Media dan netizen lagi ramai membicarakan tentang temuan terbaru kematian Kurt Cobain, yang merupakan vokalis Nirvana. Menurut studi forensik terbaru dari Bryan Burnett, ditemukan dosis heroin tinggi di tubuh Cobain. Secara medis, Cobain mengalami lumpuh total dan gak mungkin bisa pegang senjata untuk melakukan bunuh diri, serta banyak kejanggalan lain.
Hal ini pun menimbulkan spekulasi kalau Kurt Cobain sebenarnya dibunuh. Apalagi geger soal terbongkarnya Epstein File. Banyak yang berspekulasi bahwa Kurt Cobain adalah salah satu artis yang mencoba membongkar kasus pedofil lewat musiknya. Oleh sebab itu, dia menjadi sasaran upaya pembunuhan. Meskipun begitu, gak ada bukti pasti.
Kurt Cobain pernah bilang, "Kisahku sama dengan 90 persen orang seusiaku." Namun, ternyata dia salah. Yap, meskipun banyak orang seusianya yang berasal dari keluarga yang kurang bahagia dan dirundung kegelisahan, tetapi gak banyak dari mereka yang mampu menjadikan ketidakadilan itu dalam lirik-lirik yang tajam. Apalagi musik grunge sangat identik dengan Nirvana, sebuah band yang mendefinisikan tahun 1990-an dan dianggap sebagai salah satu band terhebat sepanjang masa.
Sayangnya, kepergian Kurt Cobain pada usia 27 tahun, membuat dunia kehilangan seorang seniman hebat. Itulah kenapa kisahnya sering diteliti dan diperdebatkan hingga saat ini. Seperti yang diungkapkan oleh teman lama Kurt Cobain, Buzz Osborne, "Fakta sebenarnya gak terlalu penting, yang penting adalah apa yang dipercaya orang. Dan jika menyangkut Cobain, sebagian besar yang mereka percayai adalah omong kosong yang dibuat-buat." Nah, berikut ini kita akan membahas sosok Kurt Cobain dan penderitaan di balik salah satu tragedi paling melegenda dalam sejarah musik rock.
