam. Apalagi musik grunge sangat identik dengan Nirvana, sebuah band yang mendefinisikan tahun 1990-an dan dianggap sebagai salah satu band terhebat sepanjang masa.

Sayangnya, kepergian Kurt Cobain pada usia 27 tahun, membuat dunia kehilangan seorang seniman hebat. Itulah kenapa kisahnya sering diteliti dan diperdebatkan hingga saat ini. Seperti yang diungkapkan oleh teman lama Kurt Cobain, Buzz Osborne, "Fakta sebenarnya gak terlalu penting, yang penting adalah apa yang dipercaya orang. Dan jika menyangkut Cobain, sebagian besar yang mereka percayai adalah omong kosong yang dibuat-buat." Nah, berikut ini kita akan membahas sosok Kurt Cobain dan penderitaan di balik salah satu tragedi paling melegenda dalam sejarah musik rock.

1. Kurt Cobain adalah anak broken home dan mengalami perundungan di sekolah

Kurt Cobain saat berusia 14 tahun dan bermain drum (kiri) di sebuah acara di Sekolah Menengah Atas Montesano, Washington, AS. (commons.wikimedia.org/Montesano High School)

Saat Kurt Cobain masih SMP, ia bergabung dengan tim gulat di sekolahnya. Tapi bukan karena Cobain menyukainya, melainkan karena ayahnya, Don Cobain, menekannya untuk ikut. Cobain membenci olahraga. Ia juga membenci berburu, sekolah, hidupnya, dan kota kelahirannya, Aberdeen, Washington, yang menurutnya penuh dengan orang-orang picik dan kolot. Menariknya, selama pertandingan gulat, Cobain membiarkan dirinya kalah, dan pertandingan itu ditonton ayahnya.

Sejak kecil Kurt Cobain dianggap hiperaktif. Cobain bahkan dikasih obat Ritalin agar bisa berkonsentrasi dan mengonsumsi obat penenang untuk mengatasi insomnia yang disebabkan oleh Ritalin tersebut. Alhasil, Cobain jadi anak yang emosional di usia 8 tahun.

Di usia itu pula, orangtuanya bercerai. Sebelum orangtuanya berpisah, Kurt Cobain adalah anak yang ceria dan suka menyanyikan lagu-lagu The Beatles serta menggambar. Namun, ia tetap menggambar, dan memberi judul gambarnya "Ibu Payah" dan "Ayah Payah."

Di sekolah, Kurt Cobain mengalami perundungan karena dia dianggap berbeda dengan anak-anak lain. Cobain mewarnai rambutnya dan pernah meludahi temannya yang memukulinya. Dilansir The Independent, Cobain menjelaskan kalau dia pernah disangka gay karena bergaul dengan perempuan dan gak bisa bergaul dengan laki-laki. Namun, Cobain mengaku kalau dia bukan gay.

2. Kurt Cobain hidup terlontang-lantung hingga akhirnya membentuk band

Foto tahanan Kurt D. Cobain yang diambil oleh polisi Aberdeen, Washington karena melakukan vandalisme. (commons.wikimedia.org/Rubintyrann)

Saat kecil, Kurt Cobain sering dititipkan ke saudara ibu atau ayahnya karena gak ada yang sanggup menangani tingkah lakunya. Akibatnya, luka batinnya yang mendalam mendorongnya untuk melampiaskan emosi, mengonsumsi ganja, dan akhirnya berhenti sekolah. Kendati begitu, misalkan dia tetap bersekolah, dia yakin gak akan lulus dengan nilai yang bagus. Cobain juga kesulitan mencari kerja, sehingga ibunya mengusirnya.

Terombang-ambing, Kurt Cobain bertahan hidup dengan belas kasihan dari teman-temannya. Ia sering menumpang tidur di rumah temannya atau di belakang mobil van. Selain itu, Cobain kerja serabutan. Ia bahkan pernah bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah menengahnya.

Ada yang bilang kalau Kurt Cobain pernah tidur di bawah jembatan. Meskipun begitu, temannya yang bernama Buzz Osborne bilang kalau itu hanyalah rumor belaka. Di sisi lain, Fecal Matter juga merupakan nama band punk yang dibentuk Cobain pada tahun 1985 dan kemudian Buzz Osborne bergabung.

Kurt Cobain membentuk grup tersebut setelah pindah ke rumah bibinya yang ia pakai sebagai studio musik. Musik menjadi pelampiasan emosi serta kesempatan bagi Cobain yang berusia 18 tahun untuk mengasah kemampuan menulis lagunya. Ia kemudian membentuk dan membubarkan band-band lain, tetapi Fecal Matter-lah yang membuat Krist Novoselic, yang kelak menjadi rekan band Nirvana, tertarik untuk bekerja sama dengan Cobain.

