Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trauma Nazar Jumlah Penonton, Ini Janji Baru Rispo di GJLS: Berapi-Api
tim produksi dan jajaran pemain GJLS: Berapi-Api (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • Rispo mengaku trauma memasang nazar jumlah penonton setelah pengalaman film pertama, ketika ia sudah mengeluarkan biaya membuat SIM saat penonton baru mencapai 500 ribu.
  • Untuk GJLS: Berapi-Api, Rispo mengganti nazar dengan video greeting harian bagi 20 penonton mulai 5 November 2026, berdasarkan permintaan mereka.
  • Penonton perlu mengunggah foto tiket dan menandai GJLS Entertainment serta Ananta Rispo; video dapat dibuat untuk ulang tahun, wisuda, pernikahan, atau promosi UMKM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Rispo punya trauma tersendiri akan nazar jumlah penonton. Hal itu terlihat saat ia menghadiri konferensi pers film GJLS: Berapi-Api di Studio 1 XXI Epicentrum, Jakarta, pada Kamis (29/10/2026). Jadi salah satu pemeran utama, ia duduk di antara Rigen dan Hifdzi.

Usai sesi tanya-jawab dibuka untuk media, reporter IDN Times pun menanyakan beberapa hal, mulai dari persiapan para pemain menjalani workshop sebagai pemadam kebakaran hingga pemilihan pemeran pendukung. Termasuk soal nazar penonton yang sempat Rispo lakukan di film sebelumnya, GJLS: Ibuku Ibu-Ibu. Namun, obrolan soal nazar justru menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian. Apalagi, Rispo punya pengalaman dari film pertamanya yang rupanya masih membekas hingga sekarang.

Alih-alih kembali memasang nazar jumlah penonton, Rispo kini punya cara lain untuk merayakan dukungan penonton. Seperti apa ceritanya?

1. Rispo mengaku trauma memasang nazar jumlah penonton

tim produksi dan jajaran pemain GJLS: Berapi-Api (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Saat ditanya soal nazar, Rispo langsung meminta izin kepada sutradara Monty Tiwa untuk menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu. "Pak Monty, saya izin jawab yang nazar dulu, ya," ujar Rispo.

Setelah Monty mempersilakannya dengan gestur tangan, Rispo pun mengungkapkan alasannya, "Ya saya kebanyakan nazar di film pertama, trauma," tutupnya sambil tertawa.

Celetukan tersebut langsung mengundang tawa audiens. Setelah menjawab singkat, Rispo pun mengoper mikrofon kepada Monty Tiwa lewat Rigen yang duduk di sampingnya.

Momen tawa itu berlanjut, reporter IDN Times mendapat kejutan berupa karung goni. Properti tersebut digunakan para pemain yang berperan sebagai pemadam kebakaran dalam film GJLS: Berapi-Api. Rigen bahkan sempat memberikan pesan khusus mengenai cara menggunakan karung tersebut.

"Untuk memadamkan api, itu bisa dicelupin ke air ya, Kak," kata Rigen, yang kembali mengundang tawa para jurnalis yang hadir kala itu.

2. Rispo merasa rugi di nazar film pertama

tim produksi dan jajaran pemain GJLS: Berapi-Api (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Pembahasan mengenai nazar kembali muncul ketika sesi doorstop bersama para pemain dan tim produksi berlangsung. Saat ditanya lagi mengenai hal tersebut, Rispo kembali menyinggung pengalaman dari film pertamanya.

"Ya saya trauma film pertama, masih rugi saya udah bikin SIM," ujar Rispo.

Ucapan itu sempat membuat Monty Tiwa dan produser yang berada di dekatnya tampak terkejut. Rispo kemudian segera menjelaskan maksud perkataannya agar tidak menimbulkan salah paham.

"Iya maksudnya baru 500 ribu (penonton) Pak udah bikin SIM. Maksudnya belum balik modal udah keluar duit," koreksinya.

Penjelasan Rispo itu kembali memancing tawa orang-orang di sekitarnya.

3. Rispo pilih kirim video greeting untuk penonton setiap hari

tim produksi dan jajaran pemain GJLS: Berapi-Api (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Meski begitu, Rispo tetap punya cara tersendiri untuk menyambut penayangan GJLS: Berapi-Api. Kali ini, ia memilih melakukan sesuatu secara langsung kepada penonton yang sudah mendukung filmnya. Dalam sesi doorstop tersebut, ia mengumumkan rencananya untuk membuat video greeting kepada penonton yang sudah menyaksikan GJLS: Berapi-Api. Aksi tersebut akan dimulai pada hari pertama penayangan film, yakni 5 November 2026.

"Tapi saya ada nazar mulai tanggal 5 (November), saya akan ucapin video apapun yang orang minta. Kalau dia nonton film ini. Untuk 20 orang aja, ya setiap hari," ujar Rispo.

Rigen yang berdiri di sampingnya kemudian menjelaskan cara untuk mendapatkan video tersebut. Penonton bisa memotret tiket bioskop sebagai bukti telah menyaksikan film, kemudian mengunggahnya ke media sosial dengan menandai akun GJLS Entertainment dan Ananta Rispo.

"Tapi yang nyuruh beneran dia (Rigen) ini," sahut Rispo sambil menegaskan bahwa ide tersebut datang dari rekannya.

Video greeting yang ditawarkan pun tidak terbatas pada satu jenis ucapan. Rispo terbuka membuat video untuk berbagai keperluan, mulai dari ulang tahun, wisuda, pernikahan, hingga promosi UMKM. Sesi doorstop berakhir dalam 10 menit, dan reporter IDN Times membawa pulang tawa serta karung goni.

GJLS: Berapi-Api merupakan film komedi garapan Monty Tiwa yang kembali mempertemukan Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir. Ceritanya mengikuti tiga sahabat yang bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran. Setelah gagal dalam pelatihan bersama regu legendaris Algojo Api, mereka justru mendapat tugas-tugas harian yang dianggap sepele. Demi bergabung dengan tim utama, ketiganya mengambil jalan pintas yang kemudian menyeret mereka ke dalam misi berbahaya untuk menyelamatkan anak-anak dari sindikat kriminal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article