3. Kurt Cobain pernah mencoba bunuh diri sebelum Nirvana sukses

Kurt Cobain di atas panggung (instagram.com/kurtcobain)

Banyak penggemar yang memandang Kurt Cobain sebagai penyair berhati rapuh, yang hancur di bawah tekanan ketenaran yang gak diinginkannya. Spekulasi ini cukup menarik, tetapi Time berpendapat kalau ada lebih banyak hal di balik cerita ini. Mantan manajer Nirvana, Danny Goldberg, bilang kalau Kurt Cobain ingin menjadi terkenal dan itu kenapa dia bekerja keras untuk membangun popularitas Nirvana. Terlebih lagi, masalah emosional Cobain memang sudah terlihat bertahun-tahun sebelum Nirvana naik daun berkat album Nevermind (1991).

Pada tahun 1989, Kurt Cobain mengalami gangguan saraf saat tampil di Roma. Seperti yang dirinci oleh Rolling Stone, Nirvana sedang mempromosikan album pertama mereka yang berjudul Bleach. Saat itu, Cobain tiba-tiba menghancurkan gitarnya, naik ke tumpukan amplifier yang sangat tinggi dan mengancam untuk melompat. Namun, ia sempat dibujuk untuk turun. Cobain bahkan mengancam ingin membubarkan band.

Film dokumenter berjudul Montage of Heck (2015) menyiratkan bahwa penyanyi tersebut mencoba bunuh diri saat remaja dengan berbaring di rel kereta api. Hal ini digambarkan Kurt Cobain dalam rekaman audio yang dibuatnya pada tahun 1988. Beberapa orang yang mengenal musisi tersebut, seperti Krist Novoselic dari Nirvana, istri Cobain yang bernama Courtney Love, dan mantan teman sekolahnya, Buzz Osborne, justru ragu tentang hal itu. Meski begitu, hal ini masih menjadi misteri.

4. Kurt Cobain dianggap gak cocok dengan Courtney Love

cuplikan video klip lagu You Know You're Right dari Nirvana (youtube.com/Nirvana)

Menurut buku Heavier Than Heaven, salah satu laki-laki paling dikagumi di dunia rock pertama kali bertatap muka dengan salah satu perempuan paling dibenci di dunia rock di sebuah klub malam di Oregon pada tahun 1990. Yap, Nirvana dijadwalkan untuk tampil, dan Courtney Love punya teman yang mengenal Kurt Cobain. Love bahkan memuji penampilan Kurt Cobain saat itu.

Kurt Cobain sendiri mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama. Courtney Love pun sudah tergila-gila saat pertama kali mendengarkan musik Nirvana dan jatuh cinta dengan ketampanan Cobain. Mereka akhirnya bertemu lagi pada tahun 1991 dan punya kesamaan menyukai sirup obat batuk. Love pun membenarkan kalau dia dan Cobain terikat karena obat-obatan. Gak lama kemudian, pada Februari 1992, mereka menikah di tebing di Waikiki. Beberapa bulan kemudian, Love melahirkan putri mereka. Selebihnya hanyalah desas-desus.

Namun, beberapa penggemar Nirvana gak suka dengan hubungan Kurt Cobain dengan Courtney Love. Mereka menyamakan Cobain dengan lalat dan Courtney Love sebagai laba-laba yang licik. Namun, Michael Azerrad, penulis biografi Come as You Are: The Story of Nirvana, meragukan penilaian tersebut. Ia bilang kalau Kurt Cobain punya prinsipnya sendiri dan gak mudah untuk dipengaruhi orang lain. Ini mengartikan kalau Cobain memang mencintai Love, bukan karena paksaan.

5. Kurt Cobain dan Courtney Love sering diberitakan negatif oleh media, salah satunya masalah obat-obatan terlarang

Courtney Love di karpet merah di depan Rathaus (Balai Kota) Wina, Austria. (commons.wikimedia.org/Manfred Werner - Tsui)

Album studio ketiga dan terakhir Nirvana, In Utero, berisi sebuah lagu yang merujuk pada aktris tahun 1930-an, Frances Farmer. Kurt Cobain menyamakan dirinya dengan Farmer. Nah, hal ini karena pemberitaan negatif yang mereka terima.

Kurt Cobain juga membandingkan Francis Farmer dengan Courtney Love, yang menikah dengan Cobain sambil mengenakan gaun yang pernah dimiliki Farmer. Selain itu, Love juga sering diberitakan negatif. Cobain bahkan mengancam akan membubarkan Nirvana jika hal itu terus terjadi.

Seperti yang dijelaskan oleh The Los Angeles Times, pada tahun 1992 muncul rumor bahwa Kurt Cobain hampir sekarat karena overdosis obat-obatan. Penyanyi itu mengejek gosip tersebut dalam festival musik di Inggris dengan mengenakan wig dan pakaian rumah sakit serta berpura-pura pingsan. Tapi saat menanggapi gosip tentang istrinya, Cobain jadi lebih serius, dan bilang kepada penonton, "Ada beberapa hal yang sangat ekstrem yang ditulis tentang kami dan terutama istriku. Dia (Courtney Love) kira semua orang sangat membencinya."

Pada 1 September 1922, dua hari setelah festival, Vanity Fair menerbitkan sebuah artikel yang menyiratkan bahwa Courtney Love membuat suaminya kecanduan heroin. Ditambah lagi, Love menggunakan narkoba saat hamil anak perempuan mereka, Frances. Akibatnya, Frances sempat dipisahkan dari pasangan tersebut.

Love akhirnya mengakui kalau dia mengonsumsi heroin sebelum mengetahui dirinya sedang hamil. Kurt Cobain bahkan menulis surat kepada bosnya, David Geffen. Surat tersebut berisi kecaman terkait artikel Vanity Fair yang dianggapnya sebagai "penyaliban". Cobain ingin agar media gak lagi memberitakan hal negatif tentangnya atau tentang istrinya. Seperti yang dibilang Cobain dengan tegas, "persetan dengan Nirvana."

6. Kurt Cobain dan penyalahgunaan zat terlarang

cuplikan video klip lagu The Man Who Sold The World dari Nirvana (youtube.com/Nirvana)

Pengguna heroin bilang kalau obat tersebut ngasih sensasi kenikmatan yang luar biasa. Namun, Kurt Cobain bilang kalau obat tersebut membuat rasa sakitnya berkurang. Seperti yang dilaporkan oleh Billboard, dalam sebuah catatan harian tahun 1992, Cobain memakai heroin karena masalah perut yang dialaminya, yang katanya gak bisa diidentifikasi oleh dokter.

Setelah keluar dari rehabilitasi, Kurt Cobain menulis, "Jadi setelah minum minuman protein, menjadi vegetarian, berolahraga, berhenti merokok, dan berkonsultasi dengan dokter demi dokter, aku memutuskan untuk meredakan rasa sakitku dengan dosis kecil heroin selama 3 minggu penuh." Namun, menurut teman Cobain, Buzz Osborne, penyanyi itu bilang kepadanya kalau dia gak ada masalah dengan perutnya. Cobain hanya mengarang tentang penyakit yang dideritanya agar mendapat simpati dan sebagai alasan untuk tetap kecanduan.

Namun, Kurt Cobain sebenarnya gak mau membicarakan penyalahgunaan zat terlarang itu kepada publik. Sebab, ia takut kalau penggemar dan putrinya akan meniru tindakan salahnya itu. Hal itu mungkin menjelaskan kenapa ia sengaja melarang penggunaan heroin dalam catatan hariannya: "Itu adalah hal bodoh yang aku lakukan dan aku gak akan pernah melakukannya lagi. Aku merasa sangat kasihan kepada siapa pun yang berpikir mereka bisa menggunakan heroin sebagai obat, karena, ya ampun, itu gak akan berhasil."

7. Kurt Cobain dan pengalaman kelamnya dengan senjata api

cuplikan video klip lagu The Man Who Sold The World dari Nirvana (youtube.com/Nirvana)

Jika kamu pernah mendengarkan lagu Nirvana yang berjudul "Smells Like Teen Spirit," tahu kalau liriknya menyebut tentang senjata api, yang berbunyi, "Load up on guns, bring your friends". Senjata api juga muncul dalam lagu "In Bloom", dengan lirik, "And he likes to shoot his gun". Ada juga dalam lagu "Come As You Are" dengan lirik, "And I swear that I don't have a gun/No I don't have a gun".

Yap, meskipun agak berlebihan dengan mengaitkan lirik-lirik itu sebagai pertanda atau sesuatu yang mendekati tentang kasus bunuh dirinya, lirik Kurt Cobain justru ngasih pemahaman tentang pengalaman dan pergolakan batinnya. Apakah senjata api punya peran penting dalam hidupnya?

Dikutip The Independent, saat remaja Kurt Cobain menyaksikan ibunya mengancam ayah tirinya dengan senapan sebelum akhirnya membuang koleksi senjatanya ke sungai. Cobain mengambil senjata-senjata itu dan menjualnya untuk membeli amplifier pertamanya. Senjata api juga menjadi faktor perselisihan dalam pernikahan Cobain, karena Courtney Love gak suka ada senjata api di rumah mereka. Pada tahun 1993, perselisihan itu memicu pertengkaran hebat hingga akhirnya Cobain dijebloskan ke penjara.

Polisi menangkap Kurt Cobain karena diduga mendorong Love hingga jatuh dan mencekiknya. Hal ini terjadi karena pertengkaran hebat tentang senjata api yang baru saja dibeli Cobain. Love kemudian membantah kalau dia mendapat kekerasan dari suaminya, tetapi dia bilang kepada petugas di tempat kejadian bahwa Cobain menyerangnya. Selain itu, ada semacam bekas goresan yang diduga akibat pertengkaran. Hampir setahun kemudian, pihak berwenang kembali ketika Cobain mengancam akan menembak dirinya sendiri.

8. Kurt Cobain dan depresi

cuplikan video klip lagu The Man Who Sold The World dari Nirvana (youtube.com/Nirvana)

Selama bertahun-tahun, teman dan keluarga Kurt Cobain menyaksikan bagaimana Cobain semakin terjerumus ke dalam kecanduan heroin dan depresi. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkannya. Sayangnya, dia menolak untuk diselamatkan.

Sebagaimana yang dilansir Rolling Stone, dari tahun 1992 sampai 1994, Kurt Cobain menghadapi banyak masalah yang ia buat sendiri. Ketika putrinya sempat diambil darinya oleh layanan perlindungan anak karena Kurt Cobain dan Courtney Love kecnduan heroin, Cobain merawat putrinya kembali. Tapi dia kembali menggunakan heroin dalam beberapa minggu kemudian. Selama beberapa bulan berikutnya, Cobain sering bertengkar dengan Love, mengalami overdosis dan ancaman bunuh diri.

Pada hari-hari terakhir hidupnya, Kurt Cobain kehilangan akal sehatnya karena heroin, menurut bassist Nirvana, Krist Novoselic. Selama beberapa minggu menjelang akhir hayatnya, Cobain menunjukan tanda-tanda depresi. Pada Maret, penyanyi itu mencoba bunuh diri saat berada di Roma. Itu sebabnya, Nirvana menghentikan sementara tur konser mereka yang padat di Eropa.

Alih-alih pulang, Kurt Cobain menginap di hotel bintang lima dan menelan banyak pil penenang. Dia selamat, tetapi gak lama setelah kembali ke rumahnya di Seattle, dia mengunci diri di sebuah kamar dengan sebuah revolver dan bilang dia akan menarik pelatuknya. Pihak berwenang menyita senjata api dari rumah Cobain, tetapi dua minggu kemudian dia meyakinkan seorang teman untuk membantunya membeli senapan, dengan alasan untuk menjaga diri.

9. Kurt Cobain ditemukan gak bernyawa

cuplikan video klip Rape Me dari Nirvana (youtube.com/Nirvana)

Dilansir Rolling Stone, Danny Goldberg membawa Kurt Cobain ke banyak dokter dan terapis. Courtney Love, anggota dan manajer Nirvana, ibu Cobain, dan kerabat lain juga ikut turun tangan. Sebagai upaya terakhir, Love mengajak Cobain untuk ikut dengannya ke Los Angeles untuk rehabilitasi. Namun, saat Cobain ikut ke Los Angeles dan memasuki fasilitas perawatan, ia malah melarikan diri dua hari kemudian, dengan memanjat tembok setinggi 2 meter. Beberapa hari kemudian, Cobain meninggal dunia.

Seorang tukang listrik menemukan jasadnya di ruang atas rumahnya pada 8 April 1994. Di atas tubuhnya terdapat senapan. Lalu di antara barang-barang yang ditemukan di tempat kejadian, ada sebuah catatan yang ditulis Kurt Cobain yang mengungkapkan bahwa gairahnya terhadap musik sudah lenyap. Kata-kata terakhir Cobain juga ditujukan kepada istri dan anaknya, yang berbunyi, "Aku mencintaimu, aku mencintaimu."

10. Kematian Kurt Cobain yang bikin heboh publik

Rumah Kurt Cobain di Lake Washington Boulevard, Seattle (commons.wikimedia.org/Etsy Ketsy)

Ketika Kurt Cobain dikabarkan meninggal dunia, beberapa penggemar sangat berduka atas kehilangan musisi tersebut. Bahkan, kematiannya punya fandomnya tersendiri. Obsesi yang mengerikan itu sangat populer sehingga dua dekade setelah vokalis Nirvana itu mengakhiri hidupnya, penggemarnya mencetak surat bunuh diri Cobain di kaos lalu menjualnya di eBay dan Etsy. Kematian Cobain juga dipenuhi dengan teori konspirasi, yang menjelaskan kalau bintang rock itu meninggal secara mencurigakan.

Ada sekelompok detektif swasta yang menunjuk Courtney Love sebagai pelakunya. Sebuah film dokumenter tahun 2015 bahkan menuduh Love membunuh suaminya. Pada tahun 2014, The Guardian melaporkan bahwa ayah Courtney Love menuduh Love terlibat dalam kematian Kurt Cobain saat ingin memasarkan bukunya yang berjudul Love Kills: The Assassination of Kurt Cobain.

Kematian Kurt Cobain berubah menjadi masalah berkepanjangan ketika ahli teori konspirasi bernama Richard Lee ikut campur. Menurut Love, Lee sampai menguntit dan melecehkan dirinya dan keluarganya selama bertahun-tahun. Lee, yang menghabiskan 23 tahun hidupnya untuk memecahkan misteri bunuh diri Cobain, bahkan menggugat agar gambar-gambar jasad penyanyi itu dirilis untuk konsumsi publik.

11. Kurt Cobain dibunuh?

cuplikan video klip lagu You Know You're Right dari Nirvana (youtube.com/Nirvana)

Belakangan ini, netizen kembali memperdebatkan tentang kematian Kurt Cobain. Hal ini terjadi ketika peneliti swasta bernama Michelle Wilkins, yang bekerja sama dengan spesialis forensik Brian Burnett, menjelaskan kepada Daily Mail kalau kematian Kurt Cobain penuh kejanggalan. Adapun, pernyataan resmi dari Pemeriksa Medis King County mengklaim kalau kematian Kurt Cobain terjadi karena bunuh diri menggunakan senapan ukuran 20 Remington Model 11. Namun, temuan terbaru membantah hal tersebut.

Temuan autopsi terbaru mengungkapkan tanda-tanda yang gak konsisten dengan kematian akibat tembakan, karena dianggap mustahil. Bukti menunjukkan bahwa Kurt Cobain dipaksa menggunakan heroin hingga overdosis untuk melumpuhkannya, sebelum si pelaku menembak kepalanya, meletakkan senapan di atas tubuhnya, dan merekayasanya seolah-olah itu bunuh diri. "Bunuh diri itu berantakan, dan ini adalah adegan yang sangat bersih," jelas Michelle Wilkins.

Pasalnya, dosis heroin yang besar itu kemungkinan yang membuat Kurt Cobain meninggal, mengingat temuan autopsi menyebutkan terjadinya pendarahan mata dan kerusakan organ yang menunjukkan bahwa tubuhnya kekurangan oksigen, hingga merenggut nyawanya. Dosis sebesar itu tentunya sudah melumpuhkan Cobain terlebih dulu, jadi gak mungkin dia bisa menembak dirinya sendiri. "Dia sekarat karena overdosis, sehingga dia hampir tidak bisa bernapas, darahnya tidak banyak memompa," kata Michelle Wilkins.

Ditambah lagi, ukuran senapannya sangat besar. Mirip seperti senapan untuk berburu. Selain itu, gak ada banyak percikan darah, terutama di tangan Kurt Cobain sendiri, yang tampak sangat bersih. "Jika kalian pernah melihat foto-foto bunuh diri menggunakan senapan, itu sangat brutal. Tidak mungkin tangan itu tidak berlumuran darah. Ya, maksudku, kotor, tapi tangannya begitu bersih," jelasnya menambahkan. Namun, saat artikel ini ditulis, kematian Kurt Cobain masih diklasifikasikan sebagai bunuh diri.

Perjalanan singkat kehidupan Kurt Cobain penuh dengan tragedi. Bahkan kematiannya pun masih diselimuti misteri. Meskipun begitu, gak ada yang tahu pasti apa yang menimpa Kurt Cobain diakhir-akhir hidupnya. Bahkan teori yang beredar bilang kalau Kurt Cobain menerima ancaman pembunuhan hingga membuatnya depresi. Paman dan kakek Cobain bahkan percaya kalau Cobain dibunuh bukan bunuh diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